Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Menjadikanmu kekasih halal


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, tak terasa Revan sudah membaik walau belum seratus persen, Aisyah yang selalu menjaganya setiap hari membuat Revan pulih lebih cepat dari targetnya, namun Wanita cantik yang selalu menungguinya terlihat begitu lelah, di terlelap di atas sofa dengan cantiknya, Revan memperhatikannya dan merasa kasihan padanya.


Revan turun perlahan dari ranjangnya, dia membawa botol infus yang berada di sampingnya, dia berjalan menghampiri Aisyah.


Revan menyelimuti Aisyah lalu duduk disampingnya, disandarkannya kepala Aisyah pada pundak Revan, Revan tersenyum memandangi wajah Aisyah lalu dia juga memejamkan matanya.


Aisyah merasa ada yang memeluknya erat, perlahan dia membuka matanya dan dia dapati Revan yang sedang memeluknya, Aisyah melototkan matanya tak percaya.


"Aaarrgghhhhhhh" jerit Aisyah lalu mendorong Revan hingga jatuh ke lantai.


"aduuuhhhh" pekik Revan kesakitan, dan perlahan selang infus yang awalnya berwarna bening menjadi merah karna darah Revan. Aisyah yang masih syok karna dipeluk Revan merasa cemas seketika.


"Revannnn" ucap Aisyah lalu mendekati Revan.


"Gak apa apa" ucap Revan singkat lalu memanggil perawat untuk datang ke ruangannya. Lalu Revan kembali ke atas ranjangnya dengan menghiraukan Aisyah.


Aisyah merasa bersalah karnanya, dia menunduk dan duduk kembali di sofa, bukan maksudnya mendorong Revan apalagi menyakitinya, dia hanya merasa kaget atas perlakuan Revan.


tak begitu lama perawat datang lalu memperbaiki infusnya, Aisyah mendekati ranjang Revan dan bertanya pada perawat.


"Revan tidak apa apa kan sus?" tanya Aisyah khawatir dan takut.


"tidak apa apa nona, tuan Revan hanya kebanyakan gerak maka dari itu darahnya keluar dan naik" ucap perawat ramah.


Aisyah merasa salah atas perlakuannya pada Revan, Sedangkan Revan hanya cuek pada Aisyah, Revan merasa sedikit kesal karna Aisyah mendorongnya tiba tiba saat dia tidur tanpa berfikir kalau Revan masih sakit.


(gimana kalau udah nikah? bisa di tendang kalo gini huft).


Aisyah menatap Revan yang kesal padanya, Dia merasa tidak enak pada Revan. Setelah perawat keluar dari ruangan Revan, Aisyah mendekati Revan dan duduk di samping tanjangnya.


"Maaf" ucap Aisyah lirih dengan menunduk. Tidak ada jawaban dari Revan, Revan hanya memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Vannn" panggil Aisyah karna tidak ada jawaban dari Revan.


"hmmm"

__ADS_1


"maaf" ucap Aisyah lagi.


"hmmm"


Sebenarnya Revan tidak marah pada Aisyah hanya merasa sedikit kesal saja, ia ingin sekali tertawa melihat Aisyah yang memelas seperti itu namun ditahannya, hingga tanpa Revan sadari Aisyah meneteskan air matanya perlahan demi perlahan, ia merasa sangat sangat bersalah.


"Hiks hiks hiks" isak tangis Aisyah.


Revan yng mendengar isakan Aisyah langsung melihat ke arahnya, Revan kaget melihat Aisyah yang telah menangis dengan tetap menunduk.


"Syah kamu nangis?" ucap Revan pelan.


"Kenapa? aku gak apa apa kok" tambah Revan khawatir.


"hiks hiks hiks maaf" ucap Aisyah lirih.


"Iya, lagi pula aku gak apa apa kok" ucap Revan dan berusaha untuk duduk. Aisyah yang melihat Revan berusaha untuk duduk langsung manghapus air matanya dan menatap Revan.


"kamu mau ngapain?" tanya Aisyah lembut.


"syah, kita nikah yuk" ajak Revan, Aisyah yang mendengarnya hanya menatap Revan bingung.


(lamaran macam apa ini huft).


"kamu harus sembuh dulu van" ucap Aisyah asal.


"syah, kamu jawab dulu" ucap Revan kesal.


"kan aku udah jawab" ucap Aisyah.


"kapan? terus apa jawabannya?" tanya Revan bingung.


"Empat tahun yang lalukan udah aku jawab" jawab Aisyah, Revan mengingat perkataan Aisyah, lalu ia teringat saat Aisyah menerima lamarannya yang dulu.


"iya tapikan itu empat tahun yang lalu, aku kan gak tau kalau kamu berubah fikiran" ucap Revan.

__ADS_1


"Kalo aku berubah fikiran, aku gak mungkin disini jagain kamu tiap hari yang membuat aku lelah" ucap Aisyah.


"jadi kamu lelah jagain aku?" ucap Revan kesal.


"iyalah, siapa coba yang gak lelah jagain orang sakit" ucap Aisyah bercanda.


"Owhhh gitu, terus kenapa kamu disini? kenapa gak cari pria lain aja" ucap Revan kesal menahan emosi.


"Kan aku tadi udah bilang, kalau aku gak terima lamaran kamu dan memilihmu untuk jadi imamku, aku gak akan ada disini dan merawatmu" ucap Aisyah tersenyum.


Revan merasa tersentuh dengan ucapan Aisyah, dengan kata lain Aisyah mau menikah dengannya.


"setelah keluar dari sini, aku akan ke rumahmu, meminta pada orang tuamu untuk menjadikanmu kekasih halalku" ucap Revan bucin.


Aisyah yang mendengar ucapan Revan hanya tersenyum simpul dan mengangguk pelan merespon ucapan Revan.


Revan ikut tersenyum, dia merasa sangat bahagia saat ini bahkan jika ada kata yang lebih dari itu akan di ucapkannya saat ini juga.


"Terima kasih syah" ucap Revan tulus, Aisyah hanya mengangguk lalu menyiapkan makanan untuk Revan dan dirinya makan.


Mereka makan bersama dalam diam, mereka selalu bersyukur dalam hatinya karna telah mempertemukannya pada jodohnya.


*******


.


.


.


Hai hai readers...


Maaf ya author lagi sibuk dua hari ini, so author gak bisa up, nanti malem author akan up lagi yaπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Jngan lupa like komen dan vite sebanyak banyaknya😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2