
Rani dan Nisa telah bersiap menuju sekolah menyusul Risa dan Aisyah yang telah tiba di sana, saat telah tiba di depan gerbang sekolah, Rani lupa membawa kartu ujiannya.
"Nisa tunggu," ucap Rani menahan tangan Nisa.
"Kenapa sih ran?" tanya nisa.
"Ehmmm kartu ujianku ketinggalan, tadi aku lupa bawanya" Jawab Rani sendu.
"Ya Allah ran, kenapa bisa ketinggalan sih" ucap Nisa kesal.
"ya gimana dong, aku lupa" ucap Rani lirih.
"Bentar lagi masuk, trus mau gimana?" tanya Nisa bingung.
"ehmm.. Aku pulang ke asrama ambil kartunya, kamu ke kelas aja, aku sendirian aja" ucap Rani.
"Kamu serius? gak mau aku temenin aja" tanya Nisa.
"gak usah, Gak apa-apa kok" ucap Rani.
"Y udah deh, kamu cepetan ya" ucap Nisa.
" iya... Assalamualaikum" ucap Rani meninggalkan Nisa.
"Waalaikul salam" jawab Nisa lalu berbalik menuju kelas.
Dengan tergesa-gesa Rani berlari kembali ke pesantren menuju asramanya, jarak sekolah memang tidak terlalu jauh, tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama jika berjalan seperti biasanya, karna sebentar lagi akan bell maka Rani berlari untuk mempersingkat waktu.
******
Nisa berjalan menuju ruang kelasnya, namun tiba-tiba ia berhenti karna ada seseorang yang menghalangi jalannya.
"Assalamualaikum Nisa" ucap pria seseorang dengan tersenyum manis.
"Waalaikum salam" jawab Nisa.
"Awas deh ko, aku mau ke kelas" ucap Nisa ketus pada Ricko, Rickolah yang menghalangi jalannya Nisa, Ricko tak bermaksud untuk menghalangi Nisa, ia hanya ingin menyampaikan sesuatu pada Nisa.
"iihh ketus banget sih" ucap Ricko.
"udah deh sana.. Minggir, lagian ini bukan dearah santri putra, jadi mendingan kamu pergi sana" ucap Nisa kesal.
"Iya iya... Galak banget sih, ini aku cuma mau ngasih ini" ucap Ricko dengan menyerahkan buku pada Nisa.
"Apa ni?" tanya Nisa bingung.
"Kamu bisa lihat? itu buku, gitu aja gak tau" ucap ricko.
"ya aku tau ini buku, maksud aku tu, ini buat apa" ucap Nisa geram.
"ohhh itu dari pak kyai, tolong kasihin ke Aisyah" ucap Ricko.
"ooohhh gitu, iya nanti ku kasihin" ucap Nisa.
"jangan nanti, sekaranglah" ucap Ricko.
"Ya gak bisalah.." ucap Nisa kesal.
__ADS_1
"kenapa??" tanya Ricko bingung.
"Kan Aisyah gak sama aku sekarang, ntar aku kasihin kalo aku udah sampek kelas" Jawab Nisa kesal.
"ooohhh iya ya" ucap Ricko mengangguk.
"Ya udah awas, aku mau ke kelas bentar lagi masuk" ucao Nisa emosi.
"Iya iya" ucap Ricko dengan menggeserkan badannya memberi jalan.
"Waalaikum salam" ucap Ricko saat Nisa meninggalkannya tanpa salam.
"Assalamualaikum" teriak Nisa saat sadar akan sindiran dari Ricko.
"Waalaikum salam" jawab Ricko lalu berbalik menuju kelasnya.
Nisa melanjutkan jalannya menuju kelas, saat masuk ke kelas, ternyata kelasny sudhh ramai dengan santri yang lainnya.
"Assalamualaikum" ucap Nisa menghampiri Risa dan Aisyah.
"Waalaikum salam" jawab Ris dan Aisyah.
"Rani mana Nis?" tanya Aisyah lembut mencari keberadaan Rani.
"Kartu ujiannya ketinggalan tadi, terus dia pulang lagi ngambil" ucap Nisa duduk di samping Risa.
"Kenapa gak kamu temenin?" tanya Risa.
