Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
TIDAK!


__ADS_3

Revan telah bersiap menjemput tante milla di bandara bersama dengan Kevin, lalu Revan mengendarai mobilnya menuju rumah Clara untuk menjemputnya, sungguh Revan tak ingin Clara ikut bersamanya, tapi jika Clara tidak ikut, maka ayah dan nenek Revan akan berseteru.


tiba Revan dan Kevin di rumah mewah dengan taman yang luas dan dinding berwarna putih dengan pilar2 yang kokoh. Revan dan Kevin di jemput salah satu bodyguard keluarga Clara yang membimbing mereka masuk ke dalamnya.


"assalamualaikum" ucap Revan dan Kevin bersamaan saat memasuki rumah tersebut, bodyguard yang mendengarnya sedikit kaget, karna tamu yang di sambutnya adalah orang muslim yang hanya minoritas di Belanda.


"Revan..." panggil wanita cantik dengan pakaian yang super sexy turun dari tangga. Revan yang melihat Clara langsung mengalihkan pandangannya Begitu Juga yang dilakukan oleh Kevin.


"mau minum apa?" tanya Clara dengan suara manja yang membuat Revan muak mendengarnya.


"kita langsung berangkat" ucap Revan berdiri mengabaikan Clara.


"Revan.." panggil seseorang dari belakang Clara. Revan melihat ke arah sumber suara yang memanggil namanya.


"Om samuel..." ucap Revan lalu menyalami papa dari Clara.


"apa kabar? udah lama tidak kemari" Tanya Samuel Tersenyum.


"baik om Alhamdulillah..." jawab Revan. jawaban yng di berikan Revan membut samuel mengernyitkan dahinya heran.


"owh... Ya, kalian mau kemana?" tanya Samuel.


"mau jemput tante Millan om" jawab Revan sopan.


"Milla? Milla istri adiknya ayah kamu?" tanya Samuel Pada Revan.


"iya om.." jawab Revan singkat.


"ya sudah.. Take care ya" ucap Samuel, lalu mereka bertiga menuju bandara. Sedangkan Samuel menelphone neneknya Revan, mempertanyakan perubahan sikap Revan.


tak butuh waktu lama, Revan Kevin dan Clara tiba di bandara, lalu mereka bertiga menunggu kadatangan tante Milla.


Saat sedang menunggu, terlihat ada perempuan berhijab cantik dan elegan melambaikan tangan pada Revan, karna tak mendapatka respon dari Revan, perempuan itu menghampiri Revan bersam dengan anak lelakinya.


"assalamualaikum..." ucap Milla saat tiba di hadapan Revan, Revan yang mendengar langsung menegakkan kepalanya menatap wanita berhijab yang sangat cantik dengan senyuman yang damai.

__ADS_1


"wa waalaikum salam..." jawab Revan sedikit gugup sekaligus kaget.


"tante.." ucap Revan menyalami Milla.


"hey... Ilham..." ucap Revan mengelus kepala ilham anak tante milla.


"Mari tante.. Kita ke mobil, udah di tunggu sama nenek" ucap Revan dengan mengambil koper yang di bawa Milla. Mereka langsung menuju Rumah Sakit, karna milla ingin melihat keadaan kakek.


"tante mau makan sesuatu?" tanya Revan saat akan masuk ke dalam Rumah sakit, milla hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis. lalu mereka langsung menuju ruangan kakek.


"assalamualaikum.." ucap Revan saat membuka pintu. nenek melihat ke arah Revan dan melirik ke belakang Revan, dan terlihatlah milla yang begitu anggun sedang tersenyum menatap nenek.


"sudah sampai?" tanya nenek ketus.


"alhmdulillah sudah ma.. Baru saja" ucap milla menyalami nenek.


"bisa datang juga kamu" ucap nenek tersenyum sinis menatap milla.


"alhamdulillah ma.. Maaf kalau milla baru bisa datang sekarang" ucap Milla lirih.


"Revan... Tadi papanya Clara menelphone nenek tentang sikap kamu" ucap nenek beralih menatap Revan.


"Aisyah Bukan pengaruh buruk buat Revan nek, karna dia Revan menjadi lebih baik lagi" sanggah Revan Dengan tegas.


"nenek tidak mau kamu berhubungan dengannya" ucap nenek dengan suara meninggi.


"mama tidak berhak melarang Revan" ucap Rendi dengan keras.


"Rendi, kamu tidak usah ikut campur" ucap nenek keras.


"mama yang tidak usah ikut campur urusan keluarga Rendi" ucap Rendi dengan menekan Setiap perkataanya.


"Rendi, mama tidak mau nasib Revan sama seperti Randi adik kamu" ucap nenek sinis menatap Milla, milla yang merasa tersindir akan ucapan nenek Hanya bisa meneteskan air mata.


"maksud mama apa?" tanya Rendi Emosi.

__ADS_1


"gara2 wanita ini.. Randi meninggal, karna wanita ini Randi selalu menentang mama" ucap Nenek menunjuk ke arah milla.


"mama! itu bukan salahnya milla, itu sudah takdir" ucap Rendi keras menggema.


"sudah mas.. Cukup" ucap Milla sendu menatap Rendi.


"Revan! nenek mau kamu menikah dengan Clara!" ucap nenek menatap Revan, Revan yang mendengarnya langsung membelalakkan matanya.


"tidak! nek.. Revan tidak mau" ucap Revan dingin.


"nenek tidak mau tau.. Kamu harus menikah dengan Clara!" ucap nenek menekan setiap kata-katany.


"TIDAK! Revan berhak memilih sesuai keinginanya" ucap lelaki paruh baya yang sedang berbaring menatap tajam semuanya dari tempatnya


"kakek!" ucap Revan kaget. Lalu mereka semua menghampiri kakek yang baru saja sadar. dan Rendi segera memanggil dokter.


Setelah di periksa oleh dokter, dan dokter mengatakan bahwa kakek sudah sadar dan keadaanya lebih baik dari kemarin, semua orang mengucapkan syukur lalu masuk ke dalam.


"Sonya! hilangkan keegoisanmu" ucap kakek Tegas pada nenek saat semuanya menghampiri kakek.


"jangan kau salahkan menantuku, jangan kau salah mereka semua, dan jangan kau larang cucuku untuk bahagia" ucap kakek dengan penekanan.


"pa.. Papa tenang dulu, papa baru saja sadar" ucap Rendi mengelus taangan kakek.


"iya pa.. Benar kata mas Rendi, papa istirahat dulu" ucap Milla tersenyum.


"Tidak! jika tadi papa tidak mencegahnya, maka sonya ini akan memaksa cucuku menurutinya" ucap kakek.


"sebenarnya.. Aku sudah sadar saat Milla mengucapkan salam yang sangat teduh dan damai di dengar, tapi aku tidak bangun karna ingin mendengarkan apa yang akan terjadi" ucap kakek menjelaskan.


"Revan! kamu berhak memilih apa yang kamu akan pilih" ucap kakek lembut menatap Revan.


******


Hai readers yeay.. Kakek udah bangun ni, terus apakah Revan akan segera pulang? apakah Revan tetap di Belanda? apakah Aisyah akan menunggu kepulangan Revan?

__ADS_1


Ayo... Ikuti terus kelanjutan ceritanya ya...😉😉


Jngan lupa like, komen dan vote ya😌🙏🙏


__ADS_2