Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Balasan chat


__ADS_3

"Risa" panggil Kevin.


"I iya" jawab Risa.


"Sini" perintah Kevin padanya.


Risa berjalan menghampiri Kevin, dan matanya memandang seseorang yang terbaring di atas ranjang, Risa belum menyadari jika itu Revan, lama memandang, Risa membelalakkan matanya dan jantungnya berdegup kencang...


Deg


Deg


Deg


"Revan" teriak Risa kaget yang langsung menutup mulutnya. Kevin menutup telinganya saat mendengar teriakan Risa.


"Jangan teriak teriak" ucap Kevin.


"Maaf" ucap Risa lirih tetap melihat Revan tak percaya, dengan perlahan Risa mendekati Revan menggeser Kevin dari posisinya.


"Aisyah pasti sedih mendengarnya" gumam Risa.


"Maka dari itu jangan beri tahu Aisyah" ucap Kevin.


"maksudnya?" Tanya Risa bingung.


"sebelum Revan pingsan dan akhirnya koma, dia bilang jangan beri tahu Aisyah, sa" ucap Kevin.


"jadi, aku minta jangan beri tau Aisyah tentang keadaan Revan" tambah Kevin.


"Ta tapi Aisyah harus tau vin" ucap Risa.


"sa, ini permintaan Revan, tolong" ucap Kevin memohon.


"Aku udah bocorin keadaan Revan sama kamu, dan aku mohon jangan ada lagi yang tau soal ini" ucap Kevin lagi.


"janji ya" ucap Kevin.


"hah?? ehmm aaa


"Risa" panggil Kevin.


"i iya janji" ucap Risa.


Risa terus menatap Revan yang tak berdaya, jika Aisyah tau pasti dia merasa sangat sedih melihat keadaan Revan, pikir Risa.


"Dimana om Rendi?" tanya Risa bingung pasalnya di ruangan Revan tidak terdapat keluarga atau kerabatnya hanya terdapat bodyguard yang berjaga.


"Om Rendi sibuk mengurusi perusahaan, dan kakek masih mencari pelaku penembakan Revan" ucap Kevin jujur.


"Pelaku? jadii Revan, Revan di tembak?" tanya Risa kaget.


"iya" jawab Kevin singkat.


"udah berapa lama?" tanya Risa.


"Sudah dua tahun sa" jawab Kevin lirih.


"ap apa! dua tahun" ucap Risa kaget, Risa tak henti hentinya terkejut mendengar ucapan Kevin tentang Revan.


"selama itu?" tanya Risa belum percaya, Kevin mengangguk menjawab pertanyaan Risa.


"Aisyah??" tanya Risa lagi.


"Aisyah gak tau" jawab Kevin.

__ADS_1


"bu bukan itu maksud aku, tapi selama dua tahun apa Revan tidak pernah menghubungi Aisyah?" tanya Risa. Kevin membulatkan matanya mendengar ucap Risa.


(kenapa aku sampai lupa memberi kabar Aisyah menggantikan Revan, bodoh bodoh bodoh).


"Enggak" jawb Kevin lirih.


"pasti Aisyah mencari Revan vin, pasti dia cemas tiba tiba Revan gak ada kabar" ucap Risa.


"Iya sa, aku lupa soal itu" ucap Kvin lirih.


Setelah berbincang Kevin mengantarkan Risa kembali ke restaurant karna Risa harus bekerja kembali, dan Kevin langsung menuju ke kantor mencari handphone Revan.


Kevin tiba di kantor dan langsung menuju ruangan Revan, sekretaris Revan menyambut kedatangan Kevin.


"selamat siang pak Kevin" sapa sekretari Revan.


"selamat siang" balas Kevin. saat kevin akan melangkah masuk ke ruangan, sekretaris Revan menghentikannya.


"pak, Bagaimana kabar presdir?" tanya sekretaris Revan yang membuat Kevin berbalik.


"Belum ada perkembangan, kita berdoa saja" ucap Kevin lalu masuk ke ruangan Revan.


Kevin mencari handphone pribadi Revan, Kevin mencari di seluruh lemari dan dia terhenti di satu lemari rahasia Revan, dimana lemari itu berisi tentang keluarganya.


Kevin mengambil kunci di brankas Revan lalu dengan perlahan Kevin buka lemari itu, dan terlihatlah handphone Revan yang tersusun rapi dengan berkas lainnya di dalam lemari.


