Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Rencana Nenek


__ADS_3

Matahari menyambut pagi dengan indahnya, terlihat Revan yang begitu senang karna esok akan pulang ke Indonesia. Sejak kejadian dua minggu yang lalu, nenek tidak pernah melarang atau marah pada Revan, nenek hanya diam dan tak berucap sepatah katapun, nenek hanya datang dan mengurus kakek di rumah sakit, sedangkan Clara, dia hanya menjenguk kakek dan bersikap sewajarnya.


"assalamualaikum" ucap Revan sambil membuka pintu.


"waalaikum salam" jawab tante milla tersenyum melihat ke arah Revan. Sedangkan Kakek masih terlelap dalam tidur yang indah.


"Ayah mana tante?" tanya Revan.


"Mas Rendi tadi pulang, katanya mau membersihkan diri" ucap Milla lembut.


"Tante kalo mau pulang, pulang aja biar aku yang jaga" ucap Revan.


"Nanti aja van... Agak siangan" ucap Milla.


"Kevin mana?" tanya Milla karna tidak melihat kehadiran Kevin di dekat Revan, karna biasanya jika ada Revan maka ada Kevin.


"Lagi mempersiapkan buat pulang besok" ucap Revan.


"Kamu belum cerita deh sama tante tentang anak Kyai Ahmad" ucap Milla tersenyum.


"Kok tante tau kalau kyai disana itu Kyai Ahmad?" tanya Revan bingung.


"Ya karna om Randi yang memberikan tanah Pesantren itu" ucap Rendi tiba-tiba.


"assalamualaikum" ucap Rendi tersenyum simpul.


"waalaikum salam" jawab keduanya bersamaan.


"Emang bener tan, yang dikatakan ayah?" tanya Revan penasaran.


"iya.." jawab Milla tersenyum.


"Kyai Ahmad kenal dong sama tante?" tanya Revan.


"Insya Allah" jawab Milla.


"Kapan ni tante mau main kesana?" tanya Revan.


"Nanti ya.. Kalau kakek udah baikan, trus kalau tante udah pulang ke Indonesia" jawab Milla.


"Sekarang cerita dong tentang siapa namanya?" tanya Milla dengan mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"Aisyah tante" jawab Revan tersenyum senang. Lalu Revan menceritakan semua yang dialaminya, dari pertama kali bertemu sampai dia tinggal di Pesantren.


*******


Terlihat nenek sedang berbicara pada seseorang yang berpakaian serba hitamdi Restaurant dekat rumah sakit. Lalu seorang lelaki dengan pakaian yang rapi dan elegant.


"Bagaimana? apa yang akan kita rencanakan?" tanya laki-laki tersebut.


"Dengar Samuel, aku tak mau tau Clara harus bersama dengan Revan" ucap nenek dengan pandangan yang menyeramkan menatap Samuel.


"Tante sonya jangan khawatir, anak buah saya bisa mengurusnya" ucap Samuel santai dengan senyuman licik.


"Bahkan jika memungkinkan, saya akan ikut terbang ke Indonesia" tambah Samuel.


"Itu lebih bagus" ucap Nenek tersenyum licik.


"Jalankan misi yang telah direncanakan" ucap Samuel pada lelaki berpakaian serba hitam.


"Baik Tuan" ucap lelaki tersebut mengangguk patuh.


Tanpa disadri oleh nenek, Kevin juga berada di restaurant yang sama dengannya, dan Kevin memeperhatikan perbincangan nenek, walaupun tak terdengar suaranya, namun Kevin bisa menyimpulkan, kalau nenek mempunyai rencana buruk, Kevin terus memperhatikan dan mencoba mendengarkan pembicaraan tersebut, namun hasilnya ihil, karna pembicaraannya sangat pelan dan tak dapat di jangkau oleh Kevin.


"Hallo" ucap Kevin.


"Ada apa bos?" tanya seseorang di telphone tersebut.


"Aku sudah mengirimkan foto ke ke handphone kamu, saya mau kamu kerahkan seluruh bodyguard untuk berjaga di setiap sudut pesantren sekaligus tambah penjagaan di rumah utama, dan saya mau kalian berjaga di dekat Tuan Revan dan saya saat ini juga" ucap Kevin.


"Terus awasi orang-orang yang ada di foto itu" ucap Kevin dengan mengakhiri panggilannya.


Kevin memasuki rumah sakit dengan membawa makanan untuk Revan tante Milla dan Ilham, Setelah melihat perbincangan nenek tadi, Kevin meningkatkan kewaspadaannya dan lebih berhati-hati, tak lupa Kevin juga meminta pada Dion assisten Rendi, untuk meningkatkan penjagaan.


"assalamualaikum" ucap Kevin masuk ke dalam ruangan kakek.


"waalaikum salam" jawab Revan dan Milla.


"makan dulu" ucap Kevin tersenyum dengan mengangkat makanan yang dibawanya.


"tante Milla tinggal dimana setelah meninggalnya om Randi?" tanya Kevin tiba-tiba.


"tante tinggal di Bandung" jawan Milla lembut dengan senyuman yang di paksakan yang hanya angguki oleh Kevin. Kevin sengaja bertanya tempat tinggal Milla, karna Kevin juga akan mengirim bodyguard untuk menjaga kediamannya, dan juga meminta bodygurd menjaga Milla saat dia dan Revan pulang besok.

__ADS_1


*******


Rumah besar menjulang tibalah pemilik rumah tersebut memasuki rumahnya.


"Clara.." teriak Samuel.


"Papa.. ada apa" tanya Clara bingung menghampiri ayahnya.


"Besok kamu ikut papa ke Indonesia" ucap Samuel dengan tatapan yang mematikan.


"Ada apa? kenapa tiba-tiba begit?" tanya Clara penasaran.


"sudahlah jangan banyak tanya, ikuti saja perintah papa" ucap Samuel kesal.


"Iya pa.." jawab Clara patuh karna takut pada Samuel uang menyeramkan.


"Bersiaplah... Besok pagi kita akan berangkat" ucap Samuel berjalan meninggalkan Clara.


"Aku mau mengunjungi kakek hari ini pa" ucap Clara Sedikit keras.


"Tidak perlu" teriak Samuel.


"owhh... Baiklah" gumam Clara sedih.


*******


.


.


.


hai hai Readers.... Wah.. Nenek punya rencana jahat niπŸ˜’ apakah rencananya ya Readers??


Author gak tau ni rencananya apaπŸ˜”


"Kamu gk perlu tau author" ucap nenek menatap tajam pada author, dan author hanya diam karna takut😁😁


Tungguin teru kelanjutannya ya πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Jangan lupa like, komen dan vote ya😊😊

__ADS_1


__ADS_2