Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Kebenaran


__ADS_3

Deg deg deg


Mata yang mulanya bersinar langsung berubah berbinar, Aisyah masih bingung dengan ucapan Risa.


"Maksud kamu apa sa?" tanya Aisyah bingung.


"Revan sakit syah, sekarang Revan di rawat di rumah sakit" jawab Risa jujur.


"sakit apa?" tanya Aisyah khawatir dengan mata yang berbinar menahan tangis.


"Koma" jawab Kevin jujur.


Deg deg deg


(koma? Revan? ini gak mungkin)


Aisyah tersenyum miris dan menatap Kevin.


"gak mungkin vin" ucap Aisyah tersenyum takbpercaya.


"Syah, kita serius" ucap Risa tak tega.


"Kalian bohong, gak mungkin Revan koma, aku baru kabar-kabaran sama dia" ucap Risa dengan mata berbinar.


"Syah, kita gak bohong, kita gak mungkin bohongin kamu" ucap Risa. Aisyah terdiam lalu menatap Kevin meminta penjelasan.


"kita gak bohong syah" ucap Kevin lirih.


"kalau kalian gak bohong, kenapa Revan bisa hubungin aku?" tanya Aisyah dengan air mata yang telah menetes.


"Maaf syah" ucap Kevin, Aisyah menatap Kevin seakan tau apa yang dimaksud oleh Kevin. Aisyah memejamkan matanya lalu air mata keluar perlahan lahan.


"Syah" panggil Risa lembut.


"Kenapa kamu gak jujur sama aku sa?" tanya Aisyah dengan air mata yang terus mengalir. Risa langsung memeluk Aisyah.


"maaf syah" bisik Risa masih memeluk Aisyah. Aisyah melepaskan pelukan Risa dan menatapnya.


"Dimana Revan?" tanya Aisyah lirih dengan menghapus air matanya.

__ADS_1


"Dia di rawat di rumah sakit syah" jawab Risa.


"aku mau kesana" ucap Aisyah.


"iya kita anter ya" ucap Kevin yang langsung diangguki oleh Aisyah.


Mereka langsung menuju rumah sakit, di dalam mobil Aisyah hanya terdiam dengan air mata yang tak mau berhenti, dia duduk dengan melihat jendela dan berusaha tegar dengan keadaan.


"Syah" panggil Risa dengan meletakkan kepala Aisyah bersandar di pundaknya.


"hiks hiks hiks" tangis Aisyah dalam pelukan Risa.


"syah, jangan nangis" ucap Risa lembut dengan mengelap air mata Aisyah.


"Kenapa Revan bisa koma sa?" tanya Aisyah dengan melepaskan pelukannya. Risa terdiam sejenak, dia bingung mau mengatakan apa pada Aisyah.


"sa" panggil Aisyah lirih, sedangkan Kevin hanya melihat mereka dari kaca mobil dan terus memperhatikan mereka.


"Dia.. Dia "ucap Risa tak mampu berkata.


"Revan kenapa sa?" tanya Aisyah.


"Revan kehilangan banyak darah waktu itu, maka dari itu dia di operasi untuk mencambut peluru yang tertancap di dada sebelah kanannya, untung saja Revan berhasil melewati operasi, namun yaa jadinya dia koma dari dua tahun yang lalu" ucap Kevin.


"dua tahun?" tanya Aisyah syok akan keterangan Kevin.


"Iya syah" jawab Kevin jujur, Aisyah terdiam dan termenung.


(jadi selama dua tahun Revan menghilang, karna dia koma..)


Tak lama, mereka tiba di rumah sakit, mereka bertiga langsung menuju ruang Revan, saat telah di depan ruangan, Aisyah memejamkan matanya berusaha menahan kesedihan, Kevin mengucapkan salam dan membuka pintu, terlihatlah Rendi yang menghampiri mereka di depan pintu.


"Om, Aisyah mau jenguk Revan" ucap Kevin, Rendi mengangguk mengiyakannya.


Aisyah masuk perlahan ke dalam ruangan, sedangkan yang lainnya tetap di depan karna tau bahwa Aisyah butuh waktu untuk menerima semuanya.


Dengan perlahan Aisyah menghampiri ranjang Revan, Aisyah tak melepaskan pandangannya pada Revan, belum terlihat jelas namun air matanya menetes perlahan. Semakin dekat dia menghampiri Revan, dan terlihatlah Revan yang terbaring lemah dengan perlatan medis yang lengkap, Aisyah menatap lekat Wajah Revan.


Deg deg deg

__ADS_1


Aisyah jatuh dengan berlutut, ia tak bisa melihat Revan seperti ini, tangisan yang mulanya di tahan, pecah seketika, Aisyah menangis sejadi jadinya. Di ambilnya kursi dan duduk di samping ranjang Revan.


"hiks hiks Kamu bilang hiks mau nunggu aku pulang hiks, tapi apa? apa buktinya" ucap Aisyah terbata karna isak tangisnya.


"Van, bangunnnn" ucap Aisyah tetap menatap wajah Revan.


"Revan, aku sudah kembali" ucap Aisyah lirih.


"kamu kenapa bisa seperti ini? kenapa?" ucap Aisyah.


"Vannnn hiks hiks" Aisyah menangis dan menunduk.


Setelah satu jam, Aisyah bangkit dan mengambil wudhu, setelah berwudhu, Aisyah duduk kembali di samping ranjang, lalu dia mengambil Handphonenya dan membuka aplikasi al-quran, Aisyah membaca surat ar-rahman dengan khusyuk hingga air matanya kembali menetes, tanpa Aisyah sadari, Revan juga ikut meneteskan air matanya dalan mata yang tertutup, Revan bisa merasakan dan mendengar keberadaan Aisyah.


saat setelah selesai mengaji, Aisyah menatap Revan dan melihat air mata Revan yang telah membasahi wajahnya.


"Revan" ucap Aisyah kaget, lalu dia mengambil tissue dan menghapus air mata Revan.


Aisyah langsung keluar ruangan dan menghampiri Rendi untuk memanggilkan dokter. Tak lama dokter datang ke ruangan Revan, sudah ada Aisyah Rendi Kevin dan Risa yang menunggu hasil pemeriksaan Revan.


"Alhamdulillah, ada kemajuan, walaupun Revan belum melewati masa komanya" ucap dokter.


"Saya harap kalian selalu mengajak Revan berbicara untuk meningkatkan kesadaran Revan" ucap dokter lalu keluar.


Aisyah langsung menghampiri Revan kembali, di tatapnya Revan, Aisyah tersenyum dengan mata yang sembab.


*******


.


.


.


Hi hai readers....


Maaf yaa author baru up, soalnya hari ini author sibuk banget...


Vote ya biar authornya lebih semangat๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


__ADS_2