
Rendi telah mengetahui bahwa Bimo yang mengambil sertifikat tanah pesantren, dia adalah tangan kanan sang mama, saat mendengar bahwa mamanyalah yang di balik semuanya, Rendi sangat kecewa atas prilaku mamanya yang tak pernah berubah, dulu mamanya pernah bertengkar bersama Randi karna pernikahannya dengan Milla, dan saat ini mamanya membuat masalah dengan anaknya, anak yang selalu dijaganya.
Rendi ke kamar kakek, untuk memberitahunya, sekaligus menyusun rencana yang telah dirancangnya bersama dengan Dion sang tangan kanan.
"Dion masih telah berhasil menangkap Bimo, dan David akan berusaha masuk ke dalam apartemen mama untuk menukar sertifikat yang asli dengan sertifikat yang palsu yang telah di buat David sebelumnya" jelas Rendi pada kakek.
"kemungkinan besok mama akan mengunjungi Revan di pesantren karna malam ini Clara akan meminta tanda tangan Kyai Ahmad" tambah Rendi serius.
"besok kita akan ke pesantren" ucap kakek tegas, kakek kecewa karna istrinya tak pernah berubah, dan tak pernah mendengarkannya.
********
Clara telah menyiapkan satu kertas yang di tulisnya untuk izin tidak mengikuti kegiatan pesantren dikarenakan sakit, tentu saja itu hanya tipuan belaka. Clara meminta Jihan untuk menemaninya ke rumah kyai, namun di lubuk hatinya yang paling dalam, ia tak ingin melakukan ini, karena pesantren inilah yang telah mengenalkannya pada Allah dan telah mendamaikan hatinya yang tidak pernah merasakan tenang.
terlihat keraguan di wajah Clara, ia tak yakin akan melakukan hal ini, namun dia tak memiliki pilihan lain.
"Assalamualaikum" ucap Clara dan Jihan bersamaan.
"Waalaikum salam" jawab abah yang sedang duduk santai di ruang tamu.
"Masuk" perintah Abah, lalu Jihan dan Clara menyalami abah dan duduk di hadapan abah.
"Ada apa?" tanya Abah melirik kepada keduanya.
"abah, Clara mau meminta tanda tangan" ucap Clara jujur.
"buat apa Clara?" tanya Abah bingung.
"Clara mau meminta izin untuk tidak mengikuti kegiatan eso hari, karena Clara merasa kurang sehat bah" jawab Clara.
"Coba kyai lihat dulu" ucap abah dengan meminta kertas yang dibawa oleh Clara.
Abah membacanya dengan teliti, dan abah sedikit heran karena Clara meminta tanda tangannya padahal jika Clara sakit maka seharusnya meminta tanda tangan dokter atau perawat yang telah bertugas di pesantren, kenapa harus meminta dengan dirinya pikir Abah.
"Bukannya harus di tanda tangani oleh bagian kesehatan? dokter atau perawat yang telah bertugas" ucap Abah menatap Clara dengan serius.
"Ehmmm i itu, se sebagai bukti pada papa Clara kyai" ucap Clara gugup.
__ADS_1
"untuk apa?" tanya abah penasaran.
"agar papa tau Clara bohong atau tidak pak kyai" ucap Clara berbohong.
"Baiklah" ucap Pak kyai langsung menanda tangani kertas tersebut.
"terima kasih pak kyai" ucap Clara dengan senyuman paksa.
"kalau begitu kami pulang dulu pak kyai" ucap Jihan.
"assalamualaikum" ucap keduanya lalu pulang menuju asrama mereka.
******
"Woy Van" ucap Kevin mengagetkan Revan.
"apaan sih Vin" ucap Revan Kesal, karna Kevin telah mengganggunya mengaji.
"Serius banget sih" ucap Kevin.
"Ya kan besok aku harus memenuhi syaratnya Aisyah Vin" ucap Revan jujur.
"Ya gak apa-apa mungkin belum berjodoh" ucap Revan santai dengan penuh ketenangan.
"beneran?" tanya Kevin tersenyum.
"Iya insya Allah" jawab Revan yakin.
"Kalo Aisyah nolak kamu van, aku yang bakal rebut dia" ucap Kevin dengan senyuman kemenangan.
"Jangan mimpi kamu Vin" ucap Revan ketus.
"Ya kan kita gak tau, kalo aja Aisyah jodoh ku" ucap Kevin goda Revan.
"ahj sudahlah, aku mau ke asrama" ucap Revan kesal.
"gitu aja ngambek van van" ucap Kevin tersenyum puas karna berhasil menggoda teman sekaligus bosnya itu.
__ADS_1
*******
Aisyah menuju suatu tempat, tempat itu adalah taman bunga, ia akan menemui Reza di sana, Aisyah akan memutuskan pilihannya esok hari dan Reza oerlu tau itu. Saat Aisyah sedang menunggu Reza, tiba-tiba dia dikejutkan dengan kehadiran Risa.
"hey Syah!" ucap Risa mengaget kan.
"Eh kamu sa, ada apa?" tanya Aisyah bingung.
"yang ada itu, aku yang harus tanya kamu syah" ucap Risa.
"Kamu ngapain sendirian disini?" tanya Risa penasaran.
"ada urusan sa" Jawab Aisyah singkat.
"urusan apa?" tanya Risa.
"Nanti aku ceritain, sekarang kamu diam aja ya" ucap Aisyah lembut, sungguh dirinya sedang merasa gugup dan tak tau harus berbuat apa, namun ia harus memutuskan pilihannya.
"Assalamualaikum" ucap Reza dan Ricko bersamaan.
"Wa waalaikum salam" jawab Aisyah dan Risa.
"Ada apa syah? antun ingin bertemu dengan ana" tanya Reza.
"A aku cuma mau, bilang kalau besok aku akan memutuska ta'aruf kamu" Jawab Aisyah menunduk, sedangkan Risa yang mendengarnya kaget akan perkatan Aisyah.
"Apa! ta'aruf? Aisyah gak pernah cerita soal ini" ucap Risa sedikit kecewa dalam hatinya.
"Alhamdulillah kalau begitu" ucapa Reza tersenyum lebar.
"Aku cuma mau ngomong itu, aku duluan Assalamualaikum" ucap Aisyah pergi meninggalkan Reza dan Ricko dan menarik Risa berasamanya.
*********
Besok keputusannya Aisyah ya..
Apa ya keputusan Aisyah??
__ADS_1
Ikuti terus kelanjutan ceritanya😉😉