
Saat malam menjelang, Revan dan Kevin langsung mengikuti kegiatan di pesantren, karna mereka merasa sangat rindu belajar mengaji. Saat sedang berjalan Revan tak sengaja melewati Aisyah, tapi Revan tak sadar jika itu adalah Aisyah, sedangkan Aisyah, ia tak percaya akan penglihatannya.
"Astaghfirullah-Astaghfirullah, Aisyah kok kamu malah membayangkan Revan" ucap Aisyah dalam hatinya sendiri dan menggelengkan kepalanya pelan, lalu ia berjalan kembali dan selalu mengucapkan istighfar dalam hatinya.
"Assalamualaikum" ucap Revan dan Kevin bersamaan.
"Waalaikum salam" jawab Fadhil dan santri lainnya.
"Udah pulang Revan Kevin?" tanya Fadhil.
"Alhamdulillah.. kemarin, tapi baru tadi siang kesininya" ucap Revan.
Lalu mereka meneruskan belajar mengaji dengan gembira dan canda tawa, hingga tak terasa waktu isya' tiba, dan mereka bergegas menuju masjid melaksanakan sholat berjamaah.
Aisyah pulang ke asrama dengan fikiran yang masih bingung dan penuh tanda tanya.
"Astaghfirullah-Astaghfirullah" ucap Aisyah di setiap jalannya.
"Kamu kenapa sih syah? dari tadi istighfar terus" tanya Risa penasaran.
"enggak.. Aku gak apa-apa kok, cuma mau minta ampun aja sama Allah" jawab Aisyah mengelak.
"Beneran?? apa kamu baru lihat setan ya?" tanya Risa lagi.
"enggak sa, aku gak lihat apa-apa" Jawab Aisyah lembut.
"Bener??" tanya Risa.
"Iya sa.." jawab Aisyah.
Saat Aisyah menuju gazebo untuk belajar, lagi-lagi ia melihat Revan, tetapi Aisyah belum menyadarinya jika itu benar-benar Revan. Sedangkan Revan tak begitu fokus melihat Aisyah, jadi ia tak yakin jika yang dilihatnya adalah Aisyah.
"Astaghfirullah-Astaghfirullah" ucap Aisyah mengelus dadanya dan mengusap ksar wajahnya.
"Ya Allah kenap bayangan Revan selalu ada" ucap Aisyah dalam hatinya.
karna tak begitu fokus belajar, akhirnya Aisyah pindah ke asrama, dan melanjutkan belajarnya.
*******
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Revan dan Kevin pergi ke perpus untuk mengecek dan bersih-bersih. dengan gembira Revan dan Kevin merapikan buku-buku sambil bersholawat.
Aisyah berjalan bersama Risa menuju kelas, tetapi berhenti di depan perpus, karna Aisyah mendengar seseorang bersholawat di dalam perpus, dan tiba-tiba.....
Bugh...
Revan terjatuh tepat di depan Aisyah, dan mata keduanya saling memandang satu sama lain cukup lama... Lama...
"Astaghfirullah" ucap Aisyah sadar karna tepukan dari Risa. 'aduhhh kenapa hati Aisyah berdegup kencang' ucap Aisyah dalam hatinya dengn mengelus dadanya dan menundukkan kepalanya.
Revan yang tetap dalam posisinya menatap Aisyah dengan senyuman lebar dan tak mengalihkan matanya.
"Istighfar van..." ucap Kevin mengagetkan.
"astaghfirullah" ucap Revan sadar dan segera berdiri dari posisinya.
__ADS_1
"Assalamualikum syah..." ucap Revan tersenyum manis.
"Waalaikum salam.." jawab Aisyah menunduk malu.
"jadi yang aku lihat tadi malam beneran Revan, bukan bayangannya" ucap Aisyah dalam hatinya.
Hening...
Hening...
Hening...
"Kalian sudah pulang?" tanya Risa memecah keheningan.
"Iya kemarin..." jawab Kevin tersenyum melihat Risa, sedangkan Risa langsung menunduk malu karna tatapan Kevin padanya.
"Gimana keadaan kakek kamu van?" tanya Aisyah penasaran.
"Alhamdulillah sudah lebih baik" jawab Revan lembut, Revan merasa sangat senang karna Aisyah perhatian pada kakeknya.
"Alhamdulillah" ucap Aisyah dan Risa.
"ehem..." dehem Fadhil yang telah tiba di samping Aisyah.
"Kak Fadhil..." ucap Aisyah kaget.
