
Ceklek
Pintu dibuka oleh Fadhil, Rani langsung menunduk dan tidak berani menatap ke arah Fadhil. Fadhil menutup pintunya dan berjalan memdekati Rani.
Deg deg deg
Jantung Rani berdegup kencang saat Fadhil mendekatinya, dia dibuat salah tingkah sendiri.
"Kenapa?" tanya Fadhil khawatir.
"eh ehmm gak apa apa" jawab Rani gugup.
"Kenapa gak bilang kalau kesulitan buka gaunnya" ucap Fadhil lembut dengan menarik resleting gaun Rani.
"ehhh ehmm aku bi bisa sendiri" ucap Rani gugup lalu dengan cepat ia berlari ke kamar mandi, Fadhil hanya mentapnya geli, ternyata Istrinya itu sangat pemalu.
setelah selesai melepaskan gaunnya Rani langsung mandi, setelahnya dia keluar dari kamar mandi tetap dwngan menggunakan hijab.
Rani melihat ke kanan dan ke kiri mencari seseorang yang adalah suaminya.
"Dimana dia?" gumam Rani lalu berjalan mendekati ranjang dan langsung merebahkan badannya.
Ceklek
Pintu kamar di buka oleh Fadhil, terlihatlah Fadhil membawa dua piring yang berisi makanan untuk dirinya dan Rani, namun saat Fadhil berjalan mendekati ranjang ternyata Rani sudah terlelap, dia tidak tega membangunkannya, alhasil Fadhil makan sendirian, setelah selesai dia menyusul Rani yanh sudah terlelap dalam mimpinya.
*******
Di bandara Soekarno-hatta telah tiba seorang wanita cantik yang menggunakan baju serba hitam, kulitnya terlihat begitu bersinar dan bercahaya, dia berjalan menuju ke arah mobil mewah yang telah di jaga banyak bodyguard, saat dia telah tiba seluruh bodyguard menunduk hormat padanya.
"langsung pulang" ucap wanita tersebut dingin. pintu mobil di buka dan wanita itu langsung masuk ke dalamnya, dia memandang ke arah luar jendela, dia tersenyum sinis melihat seluruh kota yang telah lama ditinggalkannya.
"Atas dasar apa nyonya kembali ke tempat ini?" tanya salah satu bodyguard.
"Ada yang telah mengusikku di sana, mungkin dia merindukanku" jawabnya dengan senyuman sinis.
"Rencana apa yang harus kita lakukan nyonya?" tanya Bodyguard.
"hahaha kita bicarakan di rumah" jawab wanita itu dengan tertawa mengejek.
__ADS_1
"Kau harus bisa mengalihkan perhatian The Secret Brain dariku" ucapnya dingin.
Revalina daniela adalah nama baru yang di gunakan Nenek dengan wajah barunya.
"baik nyonya, akan saya lakukan" ucap Bodyguard.
"Apa kamu sudah mencari tau tentang Revan?" tanya nenek
"iya nyonya, dia telah sadarkan diri" jawab bodyguard.
"hancurkan perusahaannya" perintah nenek tegas.
"terlalu sulit untuk menghancurkannya nyonya" ucap bodygurd.
"kenapa?" tanya nenek bingung.
"Di belakang perusahaan yang di bangun Revan terdapat dua perusahaan penguasa yang membantu dan mengontrolnya nyonya" jawab bodyguard.
"Shiiit" umpat nenek kesal, nenek lupa kalau perusahaan Anak dan Suaminya itu perusahaan yang menjadi backing perusahaan Revan.
"Yang terpenting hilangkan bukti kecelakaan Randi yang di pegang oleh Revan" perinth nenek kesal.
"baik nyonya, akan kami usahkan semaksimal mungkin" ucap bodyguard tersebut.
*******
"bodoh, kalian semua adalah the secret brain, otak kalian sangat luar biasa untuk menyusun strategi, namun kali ini? kalian tidak bisa menangkap seorang wanita saja" ucap Kakek kesal.
"Maaf tuan, nyonya telah memperhitungkan segalanya dengan apik, hingga kami kecolongan seperti ini" ucap Richard menunduj.
"Cari tau dimana keberadaannya, kalian harus bisa mendapatkannya" perintah kakek dingin.
"baik Tuan" ucap Richard menunduk hormat lalu pergi meninggalkan kakek.
Kakek duduk di kursi kebesaran Putranha, dia mengambil salah satu foto yang terpajang di meja Rendi.
"Kau mau bermain main denganku ya? dengan senang hati aku akan mengikuti permainanmu" ucap kakek dengan senyuman sinis.
*******
__ADS_1
Di pesantren...
Aisyah sedang duduk bersama kedua orang tuanya, abah memintanya untuk menggantikan Fadhil mengajar selama Fadhil cuti.
"bagaimana nak?" tanya abah.
"Ehmm iya bah" ucap Aisyah lembut dengan tersenyum.
"tapi apa Aisyah ndak sibuk bah? Aisyahkan akan menikah?" tanya Umi.
"pernikahan Aisyahkan masih dua minggu lagi mi, dia menggantikan Fadhil hanya tiga atau empat hari saja, lagi pula siapa yang bisa menggantikannya kalau bukan Aisyah" jawab abah bijak.
"Tapikan bah, Aisyah pasti sibuk, apa lagi nak Revan mau membuat pesta yang sangat mewah bah" ucap Umi lembut.
"iya umi benar, tapi siapa yang menggantikan Fadhil selama tiga atau empat hari ini?" tanya abah bingung.
"bagaimana dengan sahabat Fadhil bah, itu si Farhan, diakan Rektor Aisyah di Qairo" usul Umi.
Deg deg deg
Aisyah terdiam sejenak memikirkan ucapan umi, jika Farhan ada di sini maka dia pasti akan selalu bertemu dengannya, dan Revan pasti tidak menyukai itu.
"iya umi benar, gimana syah menurut kamu?" tanya abah pada Aisyah.
"eh ehmm bo boleh bah" jawab Aisyah ragu.
"kamu punya nomornya kan?" tanya abah lagi.
"ada bah" jawab Aisyah.
"kamu hubungin nak Farhan ya" ucap abah.
"eh ehmm abah aja yang menghubunginya, aku gak enak bah" ucap Aisyah.
"ya sudah kamu kirimkan nomornya ya" ucap abah yang langsung diangguki oleh Aisyah.
Setelah mendapatkan nomor Farhan, abah langsung menghubunginya dan memintanya untuk mengajar menggantikan Fadhil yang sedang cuti.
********
__ADS_1
hai hai readers....
Jangan lupa like komen dan vote ya😉😉