Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Pria asing


__ADS_3

Di ruang rahasia Rumah utama telah berada ketua The secret brain dengan berhadapan langsung dengan kakek, ada pembicaraan yang begitu menegangkan diantara keduanya.


"Bagaimana hasilnya? apakah kalian tau dimana wanita itu berada?" tanya kakek serius.


"kami telah mendapatkan informasinya tuan" jawab Richard.


"jelaskan" perintah kakek.


"Diketahui nyonya sekarang berada di kota terkecil di negara Australia, dan data yang kami dapatkan bahwa nyonya telah melakukan operasi pelastik untuk menyembunyikan identitasnya" ucap Richard.


"Lalu apakah kalian telah berhasil menangkapnya?" tanya kakek.


"Belum tuan, terlalu sulit untuk menangkap nyonya, kami hanya berjaga dan mengawasinya dari jauh, namun kami akan terus berusaha menangkapnya" ucap Richard.


"apa yang dilakukannya disana?" tanya kakek.


"nyonya cukup disegani disana tuan, karena nyonya memperkerjakan banyak orang disana, dan nyonya terkenal sangat dermawan, bahkan aparat disana tidak percaya kepada kita semua karna kebaikan nyonya, kalau saya ambil dari kesimpulannyan nyonya sengaja membantu mereka untuk mendapatkan perlindungan dari mereka" ucap Richard.


"cepat tangkap dia! aku tak mau dia semakin berulah lagi" ucap kakek.


"baik tuan, akan saya laksanakan" ucap Ricahard menunduk, lalu berdiri dan meninggalkan kakek.


"rupanya kau mau bermain main denganku ya?" ucap kakek sinis melihat foto nenek yang terbaru.


******


di rumah sakit...


Aisyah baru saja datang ke rumah sakit untuk menjaga Revan.


"Assalamualaikum" ucap Aisyah lembut dengan membuka pintunya. di dalamnya terdapat dua bodyguard yang berjaga dan Revan yang masih terlelap.


"waalalikum salam nona" ucap kedua bodyguard.


"dimana Kevin?" tanya Aisyah.


"tuan Kevin sedang keluar mencari makan" jawab bodyguard.


"kita izin berjaga di depan nona" ucap bodyguard dan Aisyah hanya mengangguk mengiyakan ucapan bodyguard.


Aisyah mendekati ranjang Revan dan duduk disampingnya, lalu Aisyah menyiapkan bubur buatannya untuk Revan, saat Aisyah akan meletakkan makanannya di atas meja, ada sebuah tangan yang menahannya.


"Re revan" ucap Aisyah kaget. Revan hanya tersenyum senang melihat kehadiran Aisyah.


"ada apa? apa kamu butuh sesuatu?" tanya Aisyah lembut, Revan hanya menggelengkan kepalanya.


"Lalu?" tanya Aisyah bingung.


"aku hanya tidak mau jauh darimu" ucap Revan yang membuat wajah Aisyah merah menahan malu. saat dilihatnya tanga Revan yang masih menggenggamnya Aisyah menarik tangannya, namun tidak bisa karna Revan menggenggamnya dengan kuat.

__ADS_1


"Van, tangan kamu" ucap Aisyah.


"kenapa?" tanya Revan.


"Vannn" ucap Aisyah memelas.


"Iya, maaf" ucap Revan lalu melepaskan genggamannya.


"Ehmmm kamu mau makan?" tanya Aisyah lembut.


"No" jawab Revan singkat.


"kenapa? memangnya kamu sudah makan?" tanya Aisyah.


"Aku gak laper" jawab Revan.


"tapikan kamu harus makan van" ucap Aisyah.


"Aku lagi gak selera" ucap Revan.


"ehmmm ya udah deh, padahal aku yang bikinin ini khusus buat kamu, tapi karna kamu gak mau makan aku kasih ke bodyguard ajalah" ucap Aisyah santai Lalu berdiri dan akan pergi, namun tangannya di tahan lagi oleh Revan.


"tangan kamu van" Ucap Aisyah kesal.


"Aku mau makan" ucap Revan dengan memalingkan wajahnya. Aisyah tersenyum melihat kelakuan Revan yang seperti anak kecil.


"kamu gak mau aku makan? ya udah aku gak bakal makan" ucap Revan kesal dengan cemberut lalu melepaskan genggamannya dengan kasar.


(kenapa dia jadi seperti anak kecil)


"Iya iya" ucap Aisyah lalu duduk kembali.


"ni makan" ucap Aisyah meletakkan makanan di samping Revan. Revan yang melihat Aisyah hanya meletakkan makanannya, merasa kesal.


(dia ini memang gak ada peka pekanya sama sekali huft).


"kok gak dimakan? katanya mau makan" ucap Aisyah santai.


"kamu itu gimana sih, aku kan lagi sakit, gak bisa apa di suapin" ucap Revan ngambek.


(lucunyaaaa).


"tapikan tangan kamu masih bisa di gunakan buat makan, emang tangan kamu lumpuh?" ucap Aisyah.


"kamu doain aku lumpuh? ya udah sana dari pada kamu disini merawat aku yang gak berguna, mending kamu pergi aja, cari lelaki lain yang lebih sempurna" ucap Revan kesal.


"ya udah kalo kamu ngusir aku" ucap Aisyah dan akan berdiri kembali.


"Kamu bener bener ya, gak peka sama sekali" ucap Revan kesal plus ngambek plus mau nangis๐Ÿ˜‚.

__ADS_1


(dia kenapa sih, tadi ngusir sekarang gitu, kayak anak kecil aja... Tapi lucu banget deh.


Tpi ya udah deh ngalah aja).


"iya aku disini" ucap Aisyah duduk kembali.


"kamu gak bakal pergi kan?" tanya Revan memelas.


"kalo kamu gak usir aku, ya aku gak bakal pergi" ucap Aisyah lembut. Revan tersenyum senang menatap Aisyah.


"aku gak bakal usir kamu dari hidupku" ucap Revan tersenyum.


"ya udah kamu makan dulu ya" bujuk Aisyah.


"suapin" ucap Revan manja. Aisyah mengangguk dan tersenyum melihat Revan yang manja.


Mereka makan berdua tanpa suara, mereka terlihat sangat senang karna bisa dipertemukan kembali, walau Revan masih dalam masa pemulihannya.


*******


Di bandara soekarno - hatta telah datang seorang pria tampan nan berwibawa, dengan kaca mata hitam dan postur yang atletis membuatnya di pandangi seluruh wanita, ada rasa risih pada dirinya karena selalu di pandang banyak orang, namun dia hanya bersikap cuek dan menuju mobil jemputannya.


"tuan, apa kita akan tinggal di hotel atau membeli sebuah apartemen?" tanya assistennya.


"kita akan tinggal di hotel untuk tiga hari ini, setelah itu kita akan pindah ke apartemen" jawabnya.


"baik tuan" ucap assistennya lalu membukakan pintu untuknya.


Mereka menuju hotel yang telah dipesan keduanya.


********


.


.


.


Hai hai readers....


Huaaaaa Revan manja banget deh๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Aisyah yang sabar yang ngadepinnya...


Ayo tebak siapa yang dateng???


Dan gimana ya sama nenek???


Jngan lupa like komen dan vote oke๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2