
Clara telah di antar pulang ke pesantren oleh Samuel, Samuel telah mengancamnya kalau tidak menjalankan misi yang di perintahkannya maka Clara akan di pindahkan ke luar negri bahkan di kurung disana.
"Ingat misi kita Clara" ucap Samuel tegas dan tak mau mendengar penolakan lagi, Clara tak menjawab bahkan tak merespon ucapan Samuel, dia hanya diam lalu membuka pintu dan segera menuju asramanya.
Samuel sangat kesal melihat perubahan Clara, bisa - bisa Clara menjadi bumerang baginya untuk menjalankan misi.
"Dia bisa menjadi bumerang bagiku jika seperti ini hah! ucap Samuel kesal dengan memukul mukul setir. Samuel segera menelphone anak buahnya untuk terus mengawasi Clara, dia tak mau ambil resiko jika Clara tak mau menjalankan misi.
*******
Nenek berada di ruang kerjanya di apartemen yang baru di belinya, dia begitu serius mendengar penjelasan dari anak buahnya itu, dia tersenyum licik, karna memiliki anak buah yang setia bersamanya.
"Terkadang saya heran, mengapa nyonya tak mau jika Revan bersama perempuan pesantren itu?" tanya Bimo sang tangan kanan.
"Haha... Jika aku membiarkan Revan bersamanya, aku tak bisa menguasai seluruh kekayaan Ardana" ucap nenek tersenyum sinis.
"Maksud anda apa nyonya?" tanya Bimo bingung.
"Kamu tau bimo, aku sudah lelah berdiam diri sampai saat ini, aku merelakan segalanya demi kekuasaan, Cinta Perasaan bahkan Harta, aku telah lelah bersama Ardana yang sakit-sakitan itu, aku merelakan cintaku pada daniel untuk menikah dengan Ardana, dan kamu tau apa yang Ardana berikan kepadaku? dia tak memberi apa-apa untukku, sepeser sahampun tak ada yang beratas namakan diriku, semuanya atas nama anak-anaknya, bahkan sekarang saat dia sakit, dia akan memberikan seluruh sahamnya pada Revan" Jawab Nenek menjeda ceritanya, ia menarik nafasnya dalam.
"Jika seluruh saham diberikan kepada Revan, lalu aku dapat apa? tapi jika Revan menikah dengan Clara, aku bisa memperalatnya" ucap nenek mengakhiri cerita dengan tersenyum puas.
"Tapikan anda bisa saja meminta pada tun Ardana nyonya?" tanya Bimo.
"Memang kau fikir Ardana mau memberikannya kepadaku?" tanya nenek dengan mengangkat salah satu alisnya.
"Cih Ardana tak akan mau memberikannya kepadaku, karna dia selalu memberikannya pada penerusnya saja" ucap nenek.
"Apakah hanya itu alasan nyonya?" tanya Bimo penasaran, karna fikir Bimo jika hanya harta alasannya, tuan Ardana akan memberikannya dengan mudah.
"itu hanya satu alasan yang kuat yang aku miliki, alasan yang terkuat adalah, karna keluarga Ardana membunuh Daniel kekasihku dulu, mereka membunuh Daniel karna Daniel berusaha menculikku pada hari pernikahanku, dan saat aku melihat itu, aku berjanji padanya, aku akan membalaskan semuanya" ucap Nenek dengan mata yang berkaca-kaca karna mengingat kekasihnya dulu.
"Apa nyonya tak akan memikirkan Rendi dan Randi? nyonya memiliki anak dari tuan Ardana" ucap Bimo.
"aku memiliki anak hanya karna tuntutan keluarga, mereka menginginkan penerusnya" jawab Nenek.
__ADS_1
"Apa nyonya menyayangi Rendi dan Randi?" tanya Bimo penasaran.
"Tidak ada ibu yang tak menyayangi anaknya, Walau aku tak menyayangi ayahnya" ucap Nenek sedih dengan air mata yang menetes.
"Aku hanya mau membalaskan dendam atas kematian Daniel pada Ardana" tambah Nenek.
Nenek dan kakek menikah karna pernikahan bisnis yang mereka jalani, tanpa rasa kasih dan sayang mereka memulai rumah tangganya demi kekuasaan keluarganya.
