Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Clara


__ADS_3

Pagi hari yang indah menyambut pesantren, hari ini sekolah libur setelah ujian, jadi Aisyah dan yang lainnya akan pergi ke sawah. Seperti hari minggu yang mereka jalani, mereka membagi tugas, ada yang di kebun dan ada yang di sawah. dan untuk hari ini, santri putri di bagian sawah, dan santri putra di bagian kebun


"OMG! pagi-pagi gini mau kemana sih" ucap Clara melihat aktivitas santri dari jendela kamar.


"kok aku belum ketemu Revan juga ya" ucap Clara.


"Clara!" panggil jihan, pengurus pesantren.


Karna Clara tidak bersekolah dan dia sudah terbilang dewasa, maka dari itu Clara satu asrama dengan jihan.


"Iya ada apa?" ucap Clara menoleh ke arah jihan.


"Ayok kita ke sawah" ajak Jihan tersenyum.


"Sawah! ngapain?" tanya Clara bingung.


"Hari ini kita memanen padi" ucap Jihan senang.


"Apa! emang padi itu apa?" tanya Clara bingung. Clara memang sempat tinggal di Indonesia saat ia masih kecil, tapi dia menghabiskan waktunya untuk tinggal di Belanda, Clara tidak mengenal nasi, karna di selalu makan dengan makanan yang berbahan gandum, jadi selama hidupnya ia belum pernah merasakan nasi.


"huahahah... Kamu tidak tau padi?" tanya Jihan dengan tertawa.


"No!" jawab Clara singkat.


"Baiklah, ikutlah ke sawah nanti kamu tau yang namany pdi" ucap Jihan mengulurkan tangannya pada Clara.


"Oke" jawab Clara singkat.


Clara mengikuti Jihan dari belakang, dengan sesekali ia melihat kanan dan kiri mencari keberadaan Revan dan seseorang yang menolongnya kemarin.


*******


"Yahhhh... Kenapa panen sih? kenapa gak nanem aja, kan seru main lumpur" ucap Risa kesal.


"ya kali nanem, lahhh sawahnya aja penuh sama padi" ucap Nisa.


"Emang gak ada sawah lagi ya?" tanya Risa dengan cemberut.


"Risa, semua sawahkan udah di tanami padi, jadi kita panen padi dulu baru nanti di tanami lagi" ucap Rani menjelaskan.


"okelah" ucap Risa lesu.


Aisyah dan para sahabatnya sudah siap dengan perlatannya masing-masing, mereka telah siap untuk memanen padi, tak lupa mereka mengenakan caping di kepala.


******


"Van!" teriak Kevin dari luar asrama. karna tak mendspatkan jawaban dari Revan, akhirnya kevin masuk ke dalam mencari keberadaan Revan.


"Kemana sih anaknya, kok gak ada" ucap Kevin menggaruk-garuk kepalanya. Alhasil Kevin pergi ke sawah sendiri, sekaligus mencari keberadaan Revan.

__ADS_1


Revan berjalan dengan Fadhil menuju sawah, mereka telah siap memanen semangka di kebun, dengan caping yang dikenakan, mereka sangat terlihat seperti orang desa namun tak mengurangi ketampanan keduanya.


"Oh ya van, si Kevin mana?" tanya Fadhil heran karna biasanya jika ada Revan maka ada Kevin, namun tidak dengan saat ini.


"Lagi mandi anaknya, dari paada nungguin dia, ya udah aku tinggal" jawab Revan tersenyum mengingat Kevin akan khawatir mencarinya.


Saat Revan akan mengambil keranjang sebagai wadah semangka, ia tak sengaja menabrak seseorang yang akan mengambil caping.


"aduchhhhh... Sakit" rengak wanita itu terjatuh di tanah.


"Maaf, aku gak sengaja" ucap Revan tulus.


"Kalo jalan tu hati-hati, gak pubya mata apa" ucap wanita itu ketus. Saat wanita tersebut mendongakkan kepalanya melihat Revan, dia shock, begitu juga dengan Revan.


