Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Permintaan Kakek


__ADS_3

Di Belanda, Rendi dan Milla selalu menjaga kakek secara bergantian, tidak dengan nenek yang hanya datang jika Rendi yang menjaga.


"Maafkan mama ya" ucap kakek tulus pada Milla.


"Iya pa.. Gak apa-apa" ucap Milla lembut dengan tersenyum manis.


"Hey... Cucu kakek, selalu jaga mama kamu ya" ucap kakek pada Ilham.


"Iya kek siappp" ucap Ilham dengan mengangkat tangannya hormat.


"Kamu tidak ingin menikah lagi?" tanya Kakek pada Milla.


"Insya Allah aku nyaman seperti ini di temani oleh Ilham pa" ucap Milla tersenyum.


"Randi pasti senang melihat kamu yang setia dengannya" ucap kakek.


"Aku juga senang memiliki suami yang sangat setia hingga maut menjemputnya" ucap Milla lembut dan nampak Kesedihan yang mencoba di tutupi.


"Hey... Ilham, apa kamu ingin seorang Ayah?" tanya kakek tiba-tiba.


"No! gak ada yang bisa gantiin papa di hati Ilham kek" ucap Ilham tegas.


"Luar biasa anak kamu" puji kakek pada Milla.


"Yahhh Ilham sangat menyayangi mas Randi, mereka begitu dekat" ucap Milla dengan mata berkaca-kaca.


"Milla... Jika papa mau kamu menikah dengan Rendi bagaimana?" tanya Kakek tiba-tiba.


"Ma Maksud papa?" tanya Milla gugup.


"Rendi tidak memiliki istri sejak Revan lahir, hingga saat ini dia tak ingin menikah lagi, karna sangat mencintai istrinya dulu, dan kamu sama dengan Rendi, kamu di tinggalkan oleh Randi saat usia Ilham masih kecil, apa salahnya jika kalian menikah, karna papa sangat menyayangi kalian" ucap Kakek.


"Yahhh Ilham memang bisa berbicara seperti itu, tapi dalam hati kecilnya, dia juga menginginkan sosok ayah yang bisa mengajaknya , tertawa, bercerita dan berbagi kesedihan" tambah Kakek.


"Aku belum berfikiran sampai di situ pa" ucap Milla lirih.


"Papa tidak memaksa.. papa hanya menyarankan saja" ucap Kakek tersenyum dengan mengelus kepala Milla lembut.


.


.


.


*******


Keesokan harinya Revan telah bersiap menuju Pesantren bersama dengan Kevin, semua barang-barangnya juga telah di masukkan ke dalam mobil.


"Van... sepertinya ada masalah di kantor" ucap Kevin setelah menerima sebuah panggilan.

__ADS_1


"Masalah apa?" tanya Revan dingin.


"Baru saja sekretaris kamu menelphone, jika ada wanita cantik yang mencari kamu" ucap Kevin.


"Dan wanita itu ada di ruangan kamu sekarang" tambah Kevin.


"Siapa wanita itu?" tanya Revan bingung.


"Ini fotonya" ucap Kevin dengan memperlihatkan seorang wanita cantik dan seksi duduk di sofa ruangan Revan.


"Sudah gila dia!" ucap Revan emosi saat melihat foto Claralah yang berada di ruangannya.


"Kita ke kantor dulu" ucap Revan dingin.


"Baiklah..." Ucap Kevin.


Saat tiba di kantor, Revan dan Kevin langsung menuju ruangannya tanpa menghiraukan karyawan yang menyapanya.


"Kenapa kamu biarkan dia masuk?" tanya Revan emosi dengan sekretarisnya itu.


"Maaf pak.. Dia mengaku bahwa dia adalah tunangan pak Revan" ucap Sekretaris tersebut menunduk.


Revan membuka pintunya dan masuk ke dalam ruangannya diikuti oleh Kevin, terlihat jelas seorang wanita cantik dan seksi tersenyum pada Revan yang baru saja masuk.


"Hay van..." sapa Clara dengan mengangkat salah satu tangannya ke atas tapi tetap dengan posisinya.


"Ya... Aku mau main aja kesini, mau kenal sama karyawan-karyawan kamu" ucap Clara santai.


"Maksud aku.. Kamu ngapain ke Indonesia?" tanya Revan emosi.


"Emang masalah ya buat kamu? ya setau aku sih kalau mau ke luar negri itu bukan suatu masalah jika ada paspor" ucap Clara santai.


"Keluar dari ruangan aku" ucap Revan dingin.


"Hello van... Aku baru aja sampek, masak langsung kamu usir sih, bukannya dalam islam itu jika ada tamu maka perlakukanlah dengan baik, bukan malah di usir" ucap Clara dengan santai bahkan sangat santai.


"Aku minta baik-baik sama kamu, Silahkan kamu keluar dari sini!" ucap Revan tegas.


"owh.. Come on van, Seharusnya kamu itu ngajak aku makan, menyambut kedatangan aku ke sini" ucap Clara.


"Vin, panggilkan security" perintah Revan. Tak lama security tiba di ruangan Revan.


"Bawa wanita ini keluat!" perintah Revan.


"Van, are you kidding? aku akan bilang sama nenek kalau kamu tidak memperlakukanku dengan baik" ancam Clara (Apakah kamu bercanda).


"I dont care" ucap Revan meninggalkan Clara, lalu para security membawa Clara keluar dari perusahaan Revan, setelah itu barulah Revan menuju ke Pesantren (aku tak perduli).


"Lacak dimana Clara tingcal dan dengan siapa dia kesini" perintah Revan dan langsung di angguki oleh Kevin.

__ADS_1


"Van, kita butuh banyak bodyguard untuk menjaga pesantren" ucap Kevin.


"Kenapa memangnya?" tanya Revan bingung.


"Clar ke Indonesia dengan ayahnya Samuel, dab mereka tinggal di hotel dekat Pesantren" ucap Kevin dengan memperlihatkan foto Clara dan Samuel di hotel dekat Pesantren.


"Mau apa mereka?" ucap Revan kesal


"Key masih berusaha melacak tujuan mereka kesini" ucap Kevin.


"Suruh perbanyak bodyguard yang menjaga Pesantren" ucap Revan.


"Di setiap sudutnya, jangan sampai terlewatkan" tambah Revan.


Tak lama kemudian, Mobil Revan memasuki area Pesantren, Revan tersenyum melihat ke arah sekitar, sungguh dia sangat merindukan tempat ini.


"Assalamualaikum" ucap Revan dan Kevin di depan rumah abah.


"waalaikum salam.. eh nak Revan" ucap Abah menghampiri Revan.


"ayok masuk" tambah abah


"bagaimana keadaan kakeknya nak Revan?" tanya abah.


"Alhamdulillah sudah jauh lebih baik pak kyai" ucap Revan.


"Pak Rendi bagimana?" tanya abah.


"Alhamdulillah Ayah baik pak kyai, ayah masih disana jagain kakek sampai sembuh" ucap Revan.


"owh... Begitu, Nak Revan kapan sampai di jakarta?" tanya abah.


"kemarin siang pak kyai" jawab Revan.


"ehmmm ya sudah kyai.. Kita mau ke asrama, Mau bersih-bersih" ucap Revan..


Iya... Silahkan" ucap abah.


"Assalamualaikum..." ucap Revan.


"Waalaikum salam..." jawab abah.


********


hai Readers... Giman ni menurut kalian, Milla sama Rendi aja?? cocok gak ya??


tungguin terus kelanjutan ceritanya๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


Jangan lupa like komen dan vote ya๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ

__ADS_1


__ADS_2