
Keesokan harinya Revan dan Clara kembali ke pesantren, meraka di antar salah satu bodyguard Rendi, Mereka berada dalam satu mobil namun tak ada suara yangvterucap dari keduanya, hanya keheningan hingga ti ba di pesantren.
"Van," panggil Clara tiba-tiba saat akan turun dari mobil yang membawa keduanya. Revan menoleh dengan tatapan yang dingin.
"a-aku minta maaf" ucap Clara dengan raut wajah yang sedih.
"iya, lagi pula bukan kamu yang salah, kamu hanya menjadi alat" ucap Revan.
"Terima kasih" ucap Clara malu. Malu akan sikapnya dan papanya.
"lupakan, sekarang anggaplah aku sebagai saudaramu yang akan menjagamu" ucap Revan tulus. Clara kaget brcampur senang mendengar ucapan Revan, dia tak percaya jika Revan berbicara seperti itu.
"Aku akan menganggapmu sebagai adik" ucap Revan tersenyum tulus lalu keluar dari mobil, Clara masih terpaku dengan perkataan Revan, namun dia merasa sangat senang.
"Aku akan membalas kebaikan keluarga kalian" ucap Clara dalam hati lalu turun dan mengikuti Revan masuk ke rumah abah.
setelah mengucapkan salam, Revan duduk di hadapan kyai dan di susul oleh Clara yang duduk di sampingnya.
"pak kyai, saya telah berfikir ini dari kemarin" ucap Revan menjeda, abah mendengarkan dengan serius ucapan Revan.
"Aisyah telah menerima lamaran saya, bisakah kami menikah secepatnya?" tanya Revan bergetar.
"Jika itu keinginan nak Revan, maka kalian yang harus memutuskannya bersama, mengingat Aisyah akan melanjutkan pendidikannya ke Qairo, menurut saya akan lebih baik jika nak Revan langsung bertanya pada Aisyah" ucap Abah jelas.
"Baik pak kyai" ucap Revan lalu pamit pulang ke asrama begitu pula dengan Clara.
Revan menuju asramanya dengan cepat, dia belum memberitahu Kevin soal permasalahan yang kemarin, walaupun mungkin Kevin telah mengetahuinya, tetap saja Revan harus memeberitahu secara langsung.
__ADS_1
Revan telah mengucapkan salam berkali kali, tapi tidak ada sautan dari dalam, dia langsung membuka pintunya, dan terlihat Kevin sedang tertidur pulas hingga tak sadar ada yang mengetuk pintu.
*******
Kemarin setelah kejadian di rumah abah, Aisyah langsung pulang ke asrama, dia bercerita pada sahabat-sahabatnya, setelah mendengar cerita Aisyah, sahabatnya tak sedikitpun yang menyangka bahwa Aisyah telah dilamar oleh dua lelaki, yang mereka tau sebatas Revan yang menyukai Aisyah, setelah Aisyah selesai bercerita hingga kejadian di rumah abah, Risa Nisa dan Rani meghibur dan menenangkannya.
Namun, ada satu hal yang sedang difikirkan Aisyah, apa seharusnya ia merelakan Revan dengan Clara dan menerima Reza, atau dia tak menerima siapapun dan fokus pada kuliahnya, fikiran fikiran itulah yang sedang mengisi otaknya saat ini.
"Apa aku batalkan saja?" tanya Aisyah pada dirinya sendiri dengan tetap menatap bunga-bunga yang indah di hadapannya.
"Assalamualaikum" ucap Clara lembut dan tersenyum pada Aisyah.
"Waalaikum salam" ucap Aisyah tersenyum.
"kamu sedang apa?" tanya Clara penasaran, jujur Clara masih tak enak hati soal permasalahan kemarin, apalagi yang dicintai Revan adalah perempuan yang selama ini mengajarinya mengaji sholat dan hukum-hukum agama islam.
"Maaf soal kemarin" ucap Clara tulus.
"Iya, sudah dimaafin" ucap Aisyah tersenyum menatap Clara.
"Kapan kalian akan menikah" tanya Clara tiba-tiba Yang sontak membuat kaget Aisyah.
"Ma maksudnya" ucap Aisyah gugup.
"Ya kapan kalian akan menikah?" tanya Clara lagi yang masih penasaran.
"Eng enggak tau" jawab Aisyah.
__ADS_1
"Kok gak tau sih, kan kamu udah nerima Revan juga" ucap Clara.
"Sebuah ikatan rumah tangga itu bukan pekerjaan yang mudah, dan saat ini umurku juga masih muda, masih mau menikmati petualangan" ucap Aisyah, Clara hanya tersenyum menanggapi ucapan Aisyah.
"tapi sesungguhnya aku bimbang, Allah telah mempertemukanku dengan jodoh yang ditentukanNya, tapi aku juga ingin merasakan belajar di qairo" tambah Aisyah.
"aku salah jika menganggap perempuan berhijab itu buruk, tapi malah kebalikannya" ucap Clara tersenyum.
********
Di sisi lain, di penjara rahasia milik Rendi, Terdapat Samuel dan Bimo, penjara rahasia yang di sediakan untuk keduanya bukan penjara yang menyajitkan, tapi kebalukannya, penjara ini seperti rumah yang di lengkapi fasilitas, namun mereka yang berada di penjara ini tak bisa keluar karna pagar yang menjulang tinggi fan bidyguard yang berjaga di setiap sudut rumah serta CCTV yang terpasang di mana-mana.
"Aku kira penjaranya menyeramkan" ucap Bimo yang mentap sekeliling penjara.
"nenek terlalu mempubyai dendam yang kuat, padahal keluarga Kakek Ardana sangat baik" ucap Samuel.
"keluarga mereka yang telah membantu keluargaku, tapi aku tak tau berterima kasih" ucap Samuel sadar.
******
Hai hai Readers nanti siang aku up lagi ya, untuk membalas yang jemarin karna aku gak up, maaf banget ya....
Kalian setujunya Aisyah nikah dan membatalkan ke qairo atau Aisyah tetap ke qairo???
Komen ya
Like komen dan vote.
__ADS_1