
Revan pov.
"Kevin siapkan mobil, saya mau pergi sekarang" perintah Revan. tak selang beberapa lama Kevin kembali ke hadapan Revan.
"tuan, mobil sudah siap" ucap Kevin menunduk. Revan berlalu menuju mobil di ikuti dengan Kevin di belakangnya. stelah Revan masuk ke mobil, lalu mobil melaju dengan cepat menuju pesantren.
Kawasan pesantren.
Senandung al -qur'an begitu menggema di seluruh penjuru pesantren dengan damainya.
"Bah.. Ini kopinya" ucapa umi duduk di samping abah.
"makasih mi" ucap abah tetap fokus membaca koran.
beberapa mobil mewah memasuki kawasan pesantren, seluruh santri tercengang dengan kedatangan mobil - mobil mewah itu.
"siapa itu ya syah?" tanya Risa penasaran.
"gak tau sa.. ya sudah kita lanjutkan saja mengajinya" jawab Aisyah tersenyum.
Para bodyguard berdiri rapi di belakang Revan sekaligus berjaga - jaga. Revan dan Kevin Berjalan masuk ke rumah pak kyai dengan segera.
"selamat pagi" ucap Revan berwibawa.
"assalamualaikum" ucap abah tersenyum melihat Revan.
"Wa Wa....
"wa'alikum salam" ucap abah tersenyum memotong perkataan Revan.
"wa'alikum salam" ucap Revan mengikuti ucapan abah.
"silahkan duduk" ucap abah.
"terima kasih" ucap Revan dan kevin kompak.
"ada apa ya?? dan maaf anda semua ini siapa??" tanya abah.
__ADS_1
"perkenalkan saya adalah Kevin assisten tuan Revan Perdana, dan di samping saya dia adalah Revan Perdana, tuan Revan adalah pengusaha muda sukses sekaligus anak dari orang terkaya di negeri ini" jelas Kevin.
"owh.. Begitu, lalu ada apa tuan Revan datang ke pesantren kami ini?" tanya abah.
"saya datang kemari ingin bertemu dengan putri pak kyai" jawab Revan tersenyum.
"putri kami? ada apa tuan Revan ingin bertemu dengan putri kami?" tanya umi penasaran.
"maaf ibu.. sebaiknya anda panggilkan putri anda terlebih dahulu, baru kami akan memberitahukan apa tujuan kami kemari" ucap Kevin. Ibu nyai merasa kesal dengan Kevin karna ucapan yang kurang sopan.
Setelah berjalan cukup lama mencari aisyah, akhirnya umi bertemu dengan aisyah di gubuk dekat sawah.
"assalamualaikum" ucap umi tersenyum menghampiri Aisyah.
"waalikum salam" ucap Aisyah dan Risa kompak.
"umi.. Ada apa kemari?" tanya Aisyah menyalami uminya.
"ini nak, ada orang yang mencari kamu, dia ada di rumah sekarang" ucap umi.
"siapa umi?" tanya aisyah.
Umi dan aisyah berjalan meninggalkan Risa di gubuk menuju rumah.
"assalamualaikum" ucap Aisyah menyalami abah setelah tiba di rumahnya.
"walaikum salam" jawab abah.
umi duduk di sebelah abah begitu juga dengan aisyah yang duduk di samping umi.
"silahkan tuan Revan, ada urusan apa anda dengan anak kami?" ucap abah mempersilahkan.
Aisyah yang bingung dengan ucapan abah segera melihat laki laki Yang di tuju oleh abahnya. Aisyah pun kaget melihat Revan, Aisyah mengingat kejadian saat dia di tabrak oleh Revan di depan ATM saat itu.
"saya ingin menikah dengan Aisyah putri pak kyai" ucap revan tenang.
Aisyah yang mendengar ucapan Revan kaget, Aisyah kaget kenapa laki - laki di depannya ini mau menikahinya, Padahal baru pertama kali bertemu dan itu juga bukan pertemuan yang bagus menurutnya.
__ADS_1
"maksud anda?" tanya pak kyai heran.
"maksud saya, saya akan menikahi Aisyah" ucap Revan Tegas.
"maaf... Saya tidak bisa" ucap Aisyah tegas.
"kenapa?" tanya Revan.
"saya masih sekolah dan lagi pula saya tidak kenal anda, tidak tau apakah anda bisa menjadi imam saya" ucap Aisyah marah.
"maaf tuan Revan, kenapa anda ingin menikah dengan anak kami?" tanya abah bingung.
"karna saya ingin memilikinya dan karna saya kaya raya" ucap Revan santai.
"tidak, saya tidak mau" ucap Aisyah pergi dari rumah. Aisyah merasa terhina akan ucapan Revan karna dengan tidak sengaja menilai bahwa Aisyah mudah di taklukan dengan hartanya.
"Aisyah..." panggil umi khawatir.
"maaf tuan revan, Aisyah tidak bisa menerima permintaan anda" ucap abah.
"tidak bisa... Aisyah tidak bisa menolak saya, apa yg kurang dri saya, saya kaya raya dan semua keinginan saya pasti mudah saya dapatkan" ucap revan.
Umi yang sejak tadi hanya terdiam menahan rasa amarahnya, akhirnya tak bisa menahnnya lagi karna ucapan Revan barusan.
"keluar... anak kami tidak mau menikah dengan anda, Ini rumah kami, ini wilayah kami, dan kami tidak membutuhkan uang kalian, silahkan keluar... " ucap umi tegas.
"tenang umi.." ucap abah menenangkan umi lalu berpaling melihat revan.
"maaf tuan revan, silahkan anda keluar dari rumah Kami" ucap abah tenang.
Revan dan kevin pergi setelah mendapat perlakuan sperti itu dri pak kyai, Revan merasa terhina, karna ada orang yang berani menolaknya dan mengusirnya.
"lihat saja nanti... Kalian akan tunduk pada ku" ucap Revan dalam mobil.
Aisyah yang berlari segera menuju asramanya, Aisyah menangis sejadi jadinya, ia tak mampu menahan rasa amarahnya dan juga ia tak mau menikah dengan orang yang menilai segalanya dengan uang.
"syah, ada apa?" tanya Risa khawatir. Risa mencoba menenangkan Aisyah agar dia bisa tenang dan mau bercerita padanya.
__ADS_1
Aisyah menangis dalam pelukan risa, hingga tanpa sadar aisyah terlelap karna lelah menangis, Risa yang menyadari Aisyah sudah terlelap akhirnya menidurkan dan menyelimuti Aisyah di atas kasurnya.
"ada apa denganmu syah? sampai kamu menangis seperti ini" ucap Risa dalam hati dengan tangan yang mengusap kepala Aisyah, Karna Risa tau Aisyah adalah perempuan yang tegar, rendah hati dan jarang menangis jika bukan masalh serius.