"Dianya gak mau" jawab Nisa.
"Oh ya syah, ini.." ucap Nisa dengan memberikan buku pada Aisyah.
"Itu dari Ricko" jawab Nisa singkat.
"Hah Ricko??" ucap Risa keget.
"Iya Ricko, dia dititipin sama pak kyai" jawab Nisa.
"oowwhh, kirain" ucap Risa menghela nafas.
"Emang kamu mikir apa sih sa?" tanya Aisyah.
"Enggak, aku gak mikirin apa-apa" jawab Risa.
"Heleh sa sa, kamu pasti cemburu kan, kalo itu dari Ricko" ucap Nisa.
"emangnya Risa siapanya Ricko? kan gak boleh pacaran" ucap Aisyah lembut.
"eh bu bukan syah, aku gak pacaran, si Nisa nhasal" ucap Risa gugup.
"emang gak pacaran syah, tapi Risa tu kagum sama Ricko, diakan suka sama cowok berkacamata" ucap Nisa.
"owhh gitu, kalo kagum gak apa-apa" ucap Aisyah dengan menepuk-nepuk pundak Risa pelan.
*******
Rani telah tiba di asrama, dan langsung mengambiรธ katu ujianny di lemari, dengan cepat, rani memasukkan katunya ke dalam tas, lalu dia melihat jam.
__ADS_1
"haduhh tinggal lima menit lagi ini" ucap Rani khawatir lalu, memakai tasnya kembali dan keluar dari asramanya.
Dengan berlari Rani mengejar waktu yang tinggal sebentar, saat akan menuju gerbang pondok, Rani tak melihat sesorang yang juga berlari menuju,gerbang, alhasil mereka....
Brukk..
"auwhhh" ucap Rani dan Seseorang itu terjatuh setelah tabrakan.
Saat Rani melihat seseorang yang juga terjatuh, tiba-tiba mata mereka saling pandang sesaat.
"Astaghfirullah" ucap keduanya dengan mengalihkan pandangan mereka.
"Maaf!" ucap keduanya bersamaan saat telah berdiri.
"ehmmm maaf ustadz" ucap Rani menunduk.
"ehmm tidak-tidak, saya yang minta maaf, soalnya saya tadi buru-buru" ucap Fadhil.
"saya juga minta maaf karna tidak melihat jalan" ucap Rani.
"Saya yang minta maaf" ucap Fadhil.
"Saya ustadz, Maaf!" ucap Rani, dan terus mereka tidak mau kalah karna meminta maaf, tanpa mereka sadari kyai telah memperhatikan keduanya dan menghampirinya.
"Sudah-sudah, juka kalian saling memubta maaf, kapan kalian akan ke sekolah" ucap abah.
Saat mendengar suara abah, keduanya langsung melihat le arah sumber suara dan kaget akan kedatangan kyai yang telah berada di dekat mereka, lalu mereka menjauhkan diri agar berjarak.
"Paman" ucap Fadhil.
"kapan kalian akan ke sekolah, sebentar lagi masuk" ucap Abah tersenyum. lalu mereka melihat jam tangannya masing-masing dan langsung membulatkan matanya, tinggal du Satu menit lagi.
"Maaf pak kyai saya ke sekolah dahulu, assalamualaikum" ucap Rani cepat menyalami abah dan langsung berlari menuju sekolah.
"Saya juga paman, assalamualaikum" ucap Fadhil menyalami abah dan langsung berlari mengikuti Rani.
"Pakkkk tungguuu" teriak Rani dan Fadhil bersamaan mencegah satpam.
"eh.. Mbak Rani sama ustadz Fadhil" ucap satpam dengan tersenyum.
"terima kasih ya pak" ucap keduanya saat sudah berada di dalam sekolah.
"huuuh huuh huuh" nafas Rani dan Fadhil ngos-ngosan.
"ehmmm ustadz saya duluan, Assalamualaikum" ucap Rani meningglkan Fadhil.
"Waalaikum salam" jawab Fadhil tersenyum dengan melihat Rani dari belakang.
.
.
.
******
Hai hai readers jangan lupa like, komen dan vote ya๐๐๐
__ADS_1
Aku kok sedih ya melihat voteku yang selalu menurun, ayok vote ya...๐๐