Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Misteri


__ADS_3

Empat tahun kemudian...


Aisyah telah menyelesaikan pendidikannya di qairo, esok hari adalah hari yang sangat di tunggunya yaitu hari wisuda, namun siang ini dia dikejutkan dengan pernyataan Farhan sahabat Fadhil, Farhan menyatakan ingin menikahi Aisyah dengan kata lain Farhan melamar Aisyah, Aisyah belum menjawabnya karna dia bingung dengan keadaan. selama dua tahun pertama hubungannya dengan Revan terbilang baik baik saja tidak ada masalah yang melanda, namun secara tiba tiba dua tahun berikutnya Revan tak ada kabar dan tidak bisa di hubungi, Aisyah terus menghubungi nomor handphonenya namun nihil tak ada jawaban bahkan tidak aktif, Revan menghilang dan tak ada kabar tentangnya. Di sisi lain pernyataan Farhan membuatnya bingung, dia tak mau menyakiti hati Farhan, namun dia juga tak bisa membohongi dirinya sendiri.


Rania eka putri, sekrang dia berprofesi sebagai dokter bedah, dia bekerja di salah satu rumah sakit ternama di jakarta, ada satu kendala baginya yaitu dokter aldo, dokter aldo adalah dokter anastesi yang berada satu tim dengannya, namun kedekatan yang dianggap biasa saja oleh Rani berbanding terbalik dengan Aldo yang mencintainya.


Risa Thania Fitri, dulu saat sahabatnya mengambil jurusan yang menjadi impian mereka, berbeda dengan Risa yang hanya ingin menjadi orang kaya, alhasil dia kursus memasak dan sekarang dia memiliki restaurant sekaligus menjadi chef di restaurantnya.


Annisa salsabila, mimpinya menjadi designer telah terwujud dan saat ini dia telah memiliki butik dengan pelanggan tetap, dia merancang seluruh jenis pakaian, baik untuk wanita pria anak-anak bahkan balita.


.


.


.


hari ini adalah hari wisuda Aisyah, ada rasa senang dan sedih di benaknya, senang karna ini adalah hari yang telah ditunggu selama empat tahun lamanya, dan sedih karna kedua orang tuanya tidak dapat menghadirinya.


"Selamat ya sayang" ucap Bibi lembut pada Aisyah. Aisyah memaksakan senyumannya karna dalam hatinya dia sangat menginginkan kehadiran kedua orang tuanya dan seseorang yang telah di pilihnya dulu.


"Aisyah" panggil seseorang lembut pada Aisyah.


"kak Farhan" jawab Aisyah menganggukan kepalanya sesaat sebagai hormat pada Rektornya.


"Selamat ya" ucap Farhan tersenyum.


"Syukron kak, semua ini atas bantuan kak Farhan" ucap Aisyah tersenyum.


"Semua ini atas perjuangan kamu" ucap Farhan tegas.


"Kamu beneran mau pulangbke Indonesia?" tanya paman tiba-tiba.


"Iya paman, Aisyah kangen abi sama umi" jawab Aisyah lembut dengan mata berbinar binar. Farhan yang mendengar ucapan Aisyah yang akan kembali ke Indonesia sedikit kaget di buatnya, ia tak bisa jauh dari wanita yang di cintainya ini.

__ADS_1


"Syah" panggil Farhan.


"Iya kak" jawab Aisyah.


"kamu mau kembali ke Indonesia?" tanya Farhan sendu.


"Iya kak Insya Allah" jawab Aisyah, bukannya Aisyah tak tau yang difikirkan Farhan, namun dia berusaha tenang.


"Tidak bisakah kamu tetap disini?" tanya Farhan ragu.


"Maaf kak, aku gak bisa disini, disini bukanlah tempatku, aku hanya menuntut Ilmu disini, saat aku telah selesai maka aku akan kembali" ucap Aisyah lembut dan tenang.


"Bagaimana dengan lamaranku?" tanya Farhan tiba-tiba dengan ragu. Aisyah bingung harus menjawab apa, dia tak mau menyakiti perasaan Farhan namun dia juga tak bisa membohongi dirinya sendiri, sungguh dia ingin bertemu dengan Revan, menghilangnya Revam tiba-tiba membuat Aisyah bingung dan cemas, maka dari itu ia memutuskan pulang secepatnya setelah wisuda, karna ia bermaksud mencari Revan dan meminta penjelasannya.


"Maaf kak, aku tidak bisa menerimanya" ucap Aisyah jujur.


Deg


"Kenapa?" tanya Farhan ragu, sungguh hatinya sakit dan baru kali ini ia rasakan.


"Kak Farhan sudah ku anggap seperti kakakku sendiri seperti kak Fadhil" ucap Aisyah jujur.


Farhan terdiam dalam lamunan, ia menunduk menahan tangisan, ia hembuskan nafas kasarnya, lalu diangkat wajahnya menatapa Aisyah, ia tersenyum dan mengangguk lalu pergi dengan tiba-tiba.


"kak Farhan" panggil Aisyah saat Farhan meninggalkannya, ia merasa tak enak hati pada Farhan.


"Kak Farhan" panggil Aisyah lagi berlari menghadang Farhan.


"Maaf" ucap Aisyah.


"Tidak apa-apa" ucap Farhan lirih dengan tatapan sendu menatap Aisyah.


"Terima kasih atas bimbingannya" ucap Aisyah.

__ADS_1


"Sama - sama" ucap Farhan dengan senyuman yang dipaksakannya.


Setelah berbicara dengan Farhan, Aisyah pulang bersama paman dan bibinya, sesampainya di rumah ia langsung merapikan pakaian dan barang-barangnya untuk pulang ke Indonesia, ia meras tak sabar bertemu dengan kedua orang tua sahabat dan Revan.


Aisyah langsung menghubungi Fadhil untuk menjemputnya esok hari di bandara, dan hari ini, ia akan menghabiskan waktunya di Qairo bersama paman dan bibinya.


*******


"bagaimana vin?" tanya Rendi.


"belum ada perkembangan om" jawab Kevin sedih.


"aaarrgghh" teriak Rendi frustasi.


"Sabar om, kita terus berusaha yang terbaik" ucap Kevin pada Rendi.


"Kenapa? kenapa harus Revan" ucap Rendi sedih.


"Karna Revan yang akan mewarisi seluruh kekayaan Ardana perdana" ucap Kakek.


"kalau begitu batalkan pewarisannya, biar Revan hidup dengan tenang pa" ucap Rendi memohon.


"tidak bisa Rendi, jika harta kekayaan keluarga kita jatuh kepada Mama kamu, maka dia akan sewenang wenang pada kita semua, bukan hanya kita tapi pada semua orang yang berhubungan dengan kita" ucap Kakek dingin.


"Tapi...


******


hai hai readers, maaf ya bab ini aku revisi, soalnya bab yang kemarin kehapus hehehe..


Hayo ada apa dengan Revan ya??


Like komen dan vote oke

__ADS_1


__ADS_2