
Hari minggu tiba, hari dimana kedua orang tua Reza datang menemui abah dan umi, Reza telah bersiap menunggu kedatangan mereka di dekat rumah abah.
"Za.. orang tua antum beneran kesini?" tanya ricko penasaran.
"iya ko.. Mereka mau dateng, katanya sekalian silaturahim" ucap Reza tersenyum lebar.
tak lama kemudian ada mobil putih memasuki area pesantren, siapa lagi jika bukan orang yang di tunggu-tunggu Reza.
"assalamualaikum" ucap ustadz wijaya menghampiri Reza beserta uminya.
"waalaikum salam abi" ucap Reza dengan menyalami kedunya.
"kayfa haluka?" (كيف حالك) tanya ustadz wijaya pada reza. (apa kabar).
"alhamdu lillah 'ana jayid" (الحمد لله أنا جيد) jawab Reza. ( alhamdulillah aku baik).
"umi.. " ucap Reza dg memeluk uminya dg erat.
"ya sudah ayo kita masuk" ajak umi sambil melepaskan pelukan putranya, Reza mengangguk dan berjalan di belakang kedua orang tuanya.
"za.. kalau gitu ana mau balik ke asrama ya" ucap Ricko.
"iya ko.. Do'ain ya" ucap Reza menepuk Pelan pundak Ricko.
"iya.. Sukses ya.." ucap Ricko meninggalkan Reza.
Dengan cepat Rezza menyusul kedua orang tuanya masuk ke dalam rumah abah.
"assalamualaikum" ucap Reza masuk ke dalam rumah abah.
"waalaikum salam" ucap abah dan kedua orang tuanya serempak.
"apa kabar ni ustadz wijaya?" tanya abah dengan tersenyum.
"alhamdulillah baik.." jawab ustadz wijaya tersenyum lebar.
"mana ibu nyai nya?" tanya ustadz wijay tersenyum.
"ada di dalem.. bentar lagi juga keluar" jawab abah. tak lama kemudian umi keluar dengan membawa minuman.
"ngerepotin jadinya" ucap ustadza wijaya bercanda.
__ADS_1
"yaelah.. kalau cuma gini aja gk bakal ngerepotin" jawab abah tertawa kecil.
"mari diminum ustadz wijaya, umi wijaya, nak reza" ucap umi menawarkan dengan tersenyum manis.
"iya terima kasih.." jawab umi.
"ahmad.. Mana si Aisyah?" tanya ustadz wijaya.
"lagi di panggil jaya.. gak sabaran amat" ucap abah tersenyum mengejek.
"iya-iya" ucap ustadz wijaya.
ayahnya Reza dan abahnya Aisyah memang bersahabat sejak masih di bangku sekolah, di saat mereka di pertemukan dalam satu pondok pesantren yang membesarkan nama keduanya, tidak berbeda dengan abah, ustadz wijaya juga mempunyai pesantren tetapi dengan kuota yang sedikit dan hanya untuk santri putra saja, pesantren yang di pimpin ustadz wijaya berbeda dengan abah, karna pesantren ustadz wijaya hanya terkususkan untuk mondok tidak dengan bersekolah.
******
"assalamualaikum" ucap santri putri mengetuk pintu asrama Aisyah.
"waalaikum salam" jawab risa dengan membuka pintu.
"ukhti Aisyahnya ada tidak ti?" tanya santri tersebut.
"ada.. emang kenapa?" tanya Risa.
"owh.. Gitu, iya nanti aku sampaikan" ucp Risa.
"ya udah ti, assalamualaikum" ucp santri tersebut meninggalkan asrama Aisyah.
"syah.. Di panggil pak kyai" ucap Risa menghampiri Aisyah yg tengah membaca buku.
"kenapa?" tanya Aisyah.
"gak tau.. Tadi ada santri kesini, si suruh panggil kamu" ucap Risa.
"owh.. Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya" ucap Aisyah sambil merapikan bukunya.
"assalamualikum" ucap Aisyah meninggalkan asramanya.
saat Aisyah telah berada di depan rumah, Aisyah memperhatikan mobil yang berada di depan rumahny itu, aisyah lupa jika orang tua Reza akan kemari untuk menta'aruf dirinya.
"assalamualaikum" ucap Aisyah masuk kedalam rumahnya, ia melihat ke tamu yang datang, aisyah kaget karna kedatangan irang tua Reza sekaligus Reza yg berada di samping kedua orang tuanya, sontak membuatnya ingat akan yg di omongkan Reza waktu di sekolah kemarin.
__ADS_1
"waalaikum salam" jawab semuanya dengan tersenyum menatap Aisyah. setelah bersalaman Aisyaj duduk di samping umi tepat di hadapan Reza. Aisyah merasa gugup sekaligus khawatir jika benar yang dikatakan Reza untuk menta'aruf dirinya saat ini.
"Aisyah tambah cantik" ujar Umi wijaya tersenyum lebar menatap Aisyah yg hanya menundukkan kepalanya.
"baiklah ahmad.. langsung saja ya" ucap ustadz wijaya sambil melirik ke istri dan anaknya, Reza hany menganggukkan kepalanya saat abinya menatapnya.
"kedatangan kami kemari.. Untuk menta'aruf Aisyah dengan Reza" ucap ustadz wijaya lantang.
"bagaimana menurut antum?" tanya ustadz wijaya pada abah.
"kami senang kalian datang kemari jauh-jauh, kami juga senang kalian berniat menta'aruf putri kami, hanya saja Aisyah telah kami jodohkan dengan lelaki lain" ucap abah lantang.
Reza yang mendengar penuturan kyai, langsung membuat perasaan Reza sakit, sangat sakit yg dirasakannya, hatinya berkecamuk antara marah, kecewa dan sedih menjadi satu. terlihat jelas matanya memerah dan berbinar-binar, ia merasakan sakit yang teramat dalam hingga ia tak mampu menahan kesedihannya. reza menutup matanya dalam, ia mencoba menahan kesedihannya saat ini.
"dijodohkan? dengan siapa?" tanya ustadz wijaya pada abah.
"dengan seseorang yang telah melamar Aisyah sekitar satu bulan yang lalu" ucap abah.
"Kenapa antum tidak bilang jika Aisyah telah di jodohkan?" tanya ustadz wijaya.
"kan antum tidak tanya" jawab abah.
"ya tapikan Kami...
"saya belum selesai bicara jaya" ucap abah memotong ucapan ustadz wijaya.
"saya memang telah menjodohkan Aisyah dengan lelaki lain, tetapi saya tidak memaksanya jika dia menerima lelaki lainnya" ucap Abah.
"saya serahkan kepada Aisyah untuk memilih" Tambah abah. sontak Reza yang mendengarnya langsung menegakkan kepalanya menatap Aisyah yang tetap menunduk, dia berdoa semoga Aisyah menerimanya. Sedang Aisyah yang mendengar perkataan abahnya langsung merasa bingung harus menjawab apa, dia bingung harus bagaimana saat ini.
"Aisyah.." panggil abah lembut dengan menatap ke arah Aisyah. aisyah yang merasa dirinya di panggil langsung menegakkan kepalanya menatap abah.
"bagaimana nak? apa kamu terima?" tanya abah tersenyum. aisyah menatap lekat mata abahnya, sesungguhnya dia memilih lari dari tempatnya, dia ingin lari jauh dan menghindarinya.
"Aisyah.....
*****
hai hai Readers...
hayo tebak Aisyah mau jawab apa ya?? tungguin terus kelanjutan ceritanya..
__ADS_1
Jngan lupa like, komen dan vote sekalugus favorite ya😉😉😉