"Baiklah nyonya saya pergi dulu" ucap Bimo menunduk lalu pergi dari apartemen nenek.
Nenek bersandar di kursinya, ia sedih mengingat kematian Daniel yang mengenaskan.
********
Pesawat jet pribadi milik keluarga Ardana telah tiba di tanah air, Rendi kakek Milla dan Ilham langsung menuju rumah utama milik Rendi, Rendi mengantar kakek menuju kamar yang disiapkan untuk kakek, sedangkan Milla dan Ilham memilih tidur di lantai satu.
"Rendi, selidiki lebih detail rencana mama kamu" perintah kakek sebelum masuk kedalam kamarnya.
"Iya pa" jawab Rendi meninggalkan kakek menuju kamarnya.
Setelah selesai menelphone, Rendi mendapatkan informasi tentang alamat mamanya saat ini.
*******
Tinggal tiga minggu Revan menantikan jawaban Aisyah, sebelum Aisyah meninggalkannya ke Qairo Mesir, Revan saat giat belajar mengaji hingga tiga kali dalam sehari dia belajar mengaji bersama Fdhil, dari pagi siang dan malam, dia melemburkan dirinya untuk cepat lulus dalam belajar Ustmani.
Siang ini Revan akan menuju masjid untuk belajar ustmani, tapu saat sedang berjalan, tak sengaja ia bertemu dengan Aisyah, wanita yang sangat ia harapkan menjadi pendamping hidupnya sekaligus pembimbingnya dalam belajar agamanya.
"Assalamualaikum syah" ucap Revan tersenyum.
"Waalaikum salam" jawab Aisyah tanpa ada rasa gugup, dia telah terbiasa bertemu dengan Revan makanya dia bisa mengendalikan dirinya saat ini.
"Bagaimana syah? tiga minggu lagi kamu akan ke qairo?" tanya Revan sendu menatap Aisyah, berharap jika Aisyah membatalkan kepergiannya. Aisyah yang paham akan pertanyaan Revan langsung berubah menjadi gugup dan bingung, ia yang bisa mengendalikan dirinya tadi, langsung tak dapat terkendalikan saat ini.
"Ehmmm i itu a aku...
__ADS_1
Aisyah bingung akan menjawab apa, apalagi saat ini dia hanya sendirian tanpa Risa yang menemaninya, kenapa juga dia harus bertemu dengan Revan pikirnya.
"Syah?" tanya Revan mengkerutkan dahinya bingung dengan tingkah Aisyah.
"A aku u udah di tunggu abah, Assalamualaikum" ucap Aisyah menghindar dengan berjalan sangat cepat meninggalkan Revan.
Revan hanya menghela nafasnya kasar, lalu ia berbalik menuju masjid, ia harus segera menyelesaikan syarat yang Aisyah berikan kepadanya.
Aisyah tiba di rumah abah dengan ngos-ngosan, ia menarik nafasnya berat, lalu masuk kedalam rumah hingga lupa mengucapkan salam.
"Assalamualaikum" ucap Abah saat Aisyah nyelonong masuk.
"Wa waalaikum salam bah" jawab Aisyah dengan tersenyum kikuk.
"Kamu kenapa kok kelihatan capek seoerti habis lari saja" ucap Abah yang melihat Aisyah mengambil nafas dengan cepat.
"a anu bah, ehmmm ...
"Jawab yang benar syah" ucap Abah memotong ucapan Aisyah.
"Tadi Aisyah bertemu dengan Revan bah" jawab Aisyah jujur.
"Lalu kenpa?" tanya abah bingung.
"Dia nanya jawaban Aisyah atas lamarannya bah" ucap Aisyah sedih.
"Aisyah ingat itu adalah janji kamu, kamu tidak boleh mengungkarinya" ucap Abah menasehati.
"Aisyah tau bah, tapi....
*******
tapi aku butuh like kalian yang banyak๐๐๐
Aku akan up melihat like kalian juga ya, kalau kalian likenya banyak, aku akan rajin up, tapi kalau kebalikannya ya aku jarang up๐ญ.
__ADS_1
Mohon dukungannya ya๐