Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Keseriusan


__ADS_3

Pagi yang cerah untuk Rani, hari ini Rani sengaja izin tugas karna Rani mendapatkan kabar kalau Aisyah telah kembali ke Indonesia.


Rani telah menuju pesantren al ikhlas seorang diri, di parkirkan mobilnya tepat di rumah abah, ada sedikit keraguan di hatinya saat akan melangkah ke rumah abah, namun cepat cepat di tepis olehnya, ia langsung mengetuk pintu.


"Assalamualaikum" ucap Rani lembut.


"Waalaikum salam" jawab seseorang dari balik pintu, Rani yang tidak asing oleh uara tersebut seketika tubuhnya gemetar seperti di sengat listrik. Pintu di buka dan terlihatlah Fadhil dengan mengenakan sarung baju koko dan peci, seketika Rani kagum melihatnya, sedangkan Fadhil terpesona melihat Rani yang terlihat cantik dan anggun pastinya terlihat lebih dewasa dengan penampilannya.


Rani langsung menundukkan kepalanya malu, dia menjadi salah tingkah dan mulutnya kelu tak bisa berbicara. Fadhil masih betah menatap Rani, ya karna Fadhil sangat merindukan wanita yang berada di depannya ini.


"Rani" panggil Fadhil lembut. Rani tersentak saat Fadhil memanggilnya, dia semakin salah tingkah dibuatnya.


"aaa ehmm a anu ..


Mulut Rani seakan terkunci tidak dapat berbicara, dan tingkahnya seperti cacing kepanasan tidak bisa diam.


"ada apa?" tanya Fadhil lembut. Rani belum menjawab dan masih gugup.


"Rani" panggil Fadhil lagi karna tidak mendapatkan respon dari Rani.


(kenapa gak bisa ngomong sih, ayok dong Rani, kamu pasti bisa, tarik nafas buang tarik nafas buang tarik nafas buang, Batin Rani dengan mengambil nafas dala dalam)


hufft


"ehmmm a aku mau ketemu Aisyah ustadz" ucap Rani terbata bata.


"kamu gak janjian ya sama Aisyah?" tanya Fadhil, Rani menggelengkan kepalanya merespon pertanyaan Fadhil.


"Aisyah pergi ke pasar sama Clara" ucap Fadhil lembut.


Huftt


Rani membuang nafasnya kasar, tapi dia akan tetap menunggu Aisyah, karna dia sudah rela tidak bekerja untuk bertemu Aisyah jika gagal sia-sia dong pengorbanannya.


"masuk dulu" ucap Fadhil lembut.


"Hah??" ucap Rani kaget.


(masak iya aku harus ngobrol sama ustadz Fadhil, oh Tuhan yang benar saja, bisa mati berdiri aku, batin Rani).


"kenapa?" tanya Fadhil bingung.


"ehmm gak apa-apa, cuma gak enak aja kalau cuma sama ustadz" ucap Rani lirih. Fadhil tersenyum mendengar ucapan Rani.

__ADS_1


"memangnya kamu mau berduaan sama aku?" goda Fadhil.


"hah?? eh eng enggak, kan belum mahrom" ucap Rani gugup.


(eh kok belum mahrom sih, kalau belum berarti akan dong, haduhhh Raniii bodoh bodoh, mau sih sebenernya).


"Ya sudah saya mahromkan" ucap Fadhil santai, rasanya Fadhil ingin tertawa melihat tingkah Rani.


"hah?? eh bu bukan itu maksud saya ustadz" ucap Rani gugup.


"Kenapa memangnya?" tanya Fadhil usil.


(kok dia malah nanya, aku harus cari alesan apa ya).


"ehmm aku mau keliling pesantren aja ustadz, wassalamualaikum" ucap Rani cepat meninggalkan Fadhil, dia sudah tidak bisa menahan malu dan gugupnya di hadapan Fadhil.


Fadhil tersenyum puas setelah menggoda Rani, ia terus menatap kepergian Rani dengan tingkah kekanakannya.


Rani terus berkeliling pesantren hingga ia merasa kakinya pegal karna tidak beristirahat. Lalu dia menuju gazebo untuk duduk sebentar.


tak lama kemudian Aisyah dan Clara kembali dari pasar, lalu Rani langsung menuju rumah abah untuk menghampirinya.


"Assalamualaikum" ucao Rani saat Aisyah dan Clara baru saja turun dari motor. Aisyah sedikit kaget melihat sahabat yang sangat dirindukannya.


"Syah syah" ucap Rani seraya menepuk nepuk punggung Aisyah.


"hah hah hah" Rani langsung mengambil nafas saat Aisyah melepaskan pelukannya.


"Maaf maaf, aku gak sengaja" ucap Aisyah merasa bersalah.


"iya gak apa-apa" ucap Rani. Mereka langsung masuk ke rumah abah, Aisyah segera meletakkan belanjaannya dan bergabung di ruang tamu.


"Kamu gimana sekarang?" tanya Clara.


"Alhamdulillah aku udah jadi dokter" ucap Rani dengan menunjukkan name tag pada Aisyah dan Clara.


"wahhh selamat ya, aku seneng dengernya" ucap Aisyah tersenyum senang.


"kamu gimana sama Revan syah?" tanya Rani tiba tiba yang membuat Aisyah langsung terdiam.


"syah" panggik Rani karna Aisyah hanya terdiam.


"eh ehmm kamu udah punya pasangan belum Ran?" tanya Clara mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"ehmm belum" jawab Rani menggelengkan kepalanya.


"kenapa kok belum?" tanya Fadhil tiba tiba yang berjalan menghampiri ketiganya. Rani terdiam dan langsung menunduk.


(kenapa harus tanya kalau berharapnya kamu)


"belum kak Fadhil seriusin sih" ucap Aisyah yang kembali tersenyum.


(aisyah aja tau)


"dianya gak mau di seriusin sama kakak Syah" ucap Fadhil tersenyum.


"bener Ran?" tanya Aisyah selidik.


"eh apa? bu bukan gitu maksudnya" ucap Rani tanpa sadar.


(eh kok ngomong gitu sih)


"Jadi kamu mau saya seriusin?" tanya Fadhil serius.


"hah? ehmm...


"Langsung lamar aja kak" ucap Aisyah lembut dengan menahan tawa melihat Rani yang salah tingkah.


"Oke, besok saya akan ke rumah kamu" ucap Fadhil serius, lalu meninggalkan ketiganya.


"hah? syah? ta tapi..


"udah.. Gak apa-apa, kak Fadhil serius kok" ucap Aisyah.


"Tapikan...


"Udah deh Ran, aku tau kok perasaan kamu, dan kamu tau? kak Fadhil itu emang nunggu kamu" ucap Aisyah serius.


Hufttt


Setelah berbincang Rani pamit pulang dan akan menghubungi kedua orang tuanya karna besok Fadhil akan datang berkunjung sekaligus melamarnya.


********


Hai hai Readers, part ini buat Rani and Fadhil dulu ya, part Aisyah nya nanti lagi...


Jangan lupa like komen dan voteπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2