Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Kebijaksanaan Revan


__ADS_3

Satu minggu lagi Aisyah akan berangkat ke qairo, namun Aisyah masih bimbang dengan keputusannya, hari ini Aisyah akan bertemu dengan Revan untuk membicarakannya, mereka akan berkumpul di rumah utama kediaman Rendi, karna akan lebig baik dibicarakan di antara dua keluarga.


Aisyah ditemani Faldho dan Abah karna umi yang akan mengurusi santri di pesantren, mereka bertiga telah tiba di rumah utama, para bodyguard membukakan pintu dan mengantar mereka ke ruangan keluarga.


Di ruang keluarga telah terdapat Rendi, Milla, kakek nenek dan Revan, nenek menatap sinis pada Aisyah, Aisyah hanya menunduk takut melihat tatapan nenek yang tak menyukainya.


"Bagaimana apakah kalian akan menikah sebelum Aisyah ke Qairo atau setelah Aisyah pulang dari Qairo?" tanya Rendi to the point.


"A aku terserah Aisyah" jawab Revan bingung.


"Kamu bagaimana sih van, kamu itu lelaki, seharusnya kamu yng memutuskan" ucap Kakek.


"Kek, Aisyah masih sangat muda untuk menikah, kalau dia menikah denganku sekarang, belum tentu Aisyah akan ke Qairo, karna apa? karna seorang istri harus mengikuti suaminya" ucap Revan bijak.


"bukannya Revan gak mau, hanya saja Revan gak mau kalau Aisyah tidak bisa menggapai mimpinya" tambah Revan.


Aisyah takjub mendengar ucapan Revan, Aisyah kagum karna Revan bisa sedewasanya, berbeda dari yang pertama kali dikenalnya.


"Lalu bagaimana Aisyah?" tanya Rendi.


"Kalau diperbolehkan saya akan melanjutkan ke qairo terlehih dahulu" ucap Aisyah lembut. Revan tidak kaget mendengarnya, karna dia telah siap apapun yang akan di ucapkan Aisyah, Aisyah telah menerimanya saja dia sudah merasa sangat senang, jadi tak oerlu dipermasalahkannya.

__ADS_1


"Revan, kamu setuju?" tanya Rendi.


"Insya Allah, karna jodoh sudah ditakdirkan Allah, walau bagaimanapun dan seberapa jauhnya jarak, jika kita berjodoh ya akan tetao berjodoh, namun walaupun kita dekat dan tidak ada jarak yang memidahkan kalau kita tidak berjodoh ya tidak akan berjodoh" ucap Revan bijak dan dapat membuat semuanya melongo akan ucaoan Revan, Kevin yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan, merasa jagum pada bosnya itu, karna baru kali ini Revan mau mengalah.


"Baiklah keputusannya Aisyah akan melanjutkan pendidikannya ke Qairo terlebih dahulu" ucap Rendi, mata Aisyah berbinar binar mendengarnya, Aisyah tak menyangka semuanya akan setuju akan keputusan yang diambilnya.


"lihat saja kalian, akan ku balas!" ucap nenek dalam hati dengan tersenyum sinis pada Aisyah.


"Untung saja dia tidak menerimanya langsung, jadi aku mempunyai banyak waktu untuk membalasnya" seringai Nenek.


"Terima kasih" ucap Aisyah pada semuanya. semua tersenyum membalas ucapan Aisyah.


Setelah kepergian keluarga Aisyah, nenek langsung masuk ke dalam kamarnya dan tak lupa menguncinya.


"Kalian bisa menghinaku saat ini, dan kau Ardana kau telah membuat anakku sendiri menjatuhkanku, tak lagi menghormatiku sebagai ibunya, dan Randi anak yang selalu menurutiku sudah pergi dan tak bisa membelaku lagi" ucap nenek sedih mengingat Randi, putranya yang selalu menghormatinya dan menurutinya.


Nenek mengambil foto dari dalam dompetnya, dia duduk di pinggir ranjang menatapai foto itu.


"Randi, mama kangen sama kamu, kamu selalu patuh sama mama, nanum semenjak kamu bersama dengan perempuan pembawa sial itu, kamu pergi untuk selamanya, padahal mama sudah bilang mama tidak merestuinya, tapi waktu itu kamu membantah ucapan mama, dan apa yang terjadi? kamu meninggalkan mama, bahkan untuk selamanya" ucap nenek dengan tangisan yang menetes di foto yang di peganginya.


setelah kejadian waktu itu nenek dan kakek memang belum tidur di kamar yang sama, kakek masih belum bisa memaafkan kesalahan nenek, begitu pula dengan nenek yang tak sudi satu kamar dengan nenek, walaupun begitu kakek tak mau menceraikan nenek, bukan karna kakek masih mencibtainys, nanun karena kakek tak mau menjadi duda dan tak mau ada perceraian di hidupnya, karna keluarga kakek tidak ada yang bercerai ataupun poligami, Alhasil kakek juga mengikuti citra keluarganya itu.

__ADS_1


******


"berapa lama kita akan di kurung di sini?" tanya Bimo pada Samuel, mereka sedang berada di balkon melihat pemandangan yang indah dengan rimbunnya pepohonan.


"entahlah" jawab Samuel.


"Tapi menurutku Mereka masih baik pada kita, kita dikasih tempat yang nyaman bahkan lebih dari nyaman, makanan yang enak, kamarn yang luas dan fasilitas yang memadai" ucap Bimo.


"Iya kanu benar" ucap Samuel tersenyum.


"Ini yang dinamakan penjara rahasia? ku kira penjara rahasia itu tempat yang sangat kejam, kita akan dibunuh, di cincang, bahkan di gunakan ubtuk makanan hiu" ucap Bimo.


"Iya kamu benar Bim, mereka telah sangat baik pada kita" ucap Samuel.


"Aku masih tak percaya pada ucapan nenek yang mengatakan bahwa keluarga Ardana yang telah tega membunuh kekasihnys dulu" ucap Bimo bingung.


"kita tidak tau mana yang salah mana yang benar, yang jelas mereka telah membantuku dari aku masih kecil hingga memiliki perusahaan, entah setan apa yang telah menggodaku, hingga aku tega berbuat jahat pada keluarga mereka, bahkan tega pada anakku sendiri" ucap Samuel sedih mengingat perbuatannya pada Clara dan keluarga kakek.


******


Yahhh maaf ya aku buat Aisyah ke qairo...

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote


__ADS_2