Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Sunyi malam


__ADS_3

Sunyi yang menyelimuti malam hari, membuat kegelapan mencekam malam, rumah besar dengan nuansa abu - abu yang berdiri kokoh, tak luput dari kemewahan bangunannya.


Revan yang baru saja tiba di rumah ayahnya langsung di sambut para pelayan yang berbaris di depan, saat revan turun dari mobil dan menyusuri jalan menuju pintu masuk, semua pelayan yang berbaris menunduk hormat padanya. Dengan dua bodyguard di belakangnya.


revan masuk ke ruangan pribadi ayahnya, rendi yang telah menunggu kedatangan revan, langsung tersenyum saat revan masuk ke ruangannya.


"ayah..." ucap revan menunduk hormat saat bertemu ayahnya.


"duduklah, ada kabar bahagia yg akn ayah smpaikan" ucap rendi.


"revan... Ayah telah menjodohkan kamu dengan seorang wanita" ucap rendi tersenyum.


"apa..? aku tak mau dijodohkan, aku bisa cari pasangan ssendiri, ayah tak perlu repot menjodohkanku" ucap revan kesal.


"tenang dulu.. Ayahkan belum bilang siapa wanita yang akan menjadi jodohmu" ucap rendi.


"wanita yang akan ayah jodohkan adalah wanita yang kamu lamar di pesantren waktu itu" ucap rendi.


"maksud ayah.. Aisyah?" tanya revan kaget.


"iya.. Wanita itu adalah aisyah" ucap rendi.


"bagaimana ayah bisa menjodohkan aku dengannya?" tanya revan bingung.

__ADS_1


"kamu tak perlu tau soal itu, yang kamu harus lakukan adalah memenuhi syarat dari aisyah" ucap rendi


"syarat? syarat apa maksud ayah?" tanya revan.


"aisyah akan menerim lamaran kamu tapi dengn syarat kamu harus belajar agama di pesantren" ucap rendi.


"apa? maksud ayah aku harus tinggal di pesantren?" uvap revan.


"iya.. Itulah syarat yang di ajukan aisyah, karn dia menginginkan imam yang bisa membimbingnya" ucap rendi.


"tapi.. Bagaimana dengan perusahaanku ayah?" tanya revan.


"ayah yang akan handle semuanya" ucap rendi.


"baiklah.. Besok ayah temani aku ke pesantren untuk melamar aisyah" ucap revan mantap.


"iya.." ucap revan tegas.


stelah perbincangannya dengan rendi, revan kembali menuju rumahnya, semenjak revan memiliki rumah sendiri, ia tak pernah tidur lagi di rumah ayahnya, walaupun rumahnya tak sebesar rumah ayahnya, revan merasa nyaman tinggal di rumah yang di beli dari uangnya sendiri.


pesantren al ikhlas.


"melihat senyum mu, membuatku terbang melayang, kau bagaikan rembulan yang datang untuk ku, Ooooooh" nyanyi risa Membayangkan senyuman fadil, ia berada di gazebo taman bersama teman2nya.

__ADS_1


"haduch.. risa... Kamu tu ngayalnya gk henti2" ucap nisa kesal.


"iya2 sorry deh, abis ustadz fadil itu ganteng banget, apalagi kalo dia senyum aduh.. Pingsan di tempat aku" ucap risa yersenyum menghayal.


"sudah2 kitakan kesini niatnya mu belajar bukannya mau mendengar kalian debat" ucap rani.


"iya.. Betul itu.. kita punya pr lho dari ustadz fadil" ucap aisyah.


"oh.. Iya ya, aduch ustadz tampan knapa kasih pr sih" ucap risa kesal.


"yeay.. Giliran orangnya aja semangat, giliran prnya aja ngedumel" ucap nisa tertawa meluhat tingkah risa.


"kamu kan tau aku palibg gk suka ngerjain pr, yang ad pusing, iya kalo nilainya bagus kalo jelek itu masalahnya" ucap risa kesal.


"ya sudah kita kerjakan bersama sama biar lebih mudah" ucap aisyah.


"gk bener tu syah, kalo kamu bilang 'ya sudah aku aja yg ngerjain' nah aku suka itu" ucap risa nyengir pada aisyah.


" itu sih maunya kami risa" ucap nisa2 menoyor kepala risa.


"heheheh..." tawa risa.


Malam itu mereka habiskan dengan canda tawa dan belajar, setelah bel tidur, mereka menuju asrama untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah.

__ADS_1


**author..


Jngan lupa like and vote ya.. Terima kasih**


__ADS_2