"Assalamualaikum..." ucap Fadhil lembut.
"waalaikum salam..." jawab semuanya.
"I Iya.. Kak" ucap Aisyah gugup.
"Assalamualaikum.." ucap Aisyah menuju kelas di ikuti oleh Risa.
"Waalaikum salam.." jawab Revan Kvin dan Fadhil bersamaan.
Revan menarik nafasnya kasar.
"Ganggu aja nih Fadhil" ucap Revan kesal.
"Yeeee kan belum mahrom... Ya gak boleh lah pandang pandangan" ucap Fadhil terkekeh.
"nanti mau belajar ngaji lagi gak?" tanya Fadhil duduk di samping Kevin.
"Iyalah dhil... Kita kan udah ketinggalan banyak" ucap Kevin dan diangguki oleh Revan.
"Bulan depan, Aisyah beneran ke qairo ya dhil?" tanya Revan sendu.
"Insya Allah van" jawab Fadhil.
"udah tenang aja, kalau jodoh gak akan kemana" tambah Fdhil menepuk pundak Revan pelan.
"Semoga aja" ucap Revan lirih.
"Udah... Gak usah sedih gitu dong, semangat!!" ucap Kevin menyemangati.
__ADS_1
"Iya..." ucap Revan tersenyum.
*******
"Udah kali syah senyum-senyumnya" goda Risa pada Aisyah.
"Apaan sih sa, aku gak senyum-senyum" ucap Aisyah.
"Heleh... Syah, pakek ngelak segala" ledek Risa.
"udah ah, aku mau belajar" ucap Aisyah membaca buku.
"belajar sih belajar syah, tapi gak kebalik juga kali bukunya" ledek Risa dengan tersenyum lebar, sedangkan yang diledeki malah jadi salah tingkah.
"udahlah syah... Kamu tu jujur aja sama aku" uca Risa.
"Jujur apa sih sa?" tanya Aisyah bingung.
"Ya jujur kalo kamu tu suka sama Revan, iya kan" ucap Risa terkekeh dan mencubit hidung Aisyah pelan.
"iiihhhh apaan sih sa.. Kita tu gak boleh ngomongin suka-suka, apalagi sama lawan jenis, nanti dosa" ucap Aisyah lembut.
"Iya-iya Syah, tapikan suka itu wajar syah, normal-normal aja" ucap Risa tak mau kalah.
"Iya... Tapi jangan sampai lelaki yang kita sukai itu tau, karna itu akan menjatuhkan derajat seorang wanita, jika kita menyukai seseorang maka berdoa dan kirim alfatihah" ucap Aisyah lembut.
"Tapikan kalo jaman sekarang biasa-biasa aja kalo seorang perempuan itu mengatakan cinta duluan pada seorang lelaki" ucap Risa santai.
"Itu pertanda wanita tidak memiliki rasa malu terhadap dirinya sendiri, ingat! sa.. Sebagai perempuan kita harus memiliki rasa malu, jangan malu-maluin" ucap Aisyah menyentuh hidung Risa.
"Kalo sekarang perempuan banyak yang gak memiliki rasa malu lagi gimana syah?" tanya Risa penasaran.
"Itu tanda-tanda sa, jika seseorang sudah tidak memiliki rasa malu maka akan hancur dunia ini, semakin dikit perempuan yang menutup aurat, semakin banyak lelaki yang menyerangnya, contoh saat ini, banyak perzinahan dimana-mana, bahkan mereka tidak malu jika hamil sebelum menikah, karna yang mereka fikirkan adalah kesenanganya dulu, baru penyesalannya" jelas Aisyah.
"Ya namanya penyesalan kan diakhir syah" ucap Risa.
"Maka dari itu, kita di suruh berfikir sebelum bertindak, jangan asal senang aja yang difikirin" ucap Aisyah.
"Iya ya syah... Salah satu pertanda kiamatkan perzinahan dimana-mana" ucap Risa.
"Itu tau.." ucap Aisyah.
*******
.
.
.
Hai hai Readers... Yang perempuan jaga diri kalian baik-baik ya😉😉
Dan yang laki-laki hargai wanita seperti kalian menghargai ibu kalian...
jujur... Author buat cerita ini selain karna lagi gak ada kegiatan, juga sekalian berdakwah, karna author lihat-lihat ni, banyak banget novel yang vulgar... Jdi author berniat buat novel yang islami kekinian😌😌Soalnya Author kan santri modern😁😁
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote ya😉😉