"ketemu" ucap Kevin dengan menyunggingkan senyum. Lalu Kevin aktifkan handphonenya dan melihat isi pesan dan panggilan yang masuk, saat dilihatnya panggilan yang masuk ke handphone Revan, Kevin membelalakkan matanya, ada seribu lebih panggilan dari Aisyah.


"bodoh bodoh bodoh" ucap Kevin kesal dengan menepuk nepuk kepalanya.


Setelah itu, Kevin kembali ke rumah sakit untuk menjaga Revan.


******


"Bismillah" ucap Kevin memegang handphone Revan dan mencari kontak Aisyah lalu mengirimi Aisyah pesan.


Di rumah abah..


Aisyah sedang membaca buku masih dengan fikiran yang entah kemana, antara fokus dan tidak, tiba tiba handphonenya bunyi. Aisyah membuka handphonenya lalu melihat pengirim pesan, Aisyah membelalakkan matanya tak percaya, lelaki yang selama dua tahun tidak ada kabar, hari ini mengabarinya, jantungnya berdegup kencang, entah antara senang atau kecewa, semua perasaannya bercampur dan tanpa di sadarinya air matanya menetes perlahan.


Aisyah tersenyum senang dengan hati yang berbunga bunga di lihatlah pesan dari Revan.


Pesan...


Revan : "assalamualaikum syah"


Deg deg deg


Aisyah langsung menelphone Revan, Namun saat di telphone Revan malah merejectnya, lalu ada pesan yang kembali masuk.


Revan: "maaf syah, aku gak bisa menerima telphone dari kamu, aku lagi ada kerjaan"


Aisyah mengerti maksud Revan, walau dia merasa ingin mendengar suara yang sudah lama tak di dengarnya.


Aisyah : "maaf, aku gak bermaksud"


Revan : "gak apa-apa, maaf ya.


Aisyah : Kamu kemana saja, selama dua tahun tidak ada kabar?"


Revan : "maaf syah, handphone aku kemarin hilang bersamaan dengan kontak kamu dan aku baru bisa menghubungimu malam ini" (bohong).


Aisyah : "tapi keadaan kamu baik baik aja kan?"


Revan : "alhamdulillah, aku baik syah"

__ADS_1


Aisyah : "Ehmmm Revan, aku di Indonesia sekarang"


Kevin membelalakkan matanya saat mengetahui Aisyah di Indonesia, lalu cepat cepat di balasnya.


Revan : "kamu kapan pulang? maaf gak bisa jemput kamu"


Aisyah : "baru empat hari yang lalu"


Dalam hati Aisyah berharap Revan menemuinya di pesantren atau membahas soal hubungan keduanya kedepan.


Revan : "maaf ya syah, aku belum bisa menemui kamu".


Aisyah merasa sedikit kecewa karna Revan tidak bisa menemuinya.


(yaiyalah Revan kagak bisa ketemu Aisyah, orang Revannya masih terkapar di rumah sakit).


Aisyah : "kenapa?"


Revan : "aku masih di luar negri, masih ada kerjaan syah, nanti kalo aku udah pulang pasti aku ke rumah" (bohong).


Aisyah : "owhh iya gak apa-apa, Jaga kesehatan kamu".


Revan : "iyaa, kamu juga baik baik di sana"


Aisyah : "ehmm iya, kamu juga jangan genit genit"


Revan : "iya ya habibati"


Note : Kevin tau panggilan Revan ke Aisyah adalah habibati.


Aisyah tersenyum senang, dan terus memandangi handphonenya.


Revan : "sudah malam syah, tidur ya"


Aisyah : "iyaaa, kamu juga"


Revan : "iya, selamat tidur syah, mimpi indah ya habibati"


Aisyah : "Iya, ya habibi"


Aisyah menutup handphonenya, lalu berbaring di atas ranjangnya, ia tak henti hentinya tersenyum senang, hatinya begitu berbunga bunga.


"Aaaaaa" teriak Aisyah senang dengan menutup wajahnya dengan bantal. Aisyah pasti akan mimpi indah malam ini.


Di rumah sakit.


setelah mematikan handphone Revan, Kevin menatap Revan dari sofa, ia pandangi Revan dengan hati yang hancur.


"maaf ya Van, maaf ya syah" ucap Kevin lirih dengan memejamkan matanya.


*******


.


.


.


Hai hai readers...


Tau gak? author jadi ikutan baper tau nulisnya, antara sedih senang dan wow banget pokonya..


Author ikutan mau nangis๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Jngan lupa like komen sebanyak banyaknya dan vote ya๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2