Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Miniatur kincir angin


__ADS_3

Clara melihat pemandangan pesantren dari balkon kamar hotelnya, sesekali terlihat senyuman di wajahnya saat memandangi pesantren dengan keramaian, Melihat para santri berlarian, tertawa dan bergembira bersama. Jauh di lubuk hatinya, Clara ingin merasakan berada di sana, merasakan pertemanan yang tak pernah ia temui sebelumnya, dan saat termenung dalam pandangannya, Clara teringat pada sosok wanita yang selalu ada untuknya, wanita yang sangat lembut dan selalu menemani kesehariannya.


"Clara!" panggil Samuel tiba-tiba. Clara yang kaget akan kehadiran ayahnya langsung mengusap air matanya.


"Iya pa" jawab Clara berbalik menghadap Samuel.


"Kamu sedang apa?" tanya Samuel dingin menatap tajam Clara.


"Clara hanya lihat pemandangan pa" jawab Clara.


"Sudah tiga hari kita berada di sini, besok kita akan menjalankan rencana kita" ucap Samuel mendekat ke arah Clara.


"Apa yang akan kita lakukan besok pa?" tanya Clara bingung.


"Besok... Kamu akan ke Pesantren itu" ucap Samuel menunjuk ke arah Pesantren al-ikhlas.


"Apa! kenapa pa?" tanya Clara kaget.


"Ini bukan rencana awal kita pa" ucap Clara.


"Papa telah mengubah rencananya, papa mau kita bermain secara halus saja" ucap Samuel tersenyum licik.


"Maksud papa?" tanya Clara bingung.


"Kamu akan ke pesantren itu dan berpura-pura menjadi santri baru" ucap Samuel.


"Ma Maksud papa aku akan berhijab?" tanya Clara kaget.


"Iya, tepatnya kamu berpura-pura!" ucap Samuel menekan setiap perkataannya.


"Lalu aku akan tinggal disana?" tanya Clara.


"Iya, kamu akan tinggal disana dan mencoba menggoda Revan" ucap Samuel.


"yang benar saja pa? aku tidak mau" tentang Clara.


"Kamu harus mau! dan jangan membantah!" ucap Samuel meninggalkan Clara.


"Pa!.." teriak Clara.


"Aarrrrghhhh... Hik hiks hiks " tangis Clara dengan terduduk di lantai.


"Ma.. Kenapa mama pergi meninggalkan Clara hiks hiks kenapa papa begitu jahat pada Clara ma hiks hiks hiks" ucap Clara terisak dalam tangisnya.


********


"Assalamualaikum" ucap Rendi membuka pintu dengan menghampiri Milla dan Kakek.


"Waalaikum salam" jawab Milla dan kakek bersamaan.

__ADS_1


"Pa..." ucap Rendi dengan menyalami kakek.


"Milla, saya bawa makanan, kamu dan ilham makan dulu saja" ucap Rendi dengan menyerahkan makanan yang di bawanya.


"Iya mas" ucap Milla mengambil makanannya.


"Pap udah baikan?" tanya Rendi duduk di samping ranjang kakek.


"Sudahlah, papa sudah sehat, sebentar lagi juga pulang" jawab kakek tersenyum lebar.


"Mama mana Ren?" tanya kakek penasaran.


"Mama gak bisa ikut pa, katanya ada urusan di kantor" ucap Rendi.


"Kenapa bukan kamu yang mengurusi kantor papa?" tanya kakek bingung.


"Rendi gak enak sama Mama pa, kan Mama yang udah mengambil alih kantor semenjak papa sakit, Rendi gak enak kalo tiba-tiba mengambil alih kantor pa" jawab Rendi sendu.


"Yah... Tapi kamu kan tau mama kamu itu seperti apa" ucap Kakek lirih.


"iya pa Rendi tau, tapi biarkan sajalah pa" ucap Rendi.


"Rendi! apa kamu tak mau menikah lagi?" tanya kakek tiba-tiba.


