Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Belum mahrom


__ADS_3

Revan telah bersiap untuk pulang ke Indonesia bersama dengan Kevin, Sebelum pulang Revan pergi ke rumah sakit untuk pamit dengan kakek ayah dan tante Milla.


"Assalamualaikum" ucap Revan membuka pintu.


"Waalaikum salam" jawab kakek ayah dan tante Milla bersamaan.


"Kek... Revan pulang dulu" ucap Revan memeluk kakek erat.


"Hati-hati di jalan" ucap Kakek bijak sambil melepas pelukannya.


"Yah... Revan pulang" ucap Revan bergantian menyalami Rendi.


"Iya.. nanti ayah akan pulang setelah kakek kamu sembuh" ucap Rendi.


"Tante Milla... Revan pulang dulu" ucap Revan menyalami Milla.


"Iya... Hati-hati di jalan" ucap Milla lembut.


"Assalamualaikum" ucap Revan meninggalkan ruangan Kakek.


Revan dan Kevin langsung menuju bandara, setelah tiba di amsterdam airport schipol, Revan menyempatkan diri untuk menelphone neneknya.


"Assalamualaikum..." ucap Revan ketika nenek mengangkat telphonenya.


"..............."


"Nek... Revan pulang dulu, nenek sehat-sehat ya" ucap Revan tulus.


"..............."


"Ya sudah nek, Revan mau berangkat, udah dipanggil soalnya" ucap Revan saat panggilan pesawat menuju Indonesia akan berangkat.


"................"


"Assalamualaikum" ucap Revan mengakhiri panggilannya.


Revan dan Kevin akan menaiki pesawat komersil, karna Revan ingin merasakan naik pesawat dengn orang banyak, selain menambah teman, dia juga bisa melihat keadaan di dalam pesawat.


********


"Samuel, Revan telah berangkat menggunakan pesawat komersil" ucap Nenek setelah memutuskan panggilan dengan Revan.


"Iya... Aku juga melihatnya" ucap Samuel yang sedang memperhatikan Revan masuk ke dalam pesawat komersil.

__ADS_1


"Lalu bagaimana rencananya?" tanya nenek tersenyum sinis.


"sudah ku atur dengan baik, dua anak buahku satu pesawat dengan Revan, hari ini aku dan Clara akan terbang ke Indonesia setelah mereka" ucap Samuel.


"Baiklah.. Itu sangat bagus" ucap nenek.


Setelah keberangkat pesawat komersil yang di tumpangi oleh Revan dan Kevin, Samuel akan berangkat sekitar lima jam setelahnya. Setelah memata-matai Revan dan Kevin, Samuel dan nenek pergi ke sebuah cafe dekat bandara, mereka menemui anak buah Samuel yang akan di beri tugas untuk memperhatikan setiap pergerakan Rendi dan Milla, agar tidak merusak rencananya yang telah tersusun rapi.


*******


Hari ini Aisyah telah rapi dengan seragamnya, karna hari ini adalah hari ujian untuk kelas tiga sebelum dinyatakan lulus.


"Syah... Tungguin, ini masih pagi juga kali" ucap Risa sedikit teriak.


"Afwan sa, aku gak bisa nungguin kamu, soalnya aku mau minta doa sama abah dan umi" ucap Aisyah lembut.


"Ya udah deh" ucap Risa pasrah.


"Assalamualaikum" ucap Aisyah meninggalkan Risa.


saat tiba di depan rumahnya, dengan semangat Aisyah masuk ke dalamnya.


"Assalamualaikum" ucap Aisyah masuk kedalam rumah.


"Umi mana bah?" tanya Aisyah setelah menyalami abah.


"ada di dalam" ucap Abah tersenyum. Tak begitu lama, Umi keluar dari dalam rumah, dan tersenyum manis melihat Aisyah.


"Umi.." ucap Aisyah menyalami umi.


"Abah umi, doain Aisyah ya, hari inikan ujian hari pertama, semoga bisa berjalan dengan lancar sampai akhir" ucap Aisyah.


"Iya syah.. Kita pasti doain kamu" ucap Abah tulus.


"Makasih bah.. umi.." ucap Aisyah memeluk keduanya bergantian.


"ya sudah kamu harus semangat" ucap Abah bersemangat.


"Iya bah.." jawab Aisyah tersenyum.


"ya sudah, Aisyah berangkat dulu, Assalamualaikum" ucap Aisyah menyalami lalu meninggalkan keduannya.


Aisyah telah berada di sekolah, dia adalah santri pertama yang tiba di sekolah sepagi ini.

__ADS_1


"Aisyah..." panggil seseorang dari belakang.


"Kak Fadhil.." ucap Aisyah saat melihat Fadhil menghampirinya.


"Kakak ada kabar gembira buat kamu" ucap Fadhil tersenyum.


"Apa kak?" tanya Aisyah penasaran.


"mau tau aja apa mau tau banget?" tanya Fadhil jahil.


"iihhh kak Fadhil tu sukanya bikin penasaran" ucap Aisyah ngambek.


"Iya-iya, kabarnya itu... Revan baru saja berangkat pulang ke Indonesia dari B E L A N D A" ucap Fadhil tersenyum dengan mengangkat kedua alisnya, sedangkan Aisyah yang mendengarnya langsung berubah raut wajahnya yang sebelumnya memonyongkan bibirnya menjadi tersenyum senang walaupun di tutupinya.


"kalau mau senyum... Senyum aja ... gak usah di sembunyiin gitu" ucap Fadhil Mencubit pelan hidung Aisyah.


"iiihhhh apaan sih kak Fadhil ni...udahlah aku mau ke kelas dulu" ucap Aisyah meninggalkan Fadhil untuk menutupi kebahagiaannya dari Fadhil.


Aisyah tersenyum senang saat mendengar kabar itu, hingga berjalan menuju kelasnya saja, Aisyah tak henti-hentinya tersenyum.


"Astaghfirullah..." ucap Aisyah dengan menepuk jidatnya.


"kok aku malah mikirin Revan sih" gumam Aisyah pelan.


"ayok Aisyah... Semangat belajar, jangan mikirin Revan terus, nanti malah gak fokus,Ã¥ inget dia itu belum mahrom kamu" ucap Aisyah pada dirinya sendiri.


'eh.. Belum mahrom?? berarti akan menjadi mahrom" ucap Aisyah dalam hatinya.


"Astaghfirullah... Astaghfirullah" ucap Aisyah menggelengkan kepalanya.


"Bismillah... Fokus-fokus" tambah Aisyah dengan membuka bukunya.


Sebelum belajar, Aisyah berdoa agar tetap fokus dan lancar menjalani ujiannya.


********


hai hai Readers...


Aisyah ' belum mahrom berarti akan menjadi mahrom'😅😅😅 aisyah bisa aja ni.


Terus ikuti kelanjutan ceritanya ya😉😉😉


Jangan lupa like, komen dan vote ya...

__ADS_1


__ADS_2