Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Keberangkatan


__ADS_3

Tibalah hari dimana Aisyah akan berangkat ke qairo, sekuruh sahabat dan kerabatnya telah tiba di rumah tak terkecuali dengan Revan yang telah tiba sedari pagi, begitu pula dengan keluarga Revan yang ikut mengantar Aisyah ke bandara.


"Bagaimana syah? apa sudah semua?" tanya abah lembut.


"Sudah bah, insya Allah" jawab Aisyah.


"Aisyahhhh hiks hiks" tangis Risa yang langsung memeluk erat Aisyah.


"kamu hati-hati ya di sana" ucap Risa dengan posisi yang masih memeluk Aisyah.


"iya sa, kamu juga jaga diri disini" ucap Aisyah dengan mengelus - elus punggung Risa.


"Risa, udah ih gantian" ucap Nisa kesal menarik narik lengan Risa.


"Ihhh bentar napa sih nis" ucap Risa kesal enggan melepaskan pelukannya.


"Kamu mau lanjut mana nis?" tanya Aisyah lembut.


"kamu kan tau syah, aku pengen banget jadi designer, jadi aku mau kuliah fashion" ucap Nisa tersenyum manis.


"kamu ran? tanya Aisyah pada Rani.


"Aku mau kuliah di jogja, mau ambil kedokteran" jawab Rani.


"Kalo kamu sa?" tanya Aisyah menatap Risa.

__ADS_1


"A aku mau jadi apa ya?" ucap Risa bingung pada cita-citanya sendiri.


"yaelah sa sa, sama cita-cita aja bingung, sebenernya punya cita-cita gak sih" tanya Nisa sewot.


"yeee, adalah... Cita-cita aku mau nikah sama orang kaya" Jawab Risa.


"Hadehhh terserah kamulah sa" ucap Nisa.


Aisyah pamit pada semua sahabatnya, lalu menuju mobil yang telah di siapkan.


"sini aku bawain" ucap Revan pada Aisyah yang membawa koper, Aisyah mengangguk lalu memberikan koper yang dibawanya.


"Cieeeee so sweetttt" ucap Risa, semua orang yang ada di sana tertawa mendengar ucapan Risa, sedangkan Aisyah telah tersipu malu dan menunduk menahan malu.


"yee biarin, emang so sweet kok" ucap Risa mengabaikan.


Aisyah telah masuk ke dalam mobil, begitu pula dengan abah umi dan Fadhil, sedangkan Revan berada di mobil yang satunya bersama keluarganya.


Setelah mengucap salam, mobil langsung berangkat menuju bandara, rencananya Fadhil yang akan mengantar Aisyah hingga tiba di qairo, dan di sana Aisyah akan tinggal bersama kedua orang tua Fadhil.


*****


Nenek duduk di balkon rumah utama, ia sedang memandang indahnya pemandangan, nenek memeng tidak ikut mengantar Aisyah, karna nenek beralasan lelah, padahal nenek memang tak sudi ikut mengantar Aisyah.


"cih memang kau fikir aku sudi mengantar perempuan itu? sama sekali tidak" ucap nenek sinis.

__ADS_1


"Aku akan membuat rencana yang labih bagus dari rencanaku yang kemarin" gumam nenek.


"Setidaknya waktu empat tahun cukup untukku membuat rencana yang brilian, dan selama itu aku akan berpura-pura bertaubat" ucap nenek dengan tatapan tajam nan mengerikan.


"Lihat saja kalian semua, aku akan membalaskan penghinaan kalian semua" teriak nenek di dalam kamar, kamar yang nenek tempati kamar kedap suara, maka dari itu nenek bisa sepuasnya berteriak seperti nenek lampir😂


******


Di tempat lain di Qairo mesir, terdapat lelaki tampan yang sedang menunggu kedatangan sahabatnya dari Indonesia, wajah yang halus tanpa kumis dan brewok membuat lelaki ini terlihat lebih muda dari umurnya, lelaki dewasa dengan hoodie dan kaca mata hitam yang menghiasi, membuat seluruh mata Terrtuju padanya.


namun, siapa sangka jika lelaki ini adalah seorang dosen yang sangat jenius, di usia mudanya dia telah lulus S3 dengan predikat Comloude, bahkan saat ini dia ditunjuk menjadi rektor termuda di mesir, siapa tak suka padanya seorang yang ramah dan murah senyum membuat para wanita tergila gila padanya.


dia duduk bersandar menunggu sahabat yang telah lama tidak di temuinya, bersahabat saat mereka masih di bangku kuliah, membuat keduanya seperti saudara kandung.


"Tuan, apakah kita tidak terlalu cepat datang kemari?" tanya supir pribadinya.


"maka dari itu pak, saya tidak mau dia yang menunggu kita" ucapnya tersenyum lembut.


*******


hai hai readers, ntar malem aku uo lagi kok..


tapi komen and tebak siapa sih dosen tampan itu??


komen komen komen

__ADS_1


__ADS_2