Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Dokter menyebalkan


__ADS_3

Aisyah masih terlelap dari tidurnya, ia terlihat begitu lelah, sedangkan Kevin masih membeli makanan untuk mereka, Milla Rendi dan kakek pulang untuk membersihkan diri.


Aisyah menggeliat dari tidurnya saat seseorang menyentuh kepalanya yang tertutup krudung.


"Aisyah" panggil Seseorang pelan dengan tetap mengusap usap kepala Aisyah.


Deg deg deg


(suaranya kok tidak asing, siapa? atau....)


Aisyah langsung membuka matanya dan melihat ke arah Revan.


Deg deg deg


Aisyah membelalakkan matanya melihat Revan yang sedang tersenyum hangat padanya, jantung Aisyah langsung berdegup kencang hingga lupa untuk kembali normal.


"Re Revan" ucap Aisyah terbata dan masih tidak percaya. Revan hanya tersenyum hangat pada Aisyah dan mengangguk pelan.


"ka kamu u udah sadar?" tanya Aisyah gugup.


"hmmm" ucap Revan masih dengan tersenyum. Aisyah menyunggingkan senyumannya menatap Revan, Mereka saling menatap satu sama lain, menatap dengan tatapan kerinduan yang mendalam.


Saat mereka masih saling menatap, tiba tiba masuklah Kevin yang mengganggu keduanya.


"Assalamualaikum" ucap Kevin membuka pintu. Saat mendengar suara Kevin, Aisyah langsung menundukkan kepalanya. Kevin masuk dan menghampiri keduanya.


"Re revan" teriak Kevin syok dan makanan yang dibawanya terjatuh begitu saja, Kevin langsung mendekati Revan.


"serius ini kamu kan van?" tanya Kevin masih tak percaya, Revan mengangguk pelan dengan senyuman hangatnya.


Tanpa aba aba Kevin langsung memeluk Revan erat, Aisyah hanya menatap keduanya dengan tatapan bahagia. Kevin melepaskan pelukannya dan menatap Aisyah.


"Syah, aku panggil dokter dulu" ucap Kevin menatap Aisyah dan Revan bergantian. Aisyah mengangguk menyetujuinya.


Kevin keluar dengan cepat dari ruangan Revan, sebenarnya Kevin tidak memanggil dokter, Kevin hanya ingin memberikan waktu untuk mereka berdua.


Aisyah berdiri hendak mengambil makanan yang tergeletak di lantai, namun tiba tiba tangannya di tahan oleh Revan, Aisyah sedikit kaget untuk pertama kalinya dia di sentuh oleh lelaki, Aisyah menatap Revan.


"mau kemana?" tanya Revan pelan.


"a aku ma mau ambil makanan i itu" ucap Aisyah menunduk dengan gugup. Revan hanya tersenyum.


"Ta tangan kamu van" ucap Aisyah pelan.


"Kenapa?" tanya Revan pura pura tidak mengerti.


"ki kita bu bukan mahrom van" ucap Aisyah.

__ADS_1


"Kitakan mau menikah" ucap Revan tersenyum lebar.


"Ta tapi kita belum mahrom van" ucap Aisyah gugup dengan menarik tangannya, lalu berjalan mengambil makanan.


setelah menyiapkan makanan, Aisyah mengambil makanan untuk Revan.


"Kamu makan dulu" ucap Aisyah menunduk.


"Kita akan menikah nanti malam" ucap Revan.


Deg deg deg


"Hah?" teriak Aisyah tak percaya.


"kenapa? kamu gak mau menikah denganku?" tanya Revan lirih.


"Bu bukan gitu, tapi semuanya butuh proses van" ucap Aisyah.


"aku hanya gak mau melihat kamu selalu menunduk di depanku" ucap Revan.


"Iya, karna kita belum mahrom" ucap Aisyah.


"maka dari itu kita menikah saja" ucap Revan enteng.


(apa karna abis dari koma dia menjadi menyebalkan dan enteng bicara?).


(terlihat sangat menggemaskan jika wajahnya seperti ini).


"aku hanya bercanda syah" ucap Revan tersenyum. Aisyah langsung terlihat marah akan candaan Revan.


"Pernikahan bukan untuk candaan" ucap Aisyah kesal dan berjalan menjauhi Revan, dia terlihat begitu kesal akan candaan Revan, dia duduk di sofa yang sedikit jauh dari Revan.


"kamu marah?" tanya Revan, Aisyah tidak menjawabnya karna masih merasa kesal, Revan yang melihat Aisyah mengabaikannya merasakan sedikit sakit dihatinya, Revan berusaha duduk, namun tidak bisa, dia berusaha berulang kali, hingga Aisyah menyadarinya lalu menghampiri Revan kembali.


"Kamu mau apa?" tanya Aisyah.


"Aku mau duduk dan turun lalu mendekatimu" ucap Revan menatap Aisyah.


"buat apa?" tanya Aisyah heran.


"aku tidak mau melihat calon istriku marah padaku" ucap Revan tersenyum.


(kenapa dia bisa menggombal seperti ini? apa karna komanya otaknya jadi bergeser?).


"Ehmm a aku gak marah" ucap Aisyah.


"Maaf" ucap Revan lirih. Aisyah hanya mengangguk pelan lalu mengambil makanan untuk Revan.

__ADS_1


"Kamu makan dulu ya" ucap Aisyah.


"suapi" ucap Revan manja, Aisyah mengangguk malu melihat sikap Revan.


Revan makan dengan lahap hingga tak tersisa satupun di piringnya, mungkin karna faktir dia tidak makan dua tahun jadi dia sangat merasakan lapar.


tak lama kemudian Dokter masuk ke ruangan untuk mengecheck keadaan Revan dan diikuti oleh Kevin dibelakangnya.


"apa yang tuan Revan rasakan sekarang? apa kepala tuan terasa sakit?" tanya dokter.


"sedikit" jawab Revan.


"tapu kalau menurut saya...


Dokter menjeda ucapannya.


"Anda itu....


"eh dokter cepat ucapkan ada apa dengan Revan? anda selalu membuat kita jantungan, sangat menyebalkan" ucap Kevin ketus.


"Saya merasa tuan Revan.. Harus menikah dengan nona Aisyah secepatnya" ucap Dokter.


"Hah? apa hubungannya?" tanya Aisyah.


"tuan Revan tidak akan merasakan sakit lagi jika bersama dengan nona Aisyah, bukan begitu tuan Revan?" tanya dokter pada Revan yang telah tersenyum lebar.


"begitu dokter" ucap Revan memberikan jempolnya. Lalu dokter keluar dengan tersenyum senang.


"Dokter kok selalu bercanda, aku tidak percaya jika dia itu benar benar dokter yang sangat ahli disini, dia seperti komedian yang tidak dapat gaji" gumam Kevin kesal. Aisyah dan Revam tertawa pelan mendengar gumaman Kevin.


"Bisa bisanya kemarin dia membuat lelucon yang membuat kita jantungan, kalau bukan dia yang merawat Revan sudah aku keluarkan dari sini" ucap Kevin kesal.


Saat siang hari Milla Rendi dan kakek tiba dan merasa sangat senang melihat Revan yang telah sadar dan senang, lalu Aisyah pamit pulang untuk beristirahat sejenak dan esok hari akan kembali lagi.


******


.


.


.


Hai hai Readers....


Hhahaha dokternya ngeselin ya ternyata...


tungguin terus kelanjutannya...

__ADS_1


Jngan lupa like komen dan voteπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2