
Setelah kepergian Revan dari rumah abah, datanglah tiga mobil hitang di depan rumah abah, tak lama sang pemilik membuka pintu nobil dan terlihatlah Samuel dan nenek yang turun dari mobil, mereka bergegas masuk ke rumah abah.
tok tok tok
pintu diketuk oleh Samuel, tak lama abah membuka pintu dan tersenyum menatap Samuel, pikir abah Samuel mau menjemput Clara karna sakit, Abah mempersilahkan keduanya masuk.
"langsung saja kyai Ahmad, perkenalkan ini adalah neneknya Revan" ucap Samuel dengan menunjuk nenek. Abah tersenyum dan tak menyangka bahwa Revan Clara saling kenal.
"boleh tolong panggilkan Revan dan Clara" pinta Samuel.
"Iya pak samuel, sebentar" ucap Abah lalu ke dalam rumah, abah menyuruh Fadhil untuk memanggilkan Revan, dan menyuruh Aisyah untuk memanggilkan Clara.Fadhil segera menuju asrama Revan, begitu pula dengan Aisyah.
Revan baru saja tiba di asrama, saat ia ingin berbaring, tiba tiba pintu asramanya di ketuk, Revan membuka pintu, dan terlihatlah Fadhil.
"Assalamualaikum" ucap Faddhil singkat.
"waalaikum salam kak" ucap Revan tersenyum lebar. Fadhil mengernyitkan dahinya heran, kenapa Revan memanggilnya kak pikirnya penasaran.
"Kan kamu calon kakak sepupu ipar ku" ucap Revan karna melihat Fadhil yang heran dengan panggilannya.
"Haish siapa juga yang mau punya adik sepertimu" ucap Fadhil ketus.
"Owhhh begitu, aku akan bilang pak kyai" ucap Revan mengancam.
"huh sudahlah... Pak kyai memanggil kamu" ucap Fadhil.
"Kenapa?" tanya Revan bingung, pasalnya pak kyai baru saja bertemu dengannya. Fadhil mengangkat bahunya tidak tau.
Lalu mereka menuju ke rumah abah, setelah mengajak Kevin untuk menemani Revan. Saat tiba di rumah abah, Revan merasa kenal dengan mobil yang terparkir tepat di depan rumah abah, pasalnya plat mobilnya
"assalamualaikum" ucap Revan Fadhil dan Kevin.
"Waalaikum salam" jawab abah dan mempersilahkan ketiganya masuk.
Revan masuk ke dalam, dan kaget saat melihat neneknya berada di dalamnya, pikirnya sejak kapan nenek berada di Indonesia.
"Revan" panghil nenek lembut, lalu Revan mencium tangan nenek dan duduk di sampingnya.
Tak lama kemudia Aisyah dan Clara tiba di rumah abah, Aisyah terkejut melihat Revan, karna dia masih malu untuk bertemu. sedangkan Clara, tidak merasa terkejut dengan keberadaan Samuel dan nenek karna dia telah mengetahuinya.
Clara duduk di samping Samuel, dan saat Aisyah akan masuk ke dalam, Revan menahannya.
"Aisyah, kamu disini saja, ada yang mau aku kenalkan" ucap Revan lembut mencagat Aisyah. Aisyah mengangguk lalu duduk di samping abah, Sedangkan nenek yang melihat Reva menahan Aisyah, hanya tersenyim kecut pada Aisyah.
__ADS_1
"Cih.. Ternyata wanita ini yang membuat Revan berubah" ucap nenek dalam hatinya.
karna kesal meluhat cucunya yang fokus mentap Aisyah, nenek tidak sabar untuk mengungkapkannya, nenek mengambil berkas dari dalam Tasnya.
"Langsung saja, saya tak mau berlama lama disini" ucap nenek ketus. Semua orang langsung menatap nenek.
"Kehadiran saya kemari karna akan menjodohkan Revan dengan Clara" ucap nenek menjeda ucapannya, Revan membulatkan matanya tak percaya akan ucapan nenek.
Aisyah yang mendengarnya langsung menutup matanya, berusaha tegar, dan matanya langsung berkaca kaca, baru saja dia menerima Revan untuk menjadi imamnya, namun Revan telah dijodohkan dengan Clara.
