
Revan yang sedang gelisah, hanya melihat pemandangan dari balkon kamarnya, dia termenung atas kejadian tadi pagi di pesantren dimana dia di permalukan dengan penolakkan atas permintaanya.
"aisyah... Aku pasti akan mendapatkanmu" ucap revan dalam hati, dengan mengepalkan tangannya. Revan merasa terhina akan penolakkan aisyah.
Tanpa revan sadari kevin masuk ke dalam kamarnya, kevin melihat revan dari dlam kamar, Lalu menghampiri revan di balkon.
"tuan.." ucap kevin lirih.
"kevin, kenapa kau tak mengetuk pintu terlebih dahulu, berani2nya kau masuk tanpa seizinku" ucap revan menatap tajam ke arah kevin.
"maaf tuan tadi saya telah mengetuk pintu dari luar, tetapi tidak ada jawaban dari tuan, karna ada hal penting yang akan saya sampaikan saya beranikan untuk masuk ke dalam" ucap kevin menunduk.
"hal penting? spenting apa?" tanya revan.
"tadi tuan besar menelphone saya, beliau bilang akan kemari pada esok hari" ucap kevin menjelaskan.
"ada urusan apa ayah kemari?" tanya revan.
"saya tidak tau tuan, tuan besar hanya bilang itu saja pada saya" ucap kevin.
"ya sudah kamu bisa pergi" ucap revan. lalu kevin pergi dari kamar revan. Stelah kepergian kevin, revan pun masuk ke dalam kamarnya dan bersiap untuk tidur. sejenak revan memikirkan atas kejadian tadi pagi dan kedatangan ayahnya, tapi karna terlalu memusingkan kepalanya, akhirnya revan terlelap dalam tidurnya.
Kediaman rendi perdana sebelum menelphone kevin.
"tuan, ada berita penting dari anak buah kita yang berada di indonesia" ucap doni assisten rendi.
"berita apa?" tanya rendi.
__ADS_1
"tuan revan berkunjung ke pesantren bla bla" ucap doni menceritakan kejdian yg dialami revan hari ini.
"apa! revan di tolak seorang gadis, itu tidak bisa terjadi, revan perdana pewaris tunggal perdana group di tolak, berarti gadis itu berani menantang ku karna berani menolak anak ku" ucap rendi emosi.
"siapkan pesawat jet karna besok kita akan pergi ke indonesia" perintah rendi.
"baik tuan" ucap doni. dan doni beranjak pergi dari hadapan rendi untuk mempersiapkan keperluan untuk esok hari.
stelah kepergian dinu, rendi menelphone kevin, rendi tidak mengabari revan karna revan pasti akan bertanya kenapa dia datang dengan mendadak.
ting ting handphone kevin berbunyi dan tertera pada handphone nya nama tuan besar rendi perdana, karna kaget dengan segera kevin mengangkatnya.
"hallo tuan besar" ucap kevin.
"hallo, kevin besok saya akan ke indonesia, kamu kabari revan akan kedatangan saya esok hari" ucapq revan.
"baik tuan tapi ada.....
rendi langsung mematikan panggilan karna tau kevin akan bertanya akan kedatangannya.
Keesokan harinya rendi sudah siap untuk berangkat ke indonesia di temani dengan doni dan para bodyguardnya.
saat di dlam peswat jet, doni mendapatkan kiriman sebuah foto seorang wanita cantik dengan memakai kerudung, tanpa di sadri doni terpesona akan kecantikan wanita di foto itu, dengan segera doni menunjukkan foto itu pada rendi.
"tuan.. Ini foto wanita yg menolak tuan revan kemarin" ucap doni dengan menunjukkannya pada rendi.
"wanita seperti ini yg berani menolak anakku" ucap rendi kesal.
__ADS_1
"lihat saja nanti dia akan tunduk pada revan" dengus rendi dalm hati.
tak butuh waktu lama pesawat jet yg di naikki rendi sudah mendarat di indonesia.
revan pov.
Dengan segera revan menuju bandara untuk menjemput ayahnya yg akan datang.
"kevin siapkan mobil untuk menjemout ayah" perintah revan.
"baik tuan" ucap kevin.
Saat di bandara revan menunggu sekitar 30 menit akan kedatangan pesawat jet yang di tumpangi ayahnya.
stelah melihat kedatangan ayahnya dari dalam, revan segera menghampirinya dan menyambut ayahnya itu.
" ayah... Are you ok?" tanya revan pada ayahnya.
"yes, I am ok" ucap rendi.
Rendi dan revan menuju mobil yang akan mengantar mereka pulang ke rumah.
Saat di dalam mobil, rendi menatap revan dan ingin menanyakan apakah anak tunggalnya itu ada masalah.
"revan.. Is there something wrong with you?" tanya rendi menatp revan.
"no nothing" ucap revan dengan senyum terpaksa pada sang ayah.
__ADS_1
Rendi yang mengetahui watak dari anaknya yang tak mau menunjukkan kesedihan padanya dengan tersenyum dan menepuk nepuk pundak revan untuk menenangkannya.
revan yang sejak dia lahir tak pernah menatap wajah sang ibu, karna ibunya meninggal saat melahirkannya Membuat rendi memanjakan dan akan melakukan apa saja untuk memenuhi keinginan revan, rendi tak mau revan kurang kasih sayang karna tidak memiliki ibu, dan itulah alasan terbesar kenapa rendi menyuruh anak buahnya untuk mengawasi revan setiap harinya, dan saat mendengar revan di tolak atas keinginannya, membuat rendi marah karna berani menolak keinginan putranya dan rendi langsung membatalkan seluruh pekerjaannya di canada untuk mewujudkan keinginan sang putra.