Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Kepastian


__ADS_3

Di sebuah butik ternama terluhat seorang wanita cantik yang sedang di pandangi oleh seorang pria, pria itu terus memperhatikannya tanpa henti, hingga tanpa sadar wanita itu menghampirinya.


"Ricko" panggilnya Kaget. Ricko tersadar dari lamunanya dan menatap Nisa gugup.


"Ni Nisa" ucap Ricko.


"kamu ngapain disini?" tanya Nis heran.


"a aku cuma mau lihat design kamu aja" jawab Ricko.


"Yaelah ko, bukannya kamu itu designer pria terbaik ya, ngapain coba lihat design aku" ucap Nisa.


"ya sekalian silaturahim aja, memangnya gak boleh?" tanya Ricko.


"bolehlah, ehmmm kalo gitu makan siang bareng di restaurant Risa yuk" ajak Nisa.


"deal" ucap Ricko senang.


Mereka langsung menuju Restaurant Risa, saat di dalam mobil keduanya hanya bercerita tentang masa masa di pesantren dulu setelahnya ya terdiam tanpa suara.


Ricko langsung memarkirkan kendaraannya dan langsung masuk ke dalam dengan diikuti oleh Nisa, Mereka memilih meja dekat dengan jendela. dengan cepat Nisa memanggil Risa untuk bergabung dengannya.


"Hay ko, apa kabar?" tanya Risa lalu duduk di samping Nisa.


"alhamdulillah baik sa" jawab Ricko tersenyum.


"oh ya ngomong-ngomong Reza belum pulang ke Indo?" tanya Risa penasaran.


"belum sa, aku juga belum tanya sama Reza" jawab Reza.


"kamu suruh pulang dong soalnyakan Ustadz Fadhil mau nikah, abis itu Aisyah" ucap Risa.


"ustadz Fadhil? dan Aisyah? Sama siapa?" tanya Ricko bingung.


"Ustadz Fadhil mau nikah sama Rani" jawab Risa.


"hah? beneran?" tanya Ricko meyakinkan.


"iyalah" jawab Risa.


"kalau Aisyah?" tanya Ricko lagi.


"Sama Revan" jawab Nisa.


"makanya Reza suruh cepet pulang kesini" ucap Risa.

__ADS_1


"Iya nanti ku kabari" ucap Ricko.


*******


Di rumah utama...


Rendi menemui kakek di ruangan rahasia, dia terlihat sangat tergesa gesa kesana, Rendi berlari dengan cepat menuju ruangan tersebut.


Saat telah tiba di depan pintu ruang rahasia, dengan perlahan Rendi membuka pintunya dan langsung masuk ke dalamnya.


"Assalamualaikum pa" ucap Rendi.


"waalaikum salam" jawab kakek.


"ada apa pa? apa ada masalah sama mama?" tanya Rendi.


"kita kesulitan menangkapnya Rendi, dia terlalu licin kalau di tangkap denganvtangkan kosong" ucap Kakek.


"maksudnya apa pa?" tanya Rendi bingung.


"kita harus menemukan bukti Kematian Randi" ucap kakek dingin.


"apa maksud papa? bukankah Randi meninggal karna kecelakaan" ucap Rendi.


"kecelakaan yang telah direncanakan" ucap kakek.


"mamamu lah yang telah merencanakan kecelakaan itu, sebenarnya tujuannya ada Milla namun dia salah perhitungan" ucap Kakek dingin. Rendi terdiam lalu menyandarkan dirinya yang syok. Dia masih tidak percaya jika ibunya tega merencanakan hal yang berbahaya untuk keluarganya sendiri.


"Lalu apa rencana papa?" tanya Rendi.


"menemukan buktinya dan mengeluarkan tawanan" ucap kakek.


"tawanan?" tanya Rendi tidak paham.


Kakek mengambil laptopnya dan membuka CCTV, di CCTV yang kakek perlihatkan pada Rendi adalah vidio seorang pria yang sudah berumur yang sedang membersihkan sekitar rumah, Rendi masih tidak paham dengan vidio yang di tampilkan kakek.


Kakek menghembuskan nafasnya meluhat Rendi yang tidak kunjung paham akan maksudnya.


"Daniel" ucap kakek yang langsung membuat Rendi terdiam memikirkan sesuatu, setelah tau maksud kakek Rendi labgsung melihat dengan teliti vidio tersebut.


"Papa menyembunyikannya selama empat puluh tahun ini, mama tidak tau jika dia masih hidup, mama hanya tau jika dia telah meninggal saat pernikahan kami berlangsung" ucap Kakek.


"bagaimana bisa?" tanya Rendi yang masih syok.


"Papa sudah tidak mau lagi membunuh Rendi, maka dari itu papa menyembunyikannya di suatu tempat" ucap Kakek.

__ADS_1


"Lalu bagaimana selanjutnya pa?" tanya Rendi.


"kita akan keluarkan dia untuk memancing mama keluar dari persembunyiannya itu" ucap Kakek.


"baiklah" ucap Rendi.


Setelah mendiskusikan strategi untuk menangka nenek, keduanya pergi menuju rumah sakit untuk menjenguk Revan sekaligu menannyainya bukti tentang kecelakaan Randi.


********


Aisyah menunggui Revan yang sedang asyik menatap laptopnya, Revan sangat serius jika sudah urusan pekerjaan apalagi sudah dua tahun dia tidak mengontrol perusahaannya itu, tadi saat Kevin ke rumah sakit, Revan memarahi Kevin habis habisan karna tidak teliti dalam mengececk uang masuk dan keluar, Alhasil Kevin meminta maaf dan pulang.


"Kamu gak boleh seperti itu sama Kevin" ucap Aisyah yang langsung menghentikan aktivitas Revan.


"maksud kamu?" tanya Revan bingung.


"ya kamu gak boleh marahin Kevin sampai segitunya" ucap Aisyah.


"Syah, walaupun dia sahabat aku, jika urusan pekerjaan dia salah ya harus di marahi, kita bekerja profesional" ucap Revan.


" iya aku tau, tapi kamu pernah gak berfikir gimana jadinya perusahaan kamu tanpa Kevin yang handle? kamu tau selama dua tahun kamu gak sadar, semuanya itu Kevin yang handle sendirian, dari jagain kamu, ngerawat kamu, dan semua urusan perusahaan" ucap Aisyah. Revan terdiam sejenak.


(Aisyah benar, gak seharusnya aku marahin Kevin tadi).


"Kamu harus minta maaf van, seharusnya kamu berterima kasih sama Kevin" ucap Aisyah lembut, Revan menatap Aisyah dengan tatapan yang hangat.


"Iya Aku akan minta maaf" ucap Revan.


"terima kasih" ucap Revan tersenyum menatap Aisyah, Aisyah menganggukan kepalanya pelan.


"kapan kita akan menikah?" tanya Revan tiba tiba. Aisyah tersenyum mendengar ucapan Revan, dia menghembuskan nafasnya pelan.


"setelah kak Fadhil menikah, kita akan menikah" ucap Aisyah lembut, Revan tersenyum senang mendengar jawaban Aisyah.


"baiklah, aku akan menunggu wakty itu datang" ucap Revan.


*******


.


.


.


Hai hai Readers....

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote


__ADS_2