
setelah Ijab kabul dan memberikan ucapan selamat, keduanya menggelar resepsi di malam hari dengan tema yang sangat romantis, itu semua berkat Revan yang memberikan pesta tersebut sebagai hadiah pernikahan pada keduanya.
Aisyah mendorong kursi roda Revan dengan hati hati, mereka terlihat sangat serasi tampan dan cantik.
"Aisyah" panggil seseorang dari belakang keduanya. Aisyah langsung melihat ke sumber suara begitu pula dengan Revan.
"Assalamualaikum syah" ucapnya tersenyum manis.
"kak Farhan, waalaikum salam" ucap Aisyah lembut. Farhan menatap Revan yang menatapnya tak suka.
"hai Revan, apa kabar" ucap Farhan dengan mengulurkan tangannya.
"alhamdulillah baik" ucap Revan menerima jabatan tangan Farhan.
"Kak Farhan masih di sini?" tanya Aisyah.
"Iya, soalnya suasananya enak" jawab Farhan tersenyum hangat. Tatapan yang diberikan Farhan pada Aisyah bisa di baca oleh Revan, Revan tau jika Farhan menyukai Aisyah, tapi dia tak akan melepaskannya begitu saja, dia telah berjuang sekuat tenaga dan menahan kerinduannya, maka dari itu Revan tidak akan melepaskan Aisyah yang telah di perjuangkannya.
"apa istrinya Fadhil itu sahabat kamu?" tanya Farhan pada Aisyah.
"iya kak, Rani sahabat aku" jawab Aisyah.
"bagaimana dengan kampus kalau kak Farhan disini?" tanya Aisyah penasaran.
"saya telah mengundurkan diri dari kampus" jawab Farhan tersenyum.
"kenapa?" tanya Aisyah bingung pasalnya Farhan adalah pemimpin yang baik dalam organisasi walau usianya terbilang muda namun cara berfikirnya jauh lebih dewasa.
"karna saya merasa lelah selalu mencari karir, saya iri dengan Fadhil, diusianya saat ini dia telah menikah, sedangkan saya? saya sudah mendapatkan seseorang wanita yang sangat baik, namun ternyata dia menolak saya" ucap Farhan dengan tersenyum miris.
Deg
ucapan Farhan membuat Aisyah terdiam dan membisu, ucapan Farhan sangat menusuk dan menohok dirinya, begitu pula yang di rasakan Revan, Revan tau ucapan itu untuk Aisyah.
"Mungkin dia bukanlah jodoh anda" ucap Revan berwibawa.
"Ya anda benar, mungkin dia bukanlah jodoh saya, tapi jika masih bisa di perjuangkan, saya akan memperjuangkannya" ucap Farhan menusuk Revan.
(aku tidak akan melepaskannya begitu saja)
"ehmmm kak Farhan, aku sama Revan mau kesana bentar" ucap Aisyah memgalihkan perhatian dengan menunjuk tempat makan.
"Baiklah" ucap Farhan mengangguk.
Aisyah langsung mendorong kursi roda Revan menuju tempat makan.
"Syah" panggil Revan lembut.
__ADS_1
"I iya ada apa?" tanya Aisyah.
"kenapa kamu menolaknya?" tanya Revan penasaran.
"siapa? aku gak ngerti maksud kamu" ucap Aisyah pura pura tidak tau.
"Farhan, kenapa kamu menolaknya?" tanya Revan lagi.
"Hah? nolak apa?" tanya Aisyah.
" kamu jangan pura pura gak tau maksud ucapan aku, Farhan suka sama kamu kan? dia datang kesini untuk mendekatimukan?" tanya Revan serius.
"Ya biarin aja, kalo kamu udah tau ya udah, biarkan saja" ucap Aisyah.
"kenapa kamu menolaknya?" tanya Revan lagi.
"karna ada seorang lelaki yang telah berjuang dan menungguku pulang" ucap Aisyah tersenyum.
"Siapa?" tanya Revan pura pura tidak tau.
"Entahlah, mungkin dia tidak sadar" ucap Aisyah santai lalu berjalan mengambil makanan. Revan tersenyum melihat Aisyah, dia beruntung Aisyah memilihnya walau banyak pria yang mengejarnya.
Aisyah kembali dengan membawa makanan dan minuman ditangannya, Revan langsung mengambil makanan dan minuman tersebut dari Aisyah, Lalu Aisyah mendorong kursi roda Revan ke tempat duduk yang dekat dengan mereka.
"Kamu mau pernikahan yang seperti apa?" tanya Revan tiba tiba.
"Baiklah" ucap Revan pasrah.
*******
Di rumah besar terdapatlah seorang lelaki tampan nan soleh, dia baru saja tiba dari luar negri.
"assalamualaikum" ucap Seseorang dari belakangnya.
"Ricko, waalaikum salam" ucap Reza senang, Ricko langsung memeluk sahabatnya itu, dia merasa begitu merindukan kebersamaan mereka dulu.
"Kapan antum tiba za?" tanya Ricko.
"Baru tadi sore ko" Jawab Reza.
"Tadi pagi ustadz Fadhil nikah za, ana baru aja dari acara resepsinya" ucap Ricko.
"Subhanallah, sama siapa ko?" tanya Reza penasaran.
"sama Rani sahabatnya Aisyah.
"Rani? Rania eka putri?" tanya Reza memastikan.
__ADS_1
"iya za" jawab Ricko singkat.
"Abis ustadz Fadhil nikah, Aisyah yang nikah za" ucap Ricko.
Deh deg deg
Raut wajah Reza yang awalnya berseri langsung meredup, ya walaupun dia telah mengikhlaskan Aisyah dengan Revan, namun dalam hatinya yang paling dalam ia berharap ada keajaiban untuknya.
"Hah? Aisyah? samaaaa Revan??" tanya Reza memastikan.
"iya sama Revan" jawab Ricko.
"Syukurlah" Ucap Reza dengan senyuman paksa.
"antum gimana za? udah nemu cewek bule disana?" tanya Reza bercanda.
"Gak ada yang cocok ko" jawab Reza jujur.
"Move on za move on" ucap Ricko tertawa pelan.
"insya Allah ko" jawab Reza.
******
Pengantin baru...
Rani telah memasuki kamar hotel yang telah di sediakan untuknya dan Fadhil, Dia terliahat gugup dan bingung, gugup jika nanti Fachil masuk dan bingung mau berbuat apa.
Rani hanya menatap dirinya di depan cermin, dari tadi dia sudah berusaha melepaskan gaunnya namun gagal, karna gaun uang dikenakannya membutuhkan bantuan orang lain untuk membukanya.
saat Rani sedang kesulitan membuka gaunnya, tiba tiba...
Ceklek
Pintu dibuka oleh Fadhil, Rani langsung menunduk dan tidak berani menatap ke arah Fadhil. Fadhil menutup pintunya dan berjalan memdekati Rani.
Deg deg deg
********
.
.
.
Hahahah maaf ya di gantungin lagi...
__ADS_1
Jngan lupa like komen dan vote....