
Mereka langsung menuju ke ruangan Revan, Aisyah mengucapkan salam dan membuka pintunya, saat Aisyah masuk ke dalam terlihatlah Revan yang sedang fokus menatap laptopnya, sedangkan Farhan kaget melihat seorang pria yang berada di dalamnya.
"Revann" panggil Aisyah lembut. Revan langsung melihat ke arah Aisyah dengan tersenyum manis dan Revam langsung melihat ke arah seseorang di belakang Aisyah.
Deg deg deg
(siapa dia?)
Raut wajah Revan yang tadinya tersenyum menatap Aisyah langsung meredup saat menatap kehadiran Farhan.
"Vann" panggil Aisyah lalu mendekati Revan dan diikuti oleh Farhan dibelakangnya. Revan terus menatap tajam Farhan tanpa berkedip, Aisyah tau maksud dari tatapan Revan, Aisyah merasa tidak enak dengan Revan tapi ya mau bagaimana lagi.
(siapa dia? tampan tinggi, wajahnya bukan seperti orang indo).
"Va Van, ehmmm i ini kak Farhan, dosen sekaligus rektorku di Mesir" ucap Aisyah terbata bata karna gugup.
(rektor? semuda ini sudah menjadi rektor? berarti dia bukan orang sembarangan).
Farhan hanya tersenyum menatap Revan dan mengangguk pelan.
"kak Farhan, ini Revan dia ca_
"teman Aisyah" ucap Revan memotong perkataan Aisyah, sedangkan Aisyah membelalakkan matanya tak percaya mendengar ucapan Revan.
(bisa bisanya dia bilang teman? kenapa sih ini?)
"Van" panggil Aisyah pelan dengan melotokan matanya pada Revan.
"sepertinya kalian sangat dekat" ucap Farhan.
"Owhhh tidak, kita tidak terlalu dekat, kita hanya berteman baik" jawab Revan.
"ehmm van, kamu udah makan?" tanya Aisyah lembut mengalihkan perhatian.
"sudah" jawab Revan singkat.
"ehmm anda masih mau disini?" tanya Revan pada Farhan yang tetap berdiri memperhatikan Aisyah.
(sudah kelihatan jika dia menyukai Aisyah)
"owhhh ehmm saya mau pergi masih ada kerjaan" Jawab Farhan gugup.
"Syah, kamu tidak mau pulang? atau mau ikut saya?" tanya Farhan berharap.
__ADS_1
"enggak kak, terima kasih" tolak Aisyah lembut.
"aku mau jagain Revan" tambah Aisyah.
"ehmm tapikan kalian tidak boleh berduaan di dalam satu ruangan" ucap Farhan.
"kita tidak berduaan, teman kami akan datang sebentar lagi" jawab Revan kesal dengan sikap Farhan.
"ehhhmmm baiklah, kalau begitu saya pergi dulu" ucap Farhan kecewa.
"Assalamualaikum" ucap Farhan dengan meninggalkan Aisyah dan Revan.
Saat Farhan keluar, Aisyah mengambil makanan yang ada di atas meja samping ranjangnya Revan, dia tau kalau Revan belum makan.
"ini makan" ucap Aisyah lembut dengan meletakkan makanannya di samping Revan.
"Aku kan sudah bilang kalau aku sudah makan" ucap Revan.
"kamu gak usah bohong deh" ucap Aisyah. dengan cepat Revan melahap makanannya.
"sepertinya dia suka sama kamu" ucap Revan.
"Siapa?" tanya Aisyah bingung.
"Owhhh, ya udahlah gak apa apa, yang pentingkan aku gak suka sama dia" ucap Aisyah yang membuat Revan tersenyum senang.
"Iya karna kamu sukanya sama aku" goda Revan yang membuat pipi Aisyah merona, dengan cepat Aisyah menundukkb kepalanya karna malu.
"kamu kenapa tadi bilang hanya teman?" tanya Aisyah setelah menetralkan wajahnya.
"aku cuma mau lihat gimana ekspresinya aja" jawab Revan.
"kamu deket sama Farhan?" tanya Revan serius.
"ehmm ya karna kak Farhan yang selalu bantu aku di Mesir, dia kan dosen sekaligus rektor disana" jawab Aisyah jujur.
"Dia pernah melamar kamu?" tanya Revan.
(kok Revan bisa tau sih?)
"kok kamu tau?" tanya Aisyah balik.
"jawab dulu, jangan balik tanya" ucap Revan.
__ADS_1
"Iya" jawab Aisyah pelan.
"Kamu terima?" tanya Revan.
"enggaklah" ucap Aisyah.
"kenapa gak diterima? dia tampan, badan bagus, agama pasti, cerdas" ucap Revan.
"aku gak pernah memandang seseorang dari fisiknya" ucap Aisyah serius.
"kenapa gak nikah sama dia aja, kamu cocok sama dia, dari pada dulu kamu nunggu aku, mending nikah sama dia dan mungkin sekarang kamu__
"Van, aku nunggu kamu karna kamu yang udah aku pilih untuk menjadi imamku" ucap Aisyah tegas dengan menatap tajam Revan.
"tapikan dia___
"aku pulang" ucap Aisyah mengambil tasnya akan beranjak pulang, dia merasa kesal dengn Revan.
"Syah, dari pada kamu nunggu orang yang gak bisa apa apa sekarang, mending kamu sama orang lain yang jelas jauh lebih baik dari aku" ucap Revan yang langsung menghentikan langkah Aisyah. Aisyah berbalik menatap Revan.
"Kalau bukan kamu yang Allah kirimkan untukku, sudah dari empat tahun yang lalu kamu pergi dariku" ucap Aisyah.
"Syah" panggil Revan cepat sebelum Aisyah melangkahkan kakinya keluar.
"aku mencintaimu" ucap Revan keras yang membuat Aisyah teraenyum dengan pipi yang sudah memerah malu.
"Aku pulang dulu, nanti aku kesini lagi, l Assalamualaikum" ucap Aisyah lalu melangkahkan kakinya keluar.
Revan tersenyum menatap Aisyah yang lebih memilihnya dari Farhan yang jelas jauh lebih baik darinya.
******
.
.
.
Hai hai readers...
Sorry ya kemarin gak up soalnya author ada pekerjaan mendadak.
Nanti malem authir up lagi kok..
__ADS_1
Jngan lupa like komen dan vote..