Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Rencana baru


__ADS_3

Sudah satu minggu Clara berada di pesantren, dan sudah satu minggu pula ia belajar sholat dan mengaji, hatinya merasa tenang dan damai, Namun tidak dengan hari ini.


"Clara! kamu tidak pernah mendengarkan papa!" ucap Samuel menyeret Clara ke apartemen yang baru saja di belinya.


"Sudah papa katakan kamu di sana untuk meluluhkan hati Revan bukannya berubah seperti mereka semua" bentak Samuel dengan wajah yang penuh dengan emosi.


"Papa yang tidak pernah mendengarkan Clara!" teriak Clara dengan isakan tangis.


"Beraninya kamu berteriak padaku" ucap Samuel mendekati Clara dan...


Plakkk...


Samuel menampar pipi Clara dengan kuat, Clara yang merasa kesakitan, hanya bisa menangis.


"Kamu dengar! aku yang biayai hidupmu, aku yang mengurusimu dan aku yang memberi fasilitas terbaik untukmu!" ucap Samuel emosi.


"Tapi papa tidak pernah ada untukku" ucap Clara. Clara telah lelah dengan sikap Samuel yang seenaknya setelah kepergian mamanya, sudah cukup dia tertekan.


"Kamu! berani melawanku hah!" bentak Samuel dengan mencekik leher Clara. Karna cekikan yang di berikan Samuel membuat Clara sulit untuk bernafas.


"Samuel cukup!" ucap seseorang dari pintu apartemen.


"Kamu gila!" Bentaknya dan melepaskan tangan Samuel pada leher Clara, seketika Samuel langsung mengatur nafasnya dan terduduk diatas lantai. Sedangkan Clara mengatur nafasnya sulit, Dan terduduk dan menangis sejadi-jadinya.


"Ikut aku" perintah seseorang tersebut pada Samuel, lalu Samuel mengikutinya ke ruangan privasinya.


"Kamu sudah gila, hingga ingin membunuh anakmu sendiri" ucapnya dengan menatap tajam Samuel.


"Dia sudah berani melawanku dan meneriakiku" ucap Samuel dengan amarah yang belum reda.


"Tidak begitu caranya" ucapnya.


"Kita tidak boleh main kasar saat ini, kita harus main secara halus" ucapnya dengan senyuman licik.

__ADS_1


Lalu mereka merencanakan langkah selanjutnya yang lebih halus lagi.


Clara masih terisak dengan menekuk kedua lututnya dan memeluknya erat, dia ingin pergi saja saat ini, pergi untuk menemui ibunya.


"Ma mama kenapa meninggalkan Clara" ucapnya dengan menangis tersedu sedu.


********


"Alhamdulillah... Papa sudah bisa pulang" ucap Milla tersenyum manis.


"Alhamdulillah, tapi dimana mama Ren?" tanya kakek bingung, pasalnya sudah dua hari ini nenek tidak mengunjunginya di rumah sakit, dan hari ini dimana kakek pulang, nenek malah tidak menyambutnya bahkan tak menjemputnya.


"Mama pergi ke luar negri pa, katanya ada urusan bisnis" jawab Rendi.


"Cih.. Dia lebih mementingkan bisnis dari pada aku" ucap Kakek kesal.


"Sudahlah pa, jangan terlalu difikirkan, mama pasti memiliki alasan untuk itu" ucao Rendi lembut.


"Papa mau pindah ke Indonesia" ucap Kakek tiba-tiba.


"Lalu perusahaan papa yang ada disini bagaimana?" tanya Rendi bingung.


"Mama kamu kan ada, dia bisa mengurusinya" ucap kakek cuek.


"Papa ini bercanda saja" ucap Rendi tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.


"Papa sudah lelah mengurusi semuanya, papa juga sudah lelah mengatasi mama kamu Ren" ucap Kakek sendu.


"Dia selalu bertingkah, tak pernah mendengarkan papa, kalau bukan karna perjodohan bisnis dulu, mungkin papa sudah buang dia ke laut" ucap Kakek ketus dengan senyuman miris.


"Papa tidak boleh berbicara seperti itu, bagaimanapun mama adalah istri papa" ucap Milla dengan mengelus tangan kakek.


"Kamu selalu sabar menghadapinya, padahal dia tidak pernah suka padamu" ucap Kakek mengelus kepala Milla.

__ADS_1


"Rendi, tolong hubungi sekretaris papa" pinta kakek pada Rendi.


Rendi langsung menghubungi sekretaris kakek, lalu memberikan handphonenya pada kakek. Kakek berbicara dengan serius pada sekretarisnya itu.


"Apa!" ucap Kakek kaget lalu mengakhiri panggilannya.


"Ada apa pa?" tanya Rendi khawatir.


"Mama kamu tidak pernah mengurusi perusahaan" ucap Kakek kesal dan mengepal tangannya menahan amarah.


"kamu tau? dia berada di Indonesia saat ini" ucap kakek menatap tajam Rendi.


"Papa yakin?" tanya Rendi meyakinkan.


"Iya" jawab kakek singkat.


"dia selalu saja bertingkah!" ucap kakek geram.


"Siapkan pesawat pribadi keluarga, kita akan ke Indonesia" perintah kakek pada Rendi.


"Papa serius? papakan masih belum pulih seratus persen" ucap Milla khawatir.


"Jika kita tidak kesana, dia akan menekan Revan terus menerus" ucap Kakek.


Rendi langsung menghubungi assistennya untuk menyiapkan pesawat, lalu menyuruhnya untuk perkatat penjagaan di sekitar rumah utama dan pesantren. Tak lupa Rendi menyuruh ahli komputer untuk melacak keberadaan mamanya saat ini.


*******


hai hai Readers...


Wahhh udah mulai tegang ni, Apa ya rencana nenek, dan siapa seseorang yang bersama Samuel?


Tungguin terus kalanjutan ceritanya..

__ADS_1


Like komen dan vote๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


__ADS_2