Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Mengunjungi


__ADS_3

Hari ini Fadhil tampil rapi dengan celana bahan dan koko yang membuat ketampananannya bertambah tak lupa dengan peci yang selalu melekat di kepalanya, Fadhil akan mengunjungi Rani di rumah sakit, dia sengaja tidak memberitahu Rani karna ingin memberi kejutan padanya, saat Fadhil mau ke ruangan Rani, dia melihat Rani keluar dari ruangannya dengan seorang pria, Lalu Gadhil berinisiatif menelphone Rani namun tidak aktif.


Fadhil memutuskan mengikuti Rani dari belakang, Fadhil merasa sedikit cemburu pada pria yang bersama Rani, mereka terlihat begitu akrab, setelah mengikuti Rani, ternyata Rani pergi makan di kantin rumah sakit yang di khususkan untuk dokter. Karna rasa cemburunya Fadhil menghampiri Rani.


"Assalamualaikum" ucap Fadhil lembut dengan tersenyum manis.


Deg deg deg


(suaranya kok gak asing ya).


Rani menoleh ke belakang, dan melihat Fadhil yang sedang tersenyum manis padanya. Sedangkan Aldo merasa tak suka pada Fadhil, karna telah mengganggu makan siangnya bersama Rani.


"wa waalaikum salam" jawab Rani gugup dengan wajah yang merah padam.


"Waalaikum salam" jawab Aldo tak suka.


"aku boleh duduk disini?" tanya Fadhil pada Rani.


"i iya, bo boleh" ucao Rani gugup, lalu Fadhil langsung duduk di samping Rani tetap menjaga jarak diantara keduanya. Aldo merasa kesal pada Fadhil yang berani duduk di samping Rani, padahal kursi di sampingnya juga kosong.


"Maaf anda ini siapa? tiba tiba duduk di sini?" tanya Aldo tak suka.


"maaf sebelumnya telah mengganggu makan siang anda dokter, saya hanya ingin mengunjungi calon istri saya" ucap Fadhil sopan dan tersenyum lembut. Aldo merasa bingung dengan ucapan Fadhil. sedangkan Rani sudah salah tingkah di buatnya.


"Jika anda ingin mengunjungi calon istri anda, maka temui saja calon istri anda, jangan mengganggu kami" ucap Aldo ketus.


"dan kenapa anda bisa masuk kesini, kantin ini hanya khusus untuk para dokter, bukan untuk pengunjung" tambah Aldo, Fdhil tersenyum manis, dan tak mengambil hati atas perkataannya, karna Fadhil tau jika pria di hadapannya ini menyukai Rani.


"Silahkan anda pergi tinggalkan kami" ucap Aldo kesal, Fadhil hanya tersenyum dan tidak menanggapi ucapan Aldo, Fadhil menatap Rani yang wajahnya telah merah padam dan hanya menunduk.


"Sayang" panggil Fadhil lembut dan menatap Rani, Fadhil sengaja memanggil Rani dengan sebutan sayang, dia ingin memanas manasi Aldo. Sedangkan Aldo membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Jangan kurang ngajar kamu sama dokter Rani" ucap Aldo dengan meraih kerah baju Fadhil, Fadhil hanya diam tidak memberontak, sedangkan Rani kaget dengan prilaku Aldo.


"Aldo lepas" ucap Rani menatap Aldo.


"tapi Ran dia udah kurang ngajar sama kamu, pakaiannya aja yang suci ternyata kelakuannya tidak ada sama sekali" ucap Aldo sinis.

__ADS_1


"Aldo jaga ucapan kamu" ucap Rani menatap tajam Aldo, Fadhil hanya diam dan melihat perdebatan diantara keduanya, dia ingin tau seberapa besar cinta Rani untuknya.


"kenapa aku harus jaga ucapanku Ran? dia memang udah kurang ngajar sama kamu, dia ini sok suci" ucap Aldo ketus dengan nada tinggi.


"Aldo" panggil Rani kesal.


"kenapa Ran? kamu suka digodain sama cowok kayak gini, cowok sok suci tidak ada ahlak" ucap Aldo kesal karna Rani membela Fadhil. Tanpa persiapan Aldo langsung menghajar Fadhil hingga tersungkur di bawah, Rani kaget melihat kelakuan Aldo pada Fadhil. Dan semua dokter yang berada disana tercengang melihat keganasan Aldo.


"Aldo stop" teriak Rani.


"kenapa?" tanya Aldo emosi.


"Dia calon suamiku" ucap Rani tegas, dan dengan seketika Aldo berhenti dan terpaku, dia tidak percaya dengan pendengarannya saat ini. Rani membantu Fadhil berdiri tanpa menyentuh kulit Fadhil secara langsung.


"Ustadz gak apa-apa?" tanya Rani cemas melihat darah yang kelyar dari sudut bibir Fadhil.


"Alhamdulillah khoir" jawab Fadhil dan berdiri tegap.


"Ran, kamu bercandakan?" tanya Aldo tetap tak percaya.


"enggak, Ustadz Fadhil memang calon suamiku, kami akan menikah tiga bulan kedepan" jawab Rani tegas.


"Maaf do, kamu udah ku anggap jadi partner kerja dan gak lebih" jawab Rani.


"ustadz, ikut ke ruangan saya" ajak Rani menunduk malu. Fadhil hanya mengangguk dan menyusul Rani dari belakang. Rani berhenti dan menyuruh Fadhil berjalan di depannya. Mereka tiba di ruangan Rani, dengan cekatan Rani mengambil peralatannya dan mengobati Fadhil dengan lembut.


"Cantikk" ucap Fdhil tersenyum manis.


Deg deg deg


Rani langsung berhenti mengobati Fadhil.


"kok berhenti?" tanya Fadhil bingung.


"aku fikir enggak seharusnya kita berdua dalam satu ruangan" ucap Rani dengan jantung yang berdegup kencang.


"Kenapa? kita kan akan menikah, lagi pula aku gak akan macem-macem, kecuali kalau kamu yang mau macem-macem" goda Fadhil, Rani membelalakkan matanya tak percaya dengan ucapan Fadhil, dan tanpa disadari wajah Rani telah memerah tersipu malu.

__ADS_1


"Ustadz kenapa kesini?" tanya Rani mengalihkan pembicaraan.


"memangnya tidak boleh kalau aku mau mengunjungi calon istriku?" tanya Fadhil.


"Ya tapikan ustadz bisa kasih kabar terlebih dahulu" ucap Rani.


"ya sudah saya pulang" ucap Fadhil pura pura kesal dan beranjak dari duduknya.


"eh jangan" ucap Rani spontan.


"kenapa? bukannya kamu gak suka jika saya disini" ucap Fadhil.


"bu bukan itu maksudnya, cuma gak mau ustadz capek aja" ucap Rani gugup.


"ya sudah saya pulang sekarang" ucap Fadhil.


"Ustadz marah?" tanya Rani ragu.


"enggak, saya gak marah, cuma sekarang saya harus kembali ke oesantren, saya hanya mampir kesini" ucap Fadhil tersenyum hangat.


"I iya udah, hati hati" ucap Rani.


"Assalamualaikum" ucap Fadhil dan beranjak pulang.


"Waalaikum salam" jawab Rani sedikit kecewa.


*******


.


.


.


Hai hai readers...


nanti lagi ya buat part Aisyah and Revannya.

__ADS_1


Jngan lupa like komen dan voteπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2