Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Sahabat terbaik


__ADS_3

Tak ada perubahan dari keadaan kakek, kakek masih dengan alat bantu, hingga kini kakek tak sadarkan diri, Revan hanya duduk memandangi kakek yang masih enggan membuka mata.


"Revan!" panggil nenek Lembut.


"iya nek.." jawab Revan.


"tante Milla mau datang kesini besok, dia masih dalam perjalanan, nenek mau kamu menjemputnya besok" ucap nenek.


Tante Milla adalah istri dari adik Rendi yang telah meninggal, dan dia adalah adik Rendi yang memberikan tanah pada kyai ahmad untuk di bangun pesantren, hingga saat ini pesantren sangat maju karna kepemimpinan kyai ahmad.


"iya nek.. Besok Revan jemput" jawab Revan tersenyum lembut.


"Clara.. Kamu juga ikut Revan menjemput di bandara ya" ucap nenek tersenyum menatap Clara.


"iya nek.." jawab Clara.


"Kevin juga ikut bersamaku besok" ucap Revan lantang dan hanya di angguki oleh Kevin.


"Kevin tidak usah ikut, kamu dan Clara saja yang menjemput" sarkas nenek dengan cepat.


"tidak Nek.. Jika clara ikut denganku maka Kevin juga harus ikut, aku tidak mau berduaan dengan wanita yang bukan muhrimku" ucap Revan.


"Clara akan menjadi muhrimmu setelah kakek sadar" ucap nenek tegas.


"Tidak ma.. Revan akan memilih wanita yang dicintainya sendiri" ucap Rendi lantang menatap tajam nenek.


"mama tidak perlu memilihkan jodoh untuk Revan, karna dia bisa memilih yang dia inginkan" tambah Rendi tetap menatap tajam nenek. Seketika nenek yang mendengar jawaban dari putranya, langsung sakit hati krn di tentang oleh putranya sendiri.


"Revan pulanglah.. Istirahat, ayah yang akan menggantikanmu menjaga kakek" ucap Rendi lembut pada Revan.


"Kevin kamu juga" tambah Rendi lembut.


"tapi yah.." ucap Revan


"tidak ada tapi-tapian kamu harus pulang, istirahat, besok kamu bisa kesini setelah menjemput tante kamu" ucap Rendi.


"iya yah" jawab Revan patuh.


"ya sudah mama dan Clara juga pulang bersama Revan" ucap nenek yang hanya di angguki oleh Rendi.


******

__ADS_1


setelah kepulangan keluarga Reza, fadhil pulang ke rumah setelah melihat-lihat sawah dan kebun, Fadhil sengaja tidak ikut campur dalam urusan keluarga pamannya itu, karna Fadhil berfikir bahwa dia hanya keponakannya saja. Fadhil menyusuri jalanan sawah yang terbentang luas dengan bersenandung sholawat.


"jika Aisyah telah di lamar oleh dua lelaki, kenapa aku tidak mencoba melamar perempuan yang ku cintai ya" ucap Fadhil dalam hati dengan khayalan dan senyum senyum sendiri.


"astaghfirullah.. udah lama aku tidak menghubung abi" ucap Fadhil menepuk jidatnya lupa. dengan cepat Fadhil mengambil handphonenya di dalam saku celana yang dikenakannya. Lalu mencari konta abi.


"assalamualaikum abi" ucap Fadhil saat abi mengangkat telphonenya.


"..........."


"alhamdulillah, fadhil baik bi.. Bagaimana keadaan umi bi? tanya fadhil.


"............"


"afwan bi, fadhil baru bisa menghubungi abi" ucap Fadhil menyesal.


"............"


"syukron bi.. Na'am insya Allah bi" ucap fadhil lirih.


"............"


fadhil menghela nafasnya kasar, baru saja dia memikirkan perempuan, abi sudah bertanya kapan fadhil akan menikah, Fadhil hanya bisa menjawab seadanya saja, dia bingung mau menjawab apa, karna dia tak tau apakah perempuan yang di cintainya akan menyukainya pula.


*******


Aisyah melamun dibawah terangnya bulan, ia menatap gelapnya malam dengan bulan dan bintang menghiasinya, duduk bersandar dengan tatapan kosong. Hingga saat ini Aisyah belum menceritakan apa yang di alaminya pada para sahabatnya, ia ingin bercerita, hanya saja ia merasa belum siap melihat ekspresi teman - temannya itu.


"Bismillah, semoga Allah berikan yang terbaik untuk Aisyah" ucap Aisyah dengan memandangi bulan.


"semoga Allah dapat menetapkan hati Aisyah untuk menuntut ilmu terlebih dahulu, sebelum Aisyah menjalankan sunnah RosulNya" ucap Aisyah dalam hati.


tanpa Aisyah sadari teman - temannya berjalan mendekati Aisyah, hingga mengagetkannya.


"Aisyah!" ucap Risa keras mensadarkan Aisyah dari lamunanya.


"astghfirullah Risa!" ucap Aisyah kesal.


"afwan Syah.. Becanda" ucap Risa tersenyum lebar.


"kamu ngapain disini sendirian syah? gak ajak - ajak kita lagi" ucap Nisa menyipitkan matany.

__ADS_1


"iya2 maaf... aku lahi pengen sendiri aja tadi" ucap Aisyah tersenyum manis.


"oh ya kita main permainan yuk" ajak Risa bersemangat.


"main apa sa?" tanya Rani penasaran.


"truth or dare... Gimana?" tanya Risa dengan mengangkat alisnya sebelah.


"seru kayaknya, oke deh" jawab nisa.


"Rani, Aisyah gimana?" tanya Risa dan hanya dingguki oleh keduanya.


"kita minnya pakai botol ini" ucap Risa dengan mengambil botol minuman yang di bawanya.


"oke kita mulai ya, yang kena nanti, harus pilih antara truth atau dare, yang tanya itu orang yang di sebelah kananya" jelas Risa.


Permainan di mulai, mereka sangat antusias memainkannya, yang pertama mendapatkan pertanyaan adalah nisa, dan yang memberi pertanyaan adalah Rani.


"aku pilih dare" ucap nisa.


"oke.. Tantangannya... Kamu harus menghitung berapa banyak bintang yang ada di langit" taantang Rani dengan tersenyum puas.


"ya gak bisalah Ran, kalau di suruh hitung banyaknya bintang di wajah kita semua, baru aku bisa" ucap Nisa.


"Yee ... Kamu pikir jerawat" ucap Risa sewot.


"bukan... yang aku maksud itu..... A C N E" eja Nisa dengan serius.


"Apa! A C N E,, itu sama aja nis2 kucing... " ucap Risa kesal.


"beda lah.. Beda tulisan sama bahasanya" ucap Nusa dengan memeletkan lidahnya mengejek Risa.


Setelah permainan yang menghebohkan keempatnya, mereka langsung berjalan masuk ke asrama saat mendengar lonceng tidur. Malam itu mereka mengakhiri dengan gembira dan di temani bulan dan bintang yang indah Mempesona.


******


hai hai Readers, seru ya kalau punya sahabat yang setia pada kita, baik suka maupun duka...


Inget ya Readers mencari sahabat yabg tulus dan setia itu sulit, jadi... Jangan sia-siakan sahabat yang sudah kita miliki ya😉😉😉


Jngan lupa like, komen dan vote ya😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2