
Sebelum menjenguk Revan, Kevin mampir ke restaurant yang kemarin di kunjunginya, bukan karna ingin makan namun dia mempunya maksud lain.
Kevin langsung duduk di tempat yang kemarin, seorang pelayan langsung mengahmpirinya.
"maaf pak, Restaurant kami belum buka" ucap Pelayan.
"Saya menunggu Chef kalian, bukan menunggu Restaurant buka ataupun berdebat dengan kamu" ucap Kevin ketus.
"yang bapak maksud Chef Risa?" tanya pelayan.
"iya" jawab Kevin singkat.
"Biasanya Chef Risa akan datang pukul delapan lewat sepuluh pak" ucap Pelayan memberi informasi.
"iya" ucap Kevin tak perduli, karna yang di perdulikannya hanya Revan dan wanita yang sedang di tungguinya.
Saat jam menunjukkan pukul delapan lewat sepuluh, Risa masuk ke dalan restaurant, tak di sangka ucapan pelayan tadi benar, Kevin tersenyum melihat Risa yang sangat anggun dan berwibawa.
"Risa" panggil Kevin, Risa menoleh ke arah sumber suara, dan di dapatinya Kevin yang sedang duduk santai di pinggir jendela, Risa menghampiri Kevin.
"Assalamualaikum" ucap Risa lembut.
"waalaikum salam" jawab Kevin.
"Kamu mau pesan nasi goreng, sop butut dan Rendang lagi? tapi kenapa kamu gak debat sama pelayan?" tanya Risa bercanda.
"enggak lah, aku nungguin kamu" ucap Kevin santai.
"hah? ngapain?" tanya Risa penasaran.
"ya emang gak boleh?" tanya Kevin balik.
"Ya gak apa-apa sih, tapi ya buat apa?" tanya Risa bingung.
"ya sudahlah kamu buatin aku masakan yang terenak" ucap Kevin.
"oke tapi bayarannya lima kali lipat" ucap Risa.
"oke" jawab Kevin santai.
Risa langsung menuju dapur dan membuatkan soto untuk Kevin, karna soto enak di makan saat udara yang terasa dingin di pagi hari, pikir Risa.
Dengan lihainya Risa memasak, mencampur semua bumbu hingga tercium bau harum yang menggiurkan lidah, setelah siap dia membawa sotonya pada Kevin tak lupa dengan minumannya.
__ADS_1
"sudah?" tany Kevin, Risa mengangguk menjawab pertanyaan Kevin, lalu di letakkannya makanan itu di hadapan Kevin.
"Baunya harum banget, kayaknya sih enak" ucap Kevin.
"pasti enaklah" ucap Risa percaya diri.
Kevin menikmati soto yang di buat Risa, dia bagitu menikmati hingga tak tersisa.
"Vin, Revan kemana?" tanya Risa penasaran. Kevin diam tak dapat berbicara, Kevin takut kalau dia bilang sama Risa, Risa akan mengatakannya pada Aisyah, padahalkan Revan melarangnya waktu itu.
"ehmm aku mau nambah lagi dong" ucap Kevin mengalihkan perhatian.
"iihhh gampang nanti aku buatin lagi, tapi jawab dulu pertanyaan aku" ucap Risa.
"Pertanyaan yang mana?" tanya Kevin pura-pura tidak tau.
"Revan mana?" tanya Risa lagi.
(gimana ya, kasih tau enggak)
"emang kenapa sih nyariin Revan?" tanya Kevin.
"ya gak apa-apa, kan biasanya kamu kayak perangko" ucap Risa.
"iyalah" Jawab Risa.
"kamu buatin aku makanan di bungkus, abis itu kamu ikut aku" ucap Kevin. Dengan segera Risa menyetujuinya, dia langsung memasakkan dua porsi soto dan membungkusnya, lalu di berikannya pada Kevin dan mereka pergi dari area restaurant.
"kita mau kemana?" tanya Risa penasaran.
"ke Rumah sakit" jawab Kevin singkat.
"Ngapain? siapa yang sakit?" tanya Risa.
"katanya mau tau Revan dimana" ucap Kevin.
"Revan di rumah sakit? Revan sakit? dia sakit apa?" tanya Risa beruntun.
"Udah kamu cukup diem nanti juga tau" ucap Kevin santai.
Mobil langsung memasuki area Rumah Sakit dan langsung di parkurkan Kevin di parkiran VIP, lalu mereka beranjak turun dan masuk ke dalam Rumah Sakit.
"kita mau jenguk siapa?" tanya Risa bingung.
__ADS_1
"Kan aku udah bilang, kamu diam aja, ntar juga tau sendiri" ucap Kevin ketus karna Risa tidak berhenti bertanya.
mereka menuju lift ke lantai lima, mereka keluar dari lift dan menuju ruang rawat inap khusus VIP, Risa masih bingung dengan fikirannya, dan banyak pertanyaan dalam dirinya saat ini.
Kevin mengetuk pintu, dan terlihat bodyguard keluar dari dalam kamar.
"Tuan Kevin" ucap Bodyguard dengan menunduk hormat.
"kalian makan dulu" ucap Kevin dengan menyerahkan bungkusan makanan yang dibawanya.
"Apa tuan besar kemari?" tanya kevin.
"iya tuan, tadi tuan besar datang kesini lalu pergi lagi karna masih ada urusan" jawab bodyguard. Risa hanya memperhatikan percakapan keduanya dengan diam.
"Ayok masuk" ajak Kevin pada Risa.
Risa mengikuti Kevin masuk dari belakang, Risa melihat ksekeliling ruangan yang besar dan fasilitas seperti kamar hotel, Risa belum melihat Revan yang sedang berbaring lemah tak berdaya, Risa masih di buat takjub oleh ruangannya.
(ini sih hotel bukan rumah sakit namanya).
"Risa" panggil Kevin.
"I iya" jawab Risa.
"Sini" perintah Kevin padanya.
Risa berjalan menghampiri Kevin, dan matanya memandang seseorang yang terbaring di atas ranjang, Risa belum menyadari jika itu Revan, lama memandang, Risa membelalakkan matanya dan jantungnya berdegup kencang...
Deg
Deg
Deg
......
*******
nungguin ya, hahaha maafkan lah author yang ngegantungin kalian ya Readers..
Aku udah up tiga kali ni, kalian like komen dan vote ya gantian, sebagai obat tangan author yang lelah ini..
jangn lupa like komen dan voteπππ
__ADS_1