
Pagi menjelang.. Matahari yg terbit dg indahnya telah menyinari bumi pertiwi.
Hari ini adalah hari minggu, terlihat dua lelaki yang tengah sibuk merapikan buku2 di perpustaksan pesantren.
"van.. Ini gimana natanya?" tanya kevin bingung.
"itu coba lihat isinya tentang apa, trus ntar di samain sma tema yg di tempel di lemari" ucap revan sedikit berteriakan karna posisinya yg sedikit jauh dri kevin.
"Oke... " ucap kevin singkat.
Saat tengah merapikan buku, datanglah beberapa wanita ke perpustakaan, siapa lagi kalau bukan aisyah dan teman2nya untuk mengambil buku2 yg akan di sumbangkan pada anak2 tak mampu.
"assalamualaikum" ucap aisyah dan teman2nya kompak.
"waalaikum salam" jawab revan yg langsung melihat ke arah sumber suara. saat di dapati aisyah yg datang, revan tersenyum manis dan menganggukan kepala tanda menyapa, sedang yg di sapa hanya menundukkan kepala saat di tatap revan, dg segera aisyah beranajak dri tempatnya dan memilih buku2 yg akan di bawanya bersama temana2nya. saat sedang memasuki buku2 ke dalam kardus, revan menghampiri keempat wanita tersebut.
"mau di apakan semua buku ini?" tanya revan bingung.
"mau di sumbangkan" ucap aisyah lembut.
"di sumbangkan? mau di sumbangka kemana?" tanya revan lagi.
" ke anak2 yg membutuhkan" ucap aisyah yg tetap memasukkan buku2 ke dalam kardus.
"siapa yg akan bawa" tanya revan penasaran.
"kita yg bawa" ucap risa ketus karna kesal dg revan yg tak2 henti2nya bertanya.
"sini aku bantu" ucap revan saat mereka akan membawa buku yg telah selesai di masukkan.
"gk usah, gpp" ucap aisyah menolak.
"orang yg ingin membantu kenapa harus di tolak" ucp revan tersenyum.
__ADS_1
"ya sudah syah, gpp di bantu, lagi pula ini kan banyak" ucap rani yg langsung di angguki aisyah.
"vin... Kevin" oanggil revan sedikit berteriak.
"iya van... Eh ada nona aisyah" ucap kevin saat melihat aisyah dan belum menyadari keberadaan risa yg berada di belakang aisyah.
"ini bawa bukunya.. " ucap revan menyerahkan buku2nya.
"mau di bawa kemana buku2 ini" tanya kevin bingung dan melihat risa yg berada di belakang aisyah
"di bawa ke desa luar pesantren" ucap aisyah.
"oke.. Hai risa" ucao kevin melambaikan tangan, dengan bersamaan nisa rani dan aisyah melihat risa dg mengkerutkan dahinya dg berbagai pertanyaan, risa yg di lihat sperti itu merasa tak nyaman.
"hmmm.. Ya udah ayok berangkat" ucap risa mninggaalkan.
saat berada di depan gerbang pesantren aisyah berfikir agar lelaki yg di depan karna lelaki adalah seorang pemimpin.
"sebaiknya kalian yg berjalan di depan" ucap aisya lembut.
.
"karna tak baik jika lelaki berada di belakang perempuan, dan nanti kita akan mengarahkan kalian dri belakang" ucap aisyah.
tak butuh waktu lama akhirnya mereka tiba di sebuah bangunan yg terbuat dri kayu.
"assalamualaikum.." ucap mereka kompak.
"waalaikum salam" jawab anak2 yg telah berada di dalamnya.
"sekarangkan giliran kamu yg mengajar, jdi biar kita aja yg nyusun buku2nya" ucap risa.
"baiklah" ucap aisyah beranjak ke sebelah ruangan yg hanya di sekat dg Papan triplek.
__ADS_1
saat aisyah sedang asyik mengajar, terlihat pula revan yg sedang tersenyum meperhatikan aisyah mengajar.
"luar biasa" ucap revan dalam hati dan tersenyum menatap aisyah. aisyah yg merasa sedang di perhatikan merasa tak nyaman hibgga akhirnya aisyah selesai mengajar dan beristirahat.
"syah.. " panggil revan menghampiri aisyah sebuah warung. aisyah yg merasa dirinya di pabghil labgsung melihat ke arah sumber suara. Saat di dapati revan yg memanggilnya, ia hanya merasa tak nyaman.
"aku mau bicara" ucap revan.
"bicaralah" ucap aisyah.
"tapi gk di sini" ucap revan melihat teman2 aisyah yg sedang memperhatikannya.
"kita gk boleh bicara jika berdua saja" ucap aisyah.
"kita gk berdua, kita hanya berbicara di beda tempat dri teman2 kamu, lagi pula kita bicara di tempat yg terbuka dan banyak orang" ucap revan.
"baiklah" ucap aisyah.
Stelah sampai di tempat yg tak jauh dri warung di mana teman2nya berada, sehingga membuat teman2nya melihat pergerakan mereka.
"mau bicara apa?" tanya aisyah yg berada dua meter dri revan.
"sampai kapan aku tinggal di sini?" tanya revan.
"sampai waktunya tiba" ucap aisyah.
"kapan waktu itu tiba, apa stelah kamu pergi ke qairo?" ucap Revan. Revan telah mengetahui bahwa aisyah mendapatkan beasiswa ke qairo mesir.
"dri mana kamu tahu" tanya aisyah, pasalnya yg mengetahui akan beasiswa itu hanya kedua orang tuanya dan fadil.
"kamu gk perlu tahu aku mengetahui nya dri mana, yg mau aku tanya kapan kamu menerima lamaran aku" ucap revan.
"aku gak tau" ucap aisyah sendu.
__ADS_1
"kamu egois...