"Hhaha... Papa ngomong apa sih, Rendi gak bakal menikah lagi pa, papa kan tau Rendi sangat menyayangi bundanya Revan" jawab Rendi.


"Ya papa itu pengen melihat ada yang mengurusi kamu Ren" ucap kakek.


"Yahhhh terserah kamu ajalah Ren" ucap kakek tersenyum dengan menepuk pundak Rendi pelan.


"Pa, Mas, Milla sama ilham pulang dulu ya" ucap Milla lembut.


"Iya.. Kamu istirahat ya" ucap kakek.


"Hati-hati mill" ucap Rendi.


"Hey boy, jaga mama kamu ya" tambah Rendi mengusap kepala ilham.


"Pasti om" jawab ilham.


"Assalamualaikum pa mas" ucap Milla tersenyum setelah menyalami kakek.


"waalaikum salam" jawab kakek dan Rendi.


"Kamu gak mau menikah dengan Milla saja?" tanya kakek.


"Papa yang benar saja, Milla itu seperti adik kandung Rendi sendiri, sama seperti Randi pa" jawab Rendi.


"Ya sudahlah" ucap kakek kecewa.

__ADS_1


"Papa itu ingin Milla ada yang menjaga disana, tidak hanya bersama ilham, lagi pula ilham juga butuh sosok ayah dalam dirinya, sama seperti Revan dulu tanpa sosok ibu dalam dirinya, papa tidak mau itu juga terjadi pada ilham" ucap kakek sendu.


"Pa... Milla pasti bisa mendidik ilham" ucap Rendi.


"Papa tau jika Milla itu bisa, tapi seorang anak pasti membutuhkan figur seorang ayah Rendi" ucap Kakek geram.


"Sudahlah pa, jangan memikirkan itu dulu, papa harus memikirkan kesehatan papa, jangan banyak fikiran dulu" ucap Rendi mengalihkan pembicaraan.


"Iya Ren iya" ucap kakek kesal.


"Pa, biarkan Allah yang berkehendak, kalau Rendi dan Milla memang akan bersatu, ya pasti akan bersatu pa, jika tidak, ya papa jngan bersedih" ucap Rendi menenangkan.


"Papa akan berdoa untuk itu" ucap kakek tersenyum lebar.


"Terserah papa saja" ucap Rendi.


*******


Aisyah belajar di taman bersama dengan para sahabatnya, sesekali mereka fokus belajar dan sesekali mereka tertawa dengan asyiknya.


"Assalamualaikum" ucap Revan dan Kevin datang tiba-tiba.


"Waalaikum salam" jawab ke empatnya bersamaan.


"Maaf ya, kita jadi menggangu kalian" ucap Revan.


"ohh enggak kok, santai aja" ucap Nisa.


"Syah, aku cuma mau kasih ini buat kamu" ucap Revan dengan menyerahkan miniatur kincir angin yang sempat di belinya saat di Belanda.


"Makasih" ucap Aisyah mengambil miniatur tersebut.


"Waaahhh bagus banget" ucap Risa merebut miniaturnya dari Aisyah.


"Buat kita mana ni van?" tanya Nisa.


"eh Ehmmmm, aku cuma beli satu" jawab Revan bingung.


"Yahhhh gak adil ni" ucap Risa dengan mengembalikan miniaturnya pada Aisyah.


"ehmmm ya udah kalo gitu kita pulang dulu, assalamualaikum" ucap Revan meninggalkan Aisyah dan teman-temannya.


"Waalaikum salam" jawab keempatnya.


Lalu meraka melanjutkan belajarnya, saat waktu sudah petang mereka pulang ke asrama untuk tidur, namun beda halnya dengan Aisyah, Aisyah terlihat masih memandangi miniatur pemberian Revan, sesekali ia tersenyum memandangi miniatur itu, ia sangat senang hingga tanpa sadar ia terlelap dengan memeluk miniatur tersebut.


******


__ADS_1


ini ya miniaturnya yng di kasih Revan ke Aisyah😊😊


hai hai Readers jangan lupa like, komen dan vote yaπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2