Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Ana uhibbuki fillah


__ADS_3

đź’–Cinta itu seperti angin


Kau tak bisa melihatnya


Tapi kau bisa merasakannyađź’–


#Nicholas sparks#


.


.


.


Kediaman revan perdana.


bulan menyinari dunia menggantikan matahari, malam yang sunyi dengan angin malam yang semakin dingin, terlihat seorang laki2 duduk berasandar di pinggir kolam.


"van.." ucap rendi Menghampiri revan dan duduk di samping anaknya itu.


"eh... ayah" ucap revan menatap rendi.

__ADS_1


"kamu ngapain disini? biasanya di ruang kerja karena gila kerja... " ucap rendi senyum mengejek pada sang anak.


Revan terkenal dengan pria yang gila bekerja bahkan saat dia masih merintis usahanya dia tak kenal waktu istirahat hingga dia berada pada titik ini pun dengan kegigihannya walau dia adalah anak yang manja dan selalu bertumpu pada sang ayah, tetapi soal pekerjaan dia tidak ingin mendapatkan bantuan dari sang ayah, karena revan ingin menunjukkan bahwa dia bisa sukses seperti ayahnya dengan tangannya sendiri walau tanpa revan sadari ayahnya lah yg membantunya secara tersembunyi.


"I'm still lazy..." ucap revan dengan tetap menatap ke depan.


"how can?" tanya rendi heran.


"ya.. lagi males aja.. yah"jawab revan


"siapa wanita yang bisa membuat anak ayah seperti ini?" tanya rendi tersenyum dengan sebelah alisnya naik ke atas.


"hah... Apaan sih yah, no one yah" ucap revan.


"Kalau seandainya ayah selalu mengawasiku pasti ayah tau orangnya" ucap revan.


"jadi benar wanita berhijab itu yang membuat kamu seperti ini??" tanya rendi.


"I don't know.... Aku beneran cinta sama dia atau hanya kagum dengannya" ucap revan mentap rendi.


"cinta itu.. sperti angin, kau tak bisa melihatnya... tapi bisa merasakannya" ucap rendi menatap revan dengan tangan menepuk pundak anaknya.

__ADS_1


" yakinkan hatimu dulu" ucap rendi meninggalkan revan sendiri.


stelah kepergiaan sang ayah, revan mengartikan dan menyimpulkan perkataan sang ayah. "apa aku telah jatuh cinta pada mu aisyah??" tanya revan dalam hatinya.


"aarrghhhhhh..." teriak revan sebelum pergi menuju kamarnya.


Reza pov.


Flash back on...


Stelah mendengar kabar dri ricko bahwa ada lelaki tampan kaya raya datang untuk melamar aisyah, dada reza terasa sesak dan sulit mengambil nafas, apalagi setelah tahu bahwa lelaki itu adalah anak dari seorang konglomerat negeri ini, reza merasa semakin tak sebanding dengannya, dengan ketampanan yang lelaki itu miliki saja reza merasa sperti langit dan bumi dengannya di tambah kekayaannya reza semakin patah hati, stelah melaksnakan sholat ashar berjamaah, reza menuju rumah kyai, tetapi reza tak berani datang ke sana alhasil reza hanya memandangi rumah kyai dengan rasa cemas, lama menatap rumah kyai, lelki itu maju mundur dari tempatnya. lelaki itu merasa sangat bingung akan melangkahkan kakinya antara pergi ke rumah kyai atau tidak.


"aarrghhhhh.... " teriak lelaki itu frustasi.


lelaki itu terduduk di atas tanah menundukkan kepalanya, ia merasa sangat tak berdaya saat ini. Dengan tatapan sendu lelaki itu berdiri meninggalkan tempatnya.


"aku mencintaimu syah... Sangat mencintaimu, Tapi apa dayalah aku ini" ucap reza itu lirih dalam hatinya.


saat sedang dalam perjalanan pulang reza melihat ibu nyai berjalan dengan cepat tak sperti biasanya, alhasil reza mengawasi bu nyai dri kejauhan, dan mengikuti bu nyai hingga di taman bunga.


reza menatap lekat wanita yang telh mengambil hatinya yang sedang berbincang dengan ibundanya. "syah... Ana uhibbuki fillah" ucap reza dalam hatinya.

__ADS_1


Stelah melihat aisyah dan umi akan pulang,, reza pun beranjak dafi tempatnya, ia merasa senang dapat melihat pujaan hatinya... Walau dari kejauhan.


flash back off...


__ADS_2