Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Keputusan!


__ADS_3

"bagaimana nak? apa kamu terima?" tanya abah tersenyum. aisyah menatap lekat mata abahnya, sesungguhnya dia memilih lari dari tempatnya, dia ingin lari jauh dan menghindarinya.


"Aisyah.....


"Aisyah belum bisa bah, Karna aisyah mau melanjutkan sekolah ke qairo" ucap Aisyah tegas dan tersenyum menatap abah.


"tapikan kita bisa berta'aruf lebih dulu, ana gak bakal melarang antun untuk sekolah ke qairo" ucap Reza menatap Aisyah.


"Reza..." panggil ustadz wijaya dengan menyentuh tangan Reza.


"Maaf.. Tetapi saya tidak mau ada ikatan sama sekali saat saya berada di qairo..., saya mau merasa tenang dan damai menuntut ilmu, dan tidak terikat oleh siapapun" ucap Aisyah lantang tetap dengan menunduk.


Reza yang mendengar penuturan Aisyah merasa kecewa dan senang, kecewa karna Aisyah tidak menjawab kepastiannya, dan senang karna Aisyah.


"baiklah.. " ucap Reza singkat.


"jadi Aisyah belum bisa menjawabnya saat ini, jika nak Reza kuat menunggu, nak Reza bisa datang di saat Aisyah telah siap menjawab pertanyaan nak Reza" ucap abah.


"baik kyai.. Insya Allah saya akan menunggu" ucap Reza lantang.


"ya sudah jika itu keputusan Aisyah kita tak bisa apa-apa" ucap Ustadz Wijaya.


"kalau begitu kita mengobrol saja" ajak abah pada ustadz wijaya.


"Aisyah bisa pulang ke asrama" ucap abah menatap Aisyah.


"iya bah.." jawab Aisyah.


"assalamualaikum" ucap Aisyah meninggalkan rumahnya.


dengan cepat Reza menyusul Aisyah yang keluar.


"aisyah.. " panggil Reza keras yang langsung menghentikan langkah Aisyah.

__ADS_1


"syah... ana uhibbuki fillah" ucap Reza. aisyah tak menjawab apa-apa dan langsung berjalan meninggalkan Reza dengan cepat. Sedangkan Reza yang di tinggalkan Aisyah tanpa jawaban hanya memandangi punggung Aisyah dari belakang.


******


"assalamualaikum" ucap Revan saat masuk ke dalam ruangan kakek. Clara yang mendengar ucapan Revan hanya dapat mengkerutkan keningnya tak percaya, ia berfikir sejak kapan Revan seperti ini, tak mau di sentuh dan mengucapkan salam.


Nenek kaget dengan salam yang di ucapkan Revan, nenek heran sejak kapan Revan mengucapkan salam sebelum masuk. Revan langsung mengjampiri neneknya yang terdiam dan menyalaminya.


"nek.. Jawab dong salamnya" ucap Revan menatap neneknya.


"wa waalaikum salam" jawab neneknya masih kaget Menatap cucu kesayanganya itu.


"nenek udah makan?" tanya Revan.


"sudah.. Nenek sudah makan, kamu sendiri sudah makan belum?" ucap nenek.


"kevin masih beli di di bawah nek" jawab Revan tersenyum dan duduk di samping neneknya Diikuti dengan Clara.


Dengan sengaja Clara menyenderkan kepalanya pada pundak Revan dan melingkarkan tangannya pada lengan Revan. Dengan cepat Revan menarik tangannya dan berdiri tegak.


"assalamualaikum" ucap seseorang dengan membuka pintu. Saat di lihat seseorang itu, nenek melihatnya heran, sejak kapan anak dan cucunya berubah, mengenal agamanya, sopan dan mengucapkan salam.


"ma.." ucap Rendi dengan menyalami mamanya.


"Rendi mama mau bicara" ucap nenek. dengan cepat nenek mengajak Rendi keluar dari ruangan, nenek ingin menanyakan sejak kapan anak dan cucunya itu berubah.


"ada apa ma?" tanya Rendi bingung.


"Rendi mama mau bertanya, sejak kapan kamu seperti ini?" tanya nenek.


"seperti ini bagaimana ma?" tanya Rendi tak mengerti.


"mengucapkan salam, bersalaman dan sholat, kemarin mama lihat anakmu sholat, sejak kapan kalian berubah seperti ini?" tanya nenek.

__ADS_1


"jadi begini ma ... bla bla " ucap Rendi menceritakan sebab perubahan Revan.


"Tapi.. Mama ingin Revan bersama dengan Clara, keluarganya bermartabat, sederajat dengan kita" ucap nenek.


"ma.. Mama tidak boleh memaksakan kehendak mama, yang menjalani Revan ma, jadi semua keputusan ada pada Revan, mama tidak boleh melarangnya" ucap Rendi tegas.


"mama cuma mau yang terbaik untuk cucu mama rendi" ucap Nenek.


"mama tidak tau yang terbaik buat Revan itu apa, mama hanya ingin martabat kita tetap baik di mata semua orang" ucap Rendi menentang.


"ma.. Revan itu anak aku, aku bisa mengurusinya, aku tau yang terbaik untuk dirinya, mama tidak boleh ikut campur" ucap Rendi tegas.


"Rendi, kamu lupa dulu yang mengurus Revan siapa, saat kamu terpuruk karna wanita itu, kamu lupa yang membesarkan Revan itu siapa?" ucap nenek dengan tegas.


"ma.. itu istriku... Mamanya Revan, mama hanya mengurusnya selama enam tahun pertama, setelah itu aku yang mengurusnya sendiri" ucap Rendi dengan kesal karna sifat mamanya tidak pernah berubah.


"Rendi!" panggil nenek saat Rendi meninggalkannya.


*******


aisyah tiba di asramanya, ia langsung menuju ranjangnya dan berbaring menenangkan fikirannya.


"syah.. kamu gak apa-apa?" tanya Risa duduk di pinggir ranjang Aisyah. Aisyah tak menjawab pertanyaan Risa, ia hanya menggelengkan kepalanya.


"ya udah aku tinggal dulu ya, kalo butuh apa-apa bilang aja" ucap Risa Yang hanya di angguki oleh Aisyah.


Aisyah tak tau tentang perasaanya saat ini, antara sedih, bingung dan marah, Ia tak tau harus bagaimana, dia memang menggantungkan kedua lelaki, tetapi itu karna dia belum bisa memilih,, dia harus tetap memikirkan belajarnya saat ini, ia tak mau terbebani oleh keputusannya maka dari itu ia tak menjawab kepastiannya, jika salah satu di antara mereka jodoh yang telah Allah kirimkan padanya, maka mereka akan menunggu Aisyah sampai ia lulus. jika bukan, dia pasti akan di pertemukan pada jodoh yang telah di tentukan Allah padanya.


*******


hai hai readers, wah... Aisyah sukanya ngegantungin cowok2 ya..


ingat ya readers, Allah telah mengirimkan jodoh pada setiap umatnya, jadi jangan khawatir ya, kalau di dunia belum ketemu, mungkin Allah akan mempertemukannya di SyurgaNya nanti.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote ya readers kalo bisa ya di favorite juga ya😉😉😉


__ADS_2