Aisyah berusaha tersenyum dalan kesedihan yang mendalam, walaupun dia belum mengetahui perasaannya yang sebenarnya pada Revan, namun dia telah merasa nyaman.
"Mungkin ini jawaban dari sholat istighorohku yang sebenarnya, dan mungkin pertanda yang dalam mimpi itu salah" ucap Aisyah dalam hatinya yang pilu.
"Tidak! Revn gak mau dijodohkan dengan Clara" ucap Revan menentang nenek.
"kamu tidak bisa menolak permintaan nenek Revan! ini sudah keputusan nenek!" ucap Nenek tegas.
"nenek mau kamu menikah dengan segera" tambah nenek.
"baik Revan akan menikah" ucap Reban, nenek tersenyum mendengar Revan menuruti perintahnya.
"Revan akan menikah dengan Aisyah bukan dengan Clara" ucap Revan lantang.
"Nenek tidak akan merestuinya" ucap nenek keras.
"Aku gak butuh restu dari nenek" ucap Revan emosi.
Aisyah terdiam dan menghela nafasnya berat.
"Aisyah kamu mau kan nikah sama aku?" tanya Revan lembut dengan seribu harapan.
Aisyah menegakkan badannya, mencoba berani menatap Revan, dia tersenyum dalam kesedihan menatap Revan. Saat meluhat senyuman Aisyah, Revan tersenyum, Revan yakin jika Aisyah mau menikah dengannya segera.
"Menikahlah dengan Clara" ucap Aisyah dengan tersenyum dan mata yang berkaca kaca. Revan tak percayaendengarnya, ia meneteskan air matanya yang ia tahan.
"Kenapa?" tanya Revan memelas.
"Aku tidak bisa menikah, jika keluarga calon suamiku tak menerimaku" ucap Aisyah bergetar dengan tetap tersenyum.
"Bagaimana Revan" tanya nenek dengan seringai liciknya.
"Aku tetap tidak mau nek" ucap Revan lantang.
__ADS_1
"Tapi kenapa?" tanya nenek frustasi.
"Revan tidak mencintai Clara" ucapRevan berdiri dan akan pergi.
"jika kamu pergi, pesantren ini akan hancur" ucap Nenek tiba tiba, semuanya membelalakkan matanya tak percaya akan ancaman yang diberikan nenek.
Revan berhenti seketika, ia berbalik menatap neneknya.
"Maksud nenek apa?" tanya Revan.
"Ini adalah sertifikat tanah ini yang telah diberikan Randi pada kyai Ahmad" ucap nenek dengan mengangkat berkasnya.
Abah tak percaya mendengar ucapan nenek, jadi yang mengambil sertifikatnya adalah keluarga Ardana Perdana.
"itu tidak mungkin" ucap Revan.
"itu tidak akan berpindah tangan jika pak kyai tidak menanda tanganinya" ucap Revan cepat.
"Siapa bilang" ucap nenek licik.
Aisyah berjalan mendekati Revan, ia berlutut dihadapan Revan dengan tiba tiba.
"tolong, menikahlah dengan Clara" Pinta Aisyah dengan air mata yang mukai menetes.
"Syah bangun" perintah Revan.
"Aku tidak akan bangun sebelum kamu menerimanya" ucap Aisyah bergetar.
"Aku gak bisa syah" ucap Revan frustasi. Abah yabg melihat putrinya berlutut, langsung mencoba membangunkannya, Namun Aisyah tetap tidak mau.
"Syah...
"Demi aku dan pesantren ini, aku mohon" pinta Aisyah tetap berlutut dengan air mata yang mulai deras membasahi Wajahnya.
Revan hanya bisa terdiam, dia memohon semoga ada keberuntungan untuknya.
"Baiklah" ucap Revan terpaksa, nenek tersenyum senang begitu pula dengan Samuel, namun..
"Itu tidak akan terjadi.....
*******
hai hai readers, maaf ya sekarang aku jarang up karna masih UAS and ngisi rapot, jadi author sibuk banget kemaren kemaren.
__ADS_1