"Clara!" "Revan!" Ucap keduanya bersamaan dan saling menunjuk.


"Kamu ngapain disini? dan kenapa pakaian kamu seperti ini?" tanya Revan sewot.


"Ya aku mau nemui kamulah" ucap Clara manja dan menggenggam tangan Revan.


"Apaan sih kamu! jangan sentuh aku" ucap Revan emosi dengan menarik tangannya paksa.


"Mendingan kamu pergi dari sini, tempat ini gak pantas sama kamu" ucap Revan dengan suara meninggi.


"Gak! aku gak mau pergi" jawab Clara santai.


Tanpa mereka berdua sadari seluruh santri menatap mereka berdua karna suara yang mereka timbulkan terdengar oleh seluruh santri tak terkecuali Aisyah.


"Dia siapa syah?" tanya Risa tiba-tiba dengan tetap menatap Revan dan Clara.


"gak tau" jawab Aisyah lirih.


"Aku baru lihat deh perempuan ktu" ucap Nisa.


"Aku juga" ucap Rani.


"Van..." ucap Kevin menepuk pundak Revan pelan. Revan yang merasa kode dari Kevin, langsung melihat ke sekitarnya, dan dia tak menyangka jika seluruh santri melihat ke arahnya.


Fadhil yang sedari tadi bingung dengan keadaan yang sedang terjadi, lalu menyuruh Santri ubtuk melanjutkan kegiatannya.


"Ayok semuanya selesaikan pekerjaan kalian" ucap Fadhil mengalihkan perhatian.


"kamu ngapain sih kesini?" tanya Revan ketus dengan suara pelan.


"Kan aku udah bilang tadi, masih nanya aja" jawab Clara santai tanpa dosa.


"Iya, tapi buat apa sih" ucap Revan kehabisan kesabarannya.


"ya buat kamu balik sama aku lah" ucap Clara santai.

__ADS_1


"Aku gak pernah ada hubungan sama kamu" ucap Revan.


"Tapi nenek kamu jodohin kita" ucap Clara dengan melipatkan kedua tangannya di dada.


"Aku gak bakal nerima perjodohan itu" ucap Revan meninggalkan Clara.


"Cih! kamu kira aku mau? ya maulah hahah" ucap Clara tertawa pelan.


Revan melanjutkan pekerjaannya di kebun dengan perasaan kesal. Dia masih tak percaya Clara bisa berbuat sejauh ini.


"Vin... Cari tau apa yang di rencanakan Clara" ucap Revan dingin.


"gak mau" jawab Kevin kesal.


"Kenapa?" tanya Revan Emosi.


"Salah siapa tadi pagi ninggalin aku" jawab Kevin ketus.


"Yaelah vin.. Emang kamu masih kecil yang harus di tungguin" ucap Revan kesal.


"Iya iya van, becanda kali" ucap Kevin tersenyum.


Setelah perdebatannya dengan Revan, Clara kembali ke sawah membantu Jihan memanen padi, namun tak sengaja dia menabrak seseorang karna padi yang di bawanya menutupi penglihatannya.


"Aduuhhhh" tetiak Clara, Clara yang kesakitan padahal dia yang menabrak.


"Kamu gak apa-apa?" tanya perempuan itu lembut dan mengulurkan tangannya pada Clara.


"lumayan sakit" ucap Clara menerima uluran tangan tersebut.


"ehmm sorry, tadikan aku yang nabrak, malah kamu yang bantuin aku" ucap Clara dengan membersihkan pakaiannya tanpa melihat wajah orang yang menabraknya.


"Gak apa-apa" ucap seseorang itu.


"Kamu baru di sini?" tanyanya pada Clara.


"Iya baru masuk kemarin sore" ucap Clara melihat ke arah seseorang itu.


"Cantik" ucap Clara dalam hatinya.


"eh iya namaku Clara" ucap Clara memperkenalkan dirinya dengan mengulurkan tangannya.


"Aku....


******


Aku akan setia menunggu kalian untuk komen dan like, kalo vote sih siapa aja yang mau😁😁😁


Jangan lupa like, komen dan voteπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2