
Aisyah dan teman-temannnya sedang membersihkan asrama dan halamannya, karna mereka sedang libur sekolah, mereka berniat khataman al-quran bersama di masjid.
"Syah, kita khatamannya kapan?" tanya Risa sedikit berteriak.
"Nanti sekitar jam sembilan sa" jawab Aisyah. saat Aisyah akan melanjutkan menyapu, tiba-tiba dia teringat dengan Clara, Aisyah berjanji untuk mengajarinya belajar menadalami agama islam.
"Oh ya semuanya, sekalian kita khataman, kita ngajarin Clara juga ya" ucap Aisyah mendekati teman-temannya.
"Maksudnya?" tanya Rani bingung.
"Clara mau belajar sholat dan mengaji, dia minta sama aku buat ngajarinnya, trus aku bilang kalau teman-temanku juga akan membantunya" jelas Aisyah pada semuanya.
"Tunggu tunggu" ucap Risa dengan mengangkat kedua tangannya. Semua terlihat tegang karna membuat mereka kaget dan bertanya tanya. Lalu mereka mendengarkan Risa dengan serius dan sangat Fokus.
"Clara itu siapa ya?" tanya Risa bingung melihat pada semuanya. Sontak membuat sahabatnya menghela nafas kasar, mereka kira ada berita penting yang akan di sampaikan Risa, ternyata hanya tidak tau Clara.
"Hadehhh Risa Risa, kirain ada apaan, ternyata cuma nanyain itu" dengus Nisa kesal.
"Ya kan aku gak tau Clara itu siapa" ucap Risa jujur.
"Clara itu yang kemarin debat sama Revan di sawah" ucap Rani.
"Apa!" teriak Risa tak percaya.
"masak sih? jangan bilang kalian lagi becanda" ucap Risa serius.
"siapa sih yang lagi becanda, tanya aja sama Aisyah kalo gak percaya" ucap Nisa. Lalu Risa langsung menoleh ke arah Aisyah dengan tatapan tajam, setajam silet(ini mau promosi ya Wkwkw๐)
"Iya Risa, jawaban Rani benar" ucap Aisyah lembut dengan tersenyum manis.
"harus ya ngajarin dia?" tanya Risa kesal.
"memangnya kenapa?" tanya Nisa bingung dengan sikap Risa.
"Dia itu.....
Risa menggantung ucapannya, yang membuat sahabatnya serius mendengarkannya, mereka menundukkan kepala menyatu menunggu Risa melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Dia itu.... Cantik" ucap Risa kesal, dan seluruh sahabatnya kesal karna tingkah Risa yang menyebalkan.
"Iiiihhhhhhhh Risaaaaa, kamu tu bikin tegang tauk" ucap Nisa kesal.
"Sok sok serius, tapi malah becanda" Tambah Nisa. Namun Rani dan Aisyah hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Risa.
"Yeeeee aku serius, dia itu cantik, badan bagus, keturunan buklek-buklek gitu" ucap Risa.
"Bule kali sa, bukan buklek" ucap Rani membenarkan dengan tertawa pelan.
"ya itu maksudnya" ucap Risa.
"ya apa hubungannya jika Clara itu cantik?" tanya Aisyah pada Risa.
"ya karna dia cantik, nanti aku tersaingi, cukup kalian saja yang menjadi saingan aku, aku gak mau nambah saingan lagi" ucap Ris kesal dan membuat seluruh sahabatnya tertawa, mereka kira Risa tidak menyukai Clara, ternyata karna Risa tidak mau kalah saing.
"Risa, kita kan niatnya membantu, bukan untuk mencari saingan" ucap Aisyah.
"iya deh iya syah" ucap Risa cemberut.
"waahhhh iya nis aku tau kok" ucap Risa dengan pd nya.
Setelah perdebatannya, mereka pergi ke menuju masjid bersama sama, tak lupa Aisyah memanggil Clara untuk belajar mengaji bersama.
Aisyah dan Clara telah tiba di masjid yang di dalamnya telah ada sahabat Aisyah yang telah menunggu.
"Clara kenalkan ini Nisa, Rani, dan Risa" ucap Aisyah mengenalkan seluruh sahabatnya.
"Hayy... Aku Clara" ucap Clara menyalami mereka satu persatu.
"Ya udah yuk kita mulai belajarnya" ajak Aisyah pada mereka semua.
Aisyah 30 juz dalam al-qur'an pada Risa Nisa dan Rani, karna Aisyah yang akan mengajari Clara terlebih dahulu, maka dari itu Aisyah tidak ikut mengkhatamkan al-qur'an.
"Apa yng akan kita pelajari terlebih dahulu?" tanya Clara bingung.
"kita akan belajar mengaji terlebih dahulu" ucap Aisyah lembut.
__ADS_1
"Baiklah" ucap Clara dengan semangatnya.
Aisyah mulai mengajari Clara dengan jilid pemula ustmani, ia mengenalkan huruf-huruf hijaiyah pada Clara, lalu mempraktekan pelafalannya, Clara memperhatikan Aisyah dengan serius, lalu ia juga mempraktekkan yang diajarkan oleh Aisyah, Clara begitu semangat, hingga ia begitu keras melafalkannya.
"Hahahhaa ternyata seru ya" ucap Clara setelah suaranya yang mulai habis.
"Iya, belajar ustmani memang seru dan menyenangkan" ucap Aisyah tersenyum lebar.
"ini rasanya memiliki teman? ya Tuhan, ini sangat menyenangkan" batin Clara.
"Aku beruntung telah berada disini, mengenal agamaku dan aku tak pernah merasa sendiri disini" batin Clara dengn mata yang berkaca-kaca.
"Nah... sekarang kita belajar Sholat" ucap Aisyah dengan menutup jilidnya.
Aisyah berdiri dan siap mempraktekkan gerakan sholat. Tak lupa Aisyah menjelaskan syarat sah sholat dan syarat wajib sholat sekaligus dengan rukun-rukun sholat.
Setelah mempraktekkan gerakan sholat, Aisyah menyuruh Clara mempraktekkannya ulang, setelah Clara bisa, Aisyah menyuruhnya untuk menghafalkan surat al-fatihah dengan tulisan latin karna Clara belum bisa membaca tulisan arab.
Aisyah begitu sabar mengajari Clara, hingga tak terasa waktu telah memasuki waktu dzuhur, lalu mereka segera kembali ke asrama untuk mengambil mukena dan juga berwudhu, nanti setelah dzuhur, mereka akan melanjutkannya lagi.
Clara mengikuti gerakan wudhu Aisyah, dan Aisyah menuntun Clara untuk melafalkan niat berwudhu dan setelah wudhu. Aisyah terlihat begitu sabar mengajari Clara, walaupun Clara selalu salah, namun Aisyah tak pernah memarahinya.
"Aku baru pertama kali melihat seseorang yang tulus mengajariku, biasanya mereka berteman denganku hanya karna aku cantik dan kaya" ucap Clara dengan menatap punggung Aisyah yang telah meninggalkannya untuk mengambil mukena.
Seluruh santri menuju masjid untuk menunaikan sholat dzuhur berjamaah.
*******
Hai Readers, aku mau kasih tau ya!
Clara belum mengetahui jika Aisyah adalah perempuan yang disukai oleh Revan, dan Aisyahlah yang sudah membuat Revan berubah menjadi lebih baik.
Kira-kira kalau Clara tau, gimana ya reaksinya ya readers???.
Tungguin terus kelanjutannya....
Jangan lupa like, komen dan vote๐๐๐
__ADS_1