
Hari ini Aisyah berencana bertemu dengan para sahabatnya, ia berangkat bersama Clara menuju tempat janjian mereka, Aisyah terlihat sangat bahagia, dia tak henti hentinya tersenyum dan aura kebahagiaan masih menyelimutinya.
"Kamu kok keluhatan berseri seri gitu?" tanya Clara.
"ehmmm, masak sih? biasa aja" ucap Aisyah lembut dengan tersenyum manis.
"enggak syah, kamu beneran kelihatan bahagia gitu" ucap Clara.
"hayo kamu lagi kenapa?" tanya Clara penasaran.
"ehmm tadi malem Revan ngabarin aku" ucap Aisyah tersipu malu.
"hah? beneran?" tanya Clara belum yakin.
"Iya, udah ah, ayok berangkat" ajak Aisyah karna malu.
"pantes aja kelihatan bahagia banget" ucap Clara berjalan meninggalkan Aisyah.
Mereka menuju Restaurant dekat rumah sakit di tempat Rani bekerja, karna Rani yang tidak bisa izin terlalu lama.
Saat masuk ke dalan Restaurant, ternyata Aisyah telat karna para sahabatnya telah berkumpul.
"Assalamualaikum" ucap Aisyah dan Clara bersamaan.
"waalaikum salam" jawab ketiganya bersamaan.
"Aisyaaahhhhhhhh aku kangennnn" ucap Risa dengan memeluk erat Aisyah.
"Udah kali sa, gantian" ucap Nisa.
"iihhh sabar" ucap Risa kesal.
Lalu mereka memesan makanan dan minuman, setelah itu mereka berbincang satu sama lain.
"kamu kapan pulang syah? kok ak ngabarin kita sih" ucap Risa kesal.
"iya maaf ya, aku gak mau ngerepotin kalian aja" ucap Aisyah.
"eh kalian gimana? kalian kerja apa?" tanya Aisyah.
"Aku udah jadi designer dongggg" ucap Nisa semangat.
"wahhh selamat ya Nis" ucap Aisyah.
"aku gak ditanyain ni?" dengus Risa kesal.
"emangnya kamu punya impian sa?" tanya Nisa.
__ADS_1
"iya, bukannya waktu itu kamu bingung ya mau jadi apa" tambah Rani. Risa mengerucutkan bibirnya kesal.
"kalian gak boleh gitu sama Risa, oh ya sa, kamu udah punya suami orang kaya nya?" tanya Clara meledek.
"hahhahhaa" tawa semuanya pada Risa.
"Udah udah, sa kita bercanda kok" ucap Aisyah lembut.
"Iya, aku tau kok aku kan udah biasa di bully" ucap Risa dengan wajah imutnya.
"yaelah bukannya kamu ya yang suka ngebully orang" ucap Nisa.
"Yeay, kan sama kamu ngebullynya" ucap Risa, lalu mereka tertawa bersama.
"aku jadi chef syah, dan alhamdulillah aku jadi chef di restaurantku sendiri" ucap Risa.
"Yahhhhh" ucap Nisa sedih.
"kenapa nis?" tanya Rani.
"kenapa kita gak makan di restaurantnya si Risa aja, kan enak gratis" ucap Nisa.
"yeaay maunya, boleh sih, kapan-kapan ke restaurantku ya" ucap Risa senang.
"Oh iya aku lupa," ucap Aisyah.
"Rani sama kak Fadhil udah lamaran" ucap Aisyah, sontak membuat Nisa dan Risa menoleh ke arah Rni, sedangkan Rani yang di tatap langsung malu, lalau Rani tersenyum dan mengangguk membenarkan ucapan Aisyah.
"wahhhhh selamat yaaaa" ucap Risa ikut senang.
"Iya selamat ya, kok kita gak di kasih tau sih syah Ran?" tanya Nisa.
"Maaf deh, soalnya dadakan" ucap Aisyah.
"dulu aja bilangnya gak ada apa-apa sama ustadz Fadhil, eh sekarang malah udah jadi calon istri" ledek Nisa.
"ehmm sorry deh," ucap Rani tak enak.
"iya iya, santai aja Ran, emang si nis nis tu iri sama kamu, dia kan gak ada yang suka" ucap Risa.
"eh enak aja kamu sa, gini gini banyak yang ngantri" ucap Nisa sewot.
"Oh ya syah, kamu sama Revan gimana? kapan mau nikah?" tanya Nisa penasaran.
Deg deg deg
Dengan seketika semuanya terdiam, Risa terdiam dan membisu, Risa menatap wajah Aisyah, namun ternyata Aisyah tersenyum.
__ADS_1
"aku sama Revan baik, kalau soal menikah belum ada permbicaraan" ucap Aisyah tersenyum. Dan seketika membuat Risa menatap Aisyah heran.
(kamu luar biasa ya syah, nutupin kesedihan diantara kita, Batin Risa).
"Revan udah ada kabar syah?" tanya Risa keceplosan. Aisyah menatap Risa heran.
(kok Risa tau tentang Revan yang sudah lama tidak menghubungiku, batin Aisyah).
"Udah" hawab Aisyah dengan tetap heran menatap Risa.
"Kapan terakhir Revan ngabarin kamu?" tanya Risa penasaran.
"tadi malem Revan baru ngabarin aku" jawab Aisyah lembut.
(kenapa Risa tanya itu ya, Batin Aisyah).
deg deg deg
Risa terdiam tak dapat berbicara.
(tadi malem? aku baru kesana kemarin, dan Revan masih dalam keadaan koma, apa Kevin yang mengabari Aisyah? batin Risa).
"Kamu kenapa tanya seperti itu oada Aisyah sa?" tanya Nisa.
"eh ehmm gak, gak apa-apa kok" ucap Risa gugup.
(kok Risa agak sedikit aneh ya, dan kenapa dia bisa tau tentang Revan, padahal aku hanya cerita sama Clara, apa mungkin? batin Aisyah).
setalah itu mereka kembali bercerita dan mengingat kenangan mereka saat di pesantren dulu.
Saat memasuki waktu dzuhur, mereka langsung melaksanakan sholat berjamaah, setelah itu mereka pulang, karna masih ada pekerjaan masing masing.
Di dalam mobil, Aisyah termenung, dia masih kepikiran tentang Risa yang tau soal masalahnya, di tatapnya kembali handphone yang di pegangnya, belum ada pesan dari Revan, lalu Aisyah kembali menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya, tak lama Aisyahpun terlelap, Clara hanya melihat Aisyah sekilas.
(aku akan bantu kamu syah, cari tau kenapa Revan pergi dan kembali tiba tiba, batin Clara).
******
Hai hai Readers...
Sebelumnya terima kasih sudah mencapai seribu komentar lebih, author seneng banget sama kalian yang udah mau berpartisipasi dan meluangkan waktunya🙏🙏🙏
hehehe Author belum mau Aisyah mengetahui keadaan Revan ya Readers, kenapa?
bukan karna author jahat, tapi Ya karna kalo tau tau Aisyah langsung tau, nanti ceritanya gak seru dan cepat tamatnya😂😂 jadi ikutin aja ya alurnya, pasti author temuin kok, kalau Revan masih hidup ya😆
Jangan lupa like, komen dan vote oke
__ADS_1