
Setelah selesai terapi, Revan kembali berbaring di ranjangnya, Aisyah mendekati Revan dan menyiapkan makanan untuk Revan, Farhan tetap berada disana dia ingin menunggui Aisyah hingga pulang.
"Kamu mau makan apa van?" Tanya Aisyah lembut.
"aku gak laper" jawab Revan dingin tanpa melihat ke arah Aisyah.
"Kalau kamu gak makan, nanti makin lama sembuhnya" ucap Aisyah lembut.
"Kenapa kalau lama sembuhnya? kamu malu jalan sama aku?" tanya Revan sinis.
Deg deg deg
Aisyah merasa perih di hatinya mendengar ucapan yang terlintar dari Revan, Kalau dia merasa malu kenapa dia masih setia pada Revan?
"Kalau aku malu, aku gak mungkin ada disini" ucap Aisyah pelan.
"siapa juga yang menyuruh kamu disini" ucap Revan lepas kontrol. Aisyah mendengar ucapan Revan berusaha tidak terpancing dengannya.
Kevin yang melihat perdebatan diantara keduanya, langsung menghampirinya.
"Van udah" ucap Kevin.
"Syah, kamu duduk aja, Revan lagi gak mood" ucap Kevin, Aisyah hanya mengangguk lalu menuju sofa untuk duduk menuruti ucapan Kevin.
"Van, kamu apaan sih? dia itu Aisyah van Aisyah" bisik Kevin.
Revan menenangkan dirinya kembali, ia mencoba memjamkan matanya, tak lama kemudian dia terlelap dalam tidurnya, Aisyah yang melihat Revan tertidur, langsung mendekati Revan dan menyelimutinya.
Farhan tak suka melihat Aisyah yang begitu perhatian pada Revan, dia bertekad akan memiliki Aisyah.
********
Di Rumah mewah dengan penjagaan yang ketat terlihat seorang wanita yang sedang berdiri di balkon kamarnya, wanita itu sedang memperhatikan anak buahnya yang sedang berlatih beladiri.
Dia terlihat sangat senang dengan kemampuan yang dimiliki oleh para bodyguardnya. Saat sedang fokus memperhatikan anak buahnya, dia dikejutkan dengan panggilan dari seseorang yang di tunggu tunggunya.
"Ada apa?" tanyanya dingin.
__ADS_1
"aku telah tiba di Indonesia nyonya" ucap Seorang wanita di seberang sana.
"Bagus, jangan mengecewakanku" ucapnya dingin lalu memutuskan panggilannya begitu saja.
Lalu dia berjalan masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya lelah, walau paras dan kulitnya terlihat lebih muda, namun tenaganya tidak bisa di bohonginya, dia akan cepat merasa lelah dengan umurnya sekarang.
********
"Bagaimana pa?" tanya Rendi khawatir.
"Mama mu terlalu licik Rendi" ucap kakek menahan amarah.
"Lalu apa Rencana papa?" tanya Rendi.
"Papa sudah mengeluarkan anak buah terbaik yang papa miliki, namun dia begitu sempurna memperhitungkannya" jawab Kakek.
"Apa Revan tau jika neneknya sudah kembali?" tanya kakek tiba tiba.
"belum pa, Revan belum tau" jawab Rendi pelan.
"jangan sampai Revan tau, papa tidak mau dia memikirkannya, dia harus memikirkan pernikahannya terlebih dahulu" ucap kakek.
"Apa Aisyah mau mempercepatnya? jika dia mau tidak masalah Rendi" jawab Kakek.
"Milla akan mencoba berbicara pada Aisyah" ucap Rendi tersenyum.
"terserah kamu saja" ucap kakek.
Setelah mendapat jawaban dari kakek, Rendi segera berbicara pada Milla untuk memintanya membujuk Aisyah agar mau mempercepat pernikahannya.
"Bagaimana Milla?" tanya Rendi setelah mengutarakan maksudnya.
"insya Allah, nanti Milla coba bicara sama Aisyah mas" Jawab Milla lembut.
"Aku mohon Milla, ini demi Revan anakku" ucap Rendi.
"Iya mas, besok Milla ke pesantren" ucap Milla.
__ADS_1
"Baiklah, besok kamu akan diantarkan oleh supirku" ucap Rendi yang hanya diangguki ileh Milla.
"Terima kasih" ucap Rendi lalu meninggalkan Milla.
********
saat Revan terbangun, Aisyah sudah pulang bersama Farhan, dia menatap Kevin yang terlihat cemas.
"Ada apa vin?" tanya Revan penasaran.
"gawat van, Revalina daniela di Indonesia sekarang" ucap Kevin masih syok.
"Maksud kamu nenek? kenapa dia bisa kembali lagi? bukannya dia sudah tidak diterima lagi disini?" tanya Revan kesal.
"Dia memiliki backing van" ucap Kevin.
"siapa yang di belakangnya?" tanya Revan.
"aku juga gak tau, kita belum dapat infonya" jawab Kevin.
"Cari tau secepatnya, aku gak mau dia mencelakai Aisyah" ucap Revan dingin dengan tatapan tajam.
"hemm tadi aja ada irangnya di sia siain, giliran gak ada bilang gitu" ledek Kevin.
pletakk
minuman kaleng tepat mengarah pada tengkuk Kevin.
"Awww, Revan" teriak Kevin kesal dengan mengusap usap tengkuknya yang terasa sakit.
"Salah sendiri cari gara gara" ucap Revan tersenyum menang.
Setelah terapi selanjutnya, Revan segera pulang dengan Kevin menuju rumah utama Rendi, Revan sengaja tidak tinggal di rumah sakit, karna dia juga harus mengontrol anak buahnya di kuar sana.
********
Sorry sorry banget kalo author baru up.
__ADS_1
Jngan lupa like komen dan vote๐๐