
Pagi hari Aisyah terbangun untuk melaksanakan sholat subuh, di tatapnya Revan yang masih terbaring lemah, Aisyah terdiam cukup lama, menatap lekat wajah Revan.
"Astaghfirullah" ucap Aisyah tersadar dari dosa.
(Ya Allah, ampunilah dosaku).
Aisyah berdiri hendak membangunkan Risa yang menemaninya merawat Revan. Lalu mereka mengambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Setelah melaksanakan sholat, Aisyah kembali duduk di samping ranjang Revan, Aisyah mengaji dengan sepenuh hati, Aisyah kembali menangis tersedu sedu, lalu Aisyah melihat Revan yang ternyata ikut menangis, Risa menghampiri Aisyah dan melihat air matabRevan yang mengalir.
"Syah.." panggil Risa pelan. Aisyah hanyabtersenyum menatap Risa dan kembali menatap Revan.
"Van hiks, aku tau kamu bisa mendengar suaraku hiks, aku menunggumu bangun hiks, bangun dari tidur panjangmu hiks, dan aku gak mau kamu tidur untuk selamanya hiks, meninggalkanku...
Aisyah menahan tangisnya, Risa langsung memeluknya dan mengusap punggung Aisyah.
"hiks hiks meninggalkanku untuk selamanya hiks...
"Syah" panggil Risa lirih dengan terus mengusap punggung Aisyah. saat Aisyah masih tetap menangis dalam pelukan Risa, tiba tiba....
Tiiiitttttttttttttttt
Aisyah langsung melihat ke arah monitor, dan terlihatlah garis lurus, Aisyah dan Risa membelalakkan matanya.
"Van, Revannn van van.." panggil Aisyah Khawatir dan menangis.
"panggil dokter syah, panggillll" teriak Aisyah pada Risa.
"I iya syah" ucap Risa masih syok.
"Cepattttt" teriak Aisyah pada Risa. Risa labgsung berlari keluar memanggil dokter, sedangkan Aisyah masih memencet bell memanggil perawat.
"Van Revannn vann" ucap Aisyah keras dengan menggoyangkan tubuh Revan. Lalu Aisyah terduduk dan menangis sejadi jadinya dengan tetap memanggil nama Revan.
"jangan pergi van hiks hiks hiks vannn" ucap Aisyah frustasi.
__ADS_1
Tak lama kemudian Risa kembali ke ruangan bersama dengan Dokter.
"Silahkan kalian keluar terlebih dahulu" ucap dokter pada keduanya. Aisyah dan Risa menurut dan jeluar dari ruangan. Aisyah menangis tersedu sedu, dia terduduk dilantai dengan memeluk lututnya, Risa merasa kasian melihat Aisyah seperti ini, dngan cepat Risa menghubungi Rendi dan Kevin tak lupa dengan Rani dan Nisa dan juga abah.
tiga puluh menit kemudian, Rendi kakek Milla dan Kevin tiba dengan berlari ke arah ruangan Revan, dilihatnya Aisyah yang masih menangis, Milla langsung menghampiri Aisyah. Lalu Milla memeluknya dengan erat, Aisyah menangis dalam pelukan Milla. Rendi terduduk di lantai, hatinya miris melihat anak semata wayangnya, hatinya sakit melihat Revan merasakan penderitaan, dan sangat menyalahkan dirinya karna tak mampu menjaga Revan.
Tak lama kemudian abah umi dan Fadhil tiba, Umi melihat Aisyah yang menangis dalam pelukan Milla langsung menghampirinya.
"Nak sayang" ucap Umi mengelus kepala Aisyah lembut, Umi tak tega melihat Aisyah menangis, lalu Aisyah melepaskan pelukannya pada Milla dan memeluk Umi.
"nak, yang harus kita lakukan adalah berdoa, bukan malah seperti ini" ucap Umi lembut.
"Umi hiks hiks Revan mi hiks hiks" ucap Aisyah.
"Aisyah tau bukan jika kita dalam kesulitan apa yangbharus kita lakukan?" tanya Umi lembut dan berusaha tegar.
"Sholat" ucap Aisyah lalu melespakan pelukkannya dan berdiri lalu pergi menuju mushola, Risa mengikuti Aisyah, karna takut Aisyah kenapa napa.
Aisyah berhenti di mushola dan langsung mengambil wudhu, lalu dia melaksanakan Sholat meminta kesembuhan Revan.
(ya Allah, hamba bukanlah manusia yang sempurna, hamba meminta kepadamu hiks meminta kejaiban darimu, karna sesuangguhnya engkaulah yang memberi dan yang bisa mengobati hiks hiks, jika seandainya dia memanglah jodohku, maka aku meminta padamu, jodohkanlah kami di dunia dan di syurgamu hiks hiks, namun jika dia bukan jodohku jagalah dia untukku hiks hiks).
Aisyah menghapus Air matanya dan merapikan mukenah dan pakaiannya, dia mencoba kembali tegar dan mengambil nafas dalam - dalam, Risa yang terus memperhatika Aisyah termenung, lalu Risa mengambil wudhu untuk sholat mendoakan kesembuhan Revan.
Saat Aisyah kembali, terlihatlah Rani dan Nisa, saat keduanya melihat Aisyah, keduanya langsung berhambur memeluk Aisyah erat.
"syah" panggil Rani dan Nisa.
"Sabar syah" ucap Nisa.
"jangan nangis" ucap Rani menghapus air mata Aisyah.
Setelah satu jam berlalu, dokter dan perawat yang menangani Revan keluar, seluruh keluarga langsung menghampiri dokter tersbut.
"Bagaimana keadaan anak saya dokter?" tanya Rendi.
__ADS_1
"Begini pak Rendi" ucap dokter menjeda.
"ada apa dok dengan cucu saya? jawab cepattt" ucap kakek khawatir.
"pa, sabar pa" ucap Milla, Umi memeluk Aisyah erat menenangkannya, Aisyah mulai meneteskan air matanya lagi, tak sagup jika apa yang tidak diharapkan terjadi, sedangkan dokter terdiam sejenak, dengan mata yang sedih.
"begini pak...
"Revan....
Deg deg deg
Aisyah merasa kakinya tak dapat berdiri lagi, dan tiba tiba...
Bruk....
Aisyah terjatuh pingsan.
"Aisyah" panggil semuanya.
"bawa Aisyah ke ruang perawatan" ucap Rendi . Fadhil langsung mengangkat Aisyah dan membawanya ke ruang perawatan, umi langsung mengikuti Fadhil dan duduk melihat Aisyah, umi meneteskan air matanya melihat putri kesayanganya sedih.
"Bagaimana keadaan Revan dokter?" tanya Rendi lagi..
"Revan...
*********
Hai hai readers...
Maafkanlah author yang menggantung kalian ya...
Hhahaha, nanti sore author up lagi kok😉😉
Jngan lupa like komen dan vote
__ADS_1