Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Pergerakan


__ADS_3

Nenek akan melakukan pertemuan dengan Samuel sekaligus dengan Clara di restaurant dekat pesantren, nenek berangkat bersama dengan Bimo tangan kanannya. Tak butuh waktu lama mereka telah tiba di restaurant, dan di sana telah ada Samuel dan Clara yang hanya diam membisu tanpa bicara.


"Nyonya Ardana" ucap Samuel dengan tersenyum.


"Bagaimana kabarmu Sam?" tanya nenek basa basi.


"Good!" jawab Samuel singkat.


"Clara!" panggil nenek melihat Clara yang hanya menunduk.


"Nenek" jawab Clara dengan menvmcium tangan nenek.


"Baiklah, langsung saja perkenalkan ini Bimo" ucap Nenek dengan memegang pundak Bimo.


"Dia adalah tangan kananku" ucap Nenek tersenyum.


"Bimo telah berhasil mengambil sertifikat tanah dari pesantren al-ikhlas" ucap nenek menjeda, Clara kaget saat mendengar pesantren yang ia tempati yang berhasil diambil sertifikatnya, namun Clara hanya bersikap normal karna takut mereka semua akan curiga padanya.


"Dengan sertifikat ini, aku akan membuat Revan bersama Clara, tapi kita masih membutuhkan tanda tangan Kyai Ahmad yaitu pemimpin pesantren itu" ucap Nenek serius.


"Lalu bagaimana caranya kita dapat meminya tanda tangannya?" tanya Samuel bingung. Nenek tersenyum penuh arti saat mendengar pertanyaan Samuel.


"Clara!" panggil Nenek menatap Clara dengan serius.


"Iya nek" jawab Clara takut.


"Kamu bisa membantu rencana kita dengan mengambil tanda tangan kyai bukan?" tanya Nenek dengan tersenyum licik.


"maksudnya?" tanya Clara ragu.


"Nenek mau kamu meminta tanda tangan kyai Ahmad, hanya di kertas kosong saja" ucap Nenek dengan penuh penekanan.

__ADS_1


"bagaimana caranya?' tanya Clara bingung.


"Kamu harus cri tau caranya" ucap nenek tersenyum licik.


"Saya tunggu hingga esok hari" ucap Nenek serius.


"kita pulang dulu, dan ingat Samuel jangan bertindak bodoh, dan kamu Clara nenek berharap padamu" ucap Nenek lalu meninggalkan Samuel dan Clara.


Clara terdiam memikirkan ucapan nenek, dia bingung apa yang akan dia lakukan, di sisi lain keluarganya telah banyak berhutang budi pada nenek, tapi dia tak mungkin bisa melakukannya karna dia tau itu salah, lagi pula dia tidak lagi mencintai Revan.


********


Abah sedang memikirkan bagaimana caranya mengetahui pencuri yang mengambil sertifatnya, namun abah juga tidak tau siapa yang mengambilnya bahkan tidak memiliki bukti, Lalu Abah berinisiatiaf meghubungi Rendi, karna Rendi pernh membahas hal ini saat akan menjodohkan Revan dengan Aisyah, namun hal ini dilakukannya bukan untuk soudzon hanya saja Rendi pasti memiliki banyak anak buah yang bisa membantu pesantren.


Setelah menghubungi Rendi dan mengetahui bahwa Rendi telah berada di jakarta, abah langsung menuju rumah utama keluarga Ardana.


Saat telah tiba di rumah utama, abah kaget akan kehadiran Milla, istri dari lelaki yang telah membantunya membangun pesantren.


"Assalamualaikum" ucap Milla lembut dengan tersenyum senang akan kedatangan kyai Ahmad.


"Bagaimana kabar istri kyai?" tanya Milla lembut.


"alhamdulillah baik ibu Milla" jawab abah sopan.


"alhamdulillah" ucap Milla lega.


"Bagaimana kabar Anak Ibu Milla dan pak Randi" ucap Abah.


"Alhamdulillah Ilham baik" ucap Milla sedikit sedih karna mengingat Randi.


"Randi sudah meninggal lima tahun yang lalu" ucap Milla menahan kesedihan.

__ADS_1


"Innalillahi ma maaf saya jadi mengingatkan" ucap Abah merasa bersalah dan hanya diangguki oleh Milla, tak lama kemudian Rendi mengjampiri keduanya dan duduk di samping kyai Ahmad.


abah menceritakan perihal sertifikat yang hilang dengan jelas, dan abah meminta bantuan kepada Rendi untuk membantunya melacak pelakunya.


Setelah berbincang panjang lebar bersama Rendi, Abah langsung pamit pulang ke pesantren.


setelah kepergian Kyai Ahmad, Rendi menuju ke kamar kakek bersama dengan Milla.


ceklek


Pnti di buka oleh Kakek, lalu mempersilahkan Rendi dan Milla masuk ke dalam.


"Sudah waktunya kita bergerak pa" ucao Rendi serius.


"Pasti yang melakukan ini adalah mama kamu Rendi, dia selalu saja berulah" ucap Kakek kesal.


"Perkiraan Rendi sama seperti papa" ucap Rendi.


"Lakukan dengan cepat Rendi" perintah kakek.


setelah memdapatkan izin dari kakek, Rendi langsung menghubungi seluruh anak buahnya dan memerintahkan Dion untuk menangkap tangan kanan nenek.


******


Aisyah gelisah dalam lamunannya, namun dia sudah bisa memilih hanya saja dia akan melakukan sholat istigharah keesokan harinya, dia akan menetapkan hatinya dan dia juga telah siap jika yang dipilihnya nanti tidak mengizinkannya pergi ke qairo maka dia akan tetap di indonesia, namun dia tetap berharap bahwa pilihannya nanti akan mengizinkannya.


Revan telah siap untuk membuktikan kerja kerasnya dalam mengaji esok hari, dia akan mengaji di depan Aisyah bersama dengan Kevin, tapi dia mengaji bukan karna Aisyah yang menjadi alasannya, namun karna dari hatinya, dan Revan juga telah mempersiapkan hatinya jika di tolak oleh Aisyah, dia telah berlapang dada saat ini, dia akan menerima apapun keputusan Aisyah, dan tidak akan memaksakan kehendaknya.


Menurut Revan cinta itu adalah karunia dari Allah yang diberikan pada umatnya, dan Dia percaya Allah akan memberikan ras cinta pada seseorang yang pantas bagi dirinya.


******

__ADS_1


Nanti malem aku up lagi ya, maaf banget ya kemarin aku gak up, terus untuk jawabn aisyah besok ya 😉😉😉


Jangan lupa like komen dan vote


__ADS_2