Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Bingung


__ADS_3

Setelah berpamitan dg nenek, revan kevin dan clara pergi menuju mall terdekat rumah sakit. Mereka berencana membelikan jam tangan untuk kakek, karna kakek sangat menyukai jam tangan.


"Meneer, we willen naar een winkelcentrum hier in de buurt" ucap revan dalam bahasa belanda. (pak, kita mau ke maal dekat sini)


"ja meneer" ucap supir tersebut. (baik Tuan).


hanya membutuhkan 20 menit untuk tiba di mall, lalu mereka bertiga masuk ke dalam mall mencari yg ingin mereka beli Sebagai hadiah ulang tahun untuk kakek. tanpa sungkan Clara melingkarkan tangannya pada lengan Revan.


"sorry, we zijn geen muhrim" ucap Revan dg melepskan tangan Clara dari lengannya. (maaf, kita bukan muhrim)


"dari kapan kamu mempermasalahkannya, bukankah itu hal yg biasa" ucap Clara bingung melihat perubahan Revan.


"sejak satu bulan yg lalu" ucap Revan dg meninggalkan Clara.


setelah mendpatkan yg mereka cari, dg cepat mereka pulang dan tak kemana mana.


"kita makan dulu yuk" ajak Clara dg memincingkan sebelas alisnya.


"gk bisa.. Kita harus cepat ke rumah sakit" ucap Revan dingin dengan meninggalkan Clara di belakang.


******


Di pesantren al ikhlas, seluruh santri sibuk membersihkan halaman pesantren


Drrtttt drrrtttt drrrtttt


"bah.. ada yg telphone" ucap umi menghampiri abah di rung tamu.


"siapa mi?" tanya abah.


"ustadz wijaya bah.." ucap umi dg menyerahkan handphone pada abah. Ustadz adi wijaya adlah ayah dari reza, yaitu teman abah ketika masih sekolah dulu.


"ada apa ya mi, ustadz wijaya telphone" ucap abah bingung.


"gk tau bah.. Ya udah di jawb dulu" ucap umi.


"assalamualaikum" ucap abah menerima panggilan.


"..........."

__ADS_1


"owh Begitu ustadz wijaya," ucap abah.


"..........."


" iya2 saya tunggu kedatangannya" ucap abah tersenyum.


".........."


"iya.. Waalaikum salam" ucap abah mengakhiri panggilannya.


"ada apa bah" tanya umi penasaran.


"usyadz wijaya sama istrinya mau kesini mi" ucap abah.


"mau ngapain bah" tanya umi bingung.


"katanya mau ngomong penting sama kita" jawab abah.


"ngomongin apa ya bah" ucap umi penasaran.


"abah juga gak tau mi.." jawab abah santai.


"mungkin mau silaturrahim mi" ucap abah tersenyum.


*****


"syah.. Kamu mikirin apaan sih kok galau gitu kelihatannya?" tanya risa Penasaran karna Aisyah hanya melamun dan memandangi jendela.


"gpp kok sa.. " jawab Aisyah singkat.


"lagi mikirin Revan ya syah?" tanya rani tersenyum.


"eh iya.. Kok aku gk lihat mereka sih akhir2 ini, emang mereka kemana" ucap Risa penasaran.


"mereka?? Revan sama Kevin apa Kevin aja" ucap Nisa dg menyentuh lembut pipi Risa.


"apaan sih kamu nis,.. Ya Revan sama Kevin lah, kan mereka sepaket" ucap Risa.


"mereka lagi ke Belanda" ucap Rani singkat.

__ADS_1


"Apa!" teriak Risa dan Nisa kaget.


"kamu beneran Ran?" tanya Risa.


"iya beneran" jawab Rani.


"mereka ngapain ke sana jauh bgt" ucap Nisa.


"kakeknya Revan sakit, di rawat di sana" ucap Rani.


"ehmmm pantes aja Aisyah galau" ucap Nisa Tersenyum.


"apaan sih nis" ucap Aisyah dg wajah yg telah merona menahan malu.


"bilangnya sih apaan, tapi muka gk bisa bohong kali" ucap Risa tersenyum puas melihat Aisyah yg salting.


"udah lah.. Aku mau belajar aja" ucap Aisyah meninggalkan ketiganya.


Aisyah duduk bersandar di pinggir halaman asrama, terlihat kesedihan yg melanda dirinya yg di tutupi oleh wajahnya.


"van.. Kamu kapan pulang? Besok orang tua Reza kesini untuk ta'aruf sama aku" ucap Aisyah dalam hatinya dg pandangan yg kosong.


"ya Alllah.. Aku harus bagaimana, aku tak tau harus berbuat apa" ucap Aisyah dalam hati.


"Revan begitu baik, dan dia masih belajar agama islam. Reza sangat sabar, cerdas, dewasa dan agamanya sangat kuat. aku tak tau harus memilih yg mana untuk menjadi imamku, di sisi lain aku akan berangkat ke qairo untuk menuntut ilmuMu lebih dalam" lirih aisyah dalam hatinya.


"aisyah kenapa sih. kayak ada masalah gitu" ucap Risa yg sedang mengintip Aisyah dari jendela Bersama Nisa.


"mungkin dia punya masalah yg gk bisa di ceritakan ke kita sa" ucap Nisa.


"iya kali nis, tapi kalo dia butuh temen buat cerita, diakan punya kita" ucap Risa.


"ya gk semua hal itu bisa di ceritain sa" ucap Nisa.


"iya sih.. " ucap Risa.


******


Hai hai Readers... Hayo apakah yg terjadi dengan Revan dan Clara, dan siapakah yg Aisyah pilih...

__ADS_1


Tetap tunggu kelanjutan kisahnya ya...😉😉


jngan lupa like, komen dan vote ya 🙏🙏🙏


__ADS_2