Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Perubahan sikap


__ADS_3

"mau.... Ambil buku kak" ucap aisyah lembut, Sedangkan rani yg berada di sampingnya terlihat menunduk menghindari tatapan fadil yg dapat membuatnya tersipu malu.


"mau aku bantu?" tanya revan tersenyum, ia berada tepat di belakang aisyah yg membuat aisyah sedikit kaget karnanya.


"revan... Kamu masih belajar mengaji, jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan" ucap kevin kesal karna ditinggal sendiri.


"aku cuma mau bantu aisyah.. Bukan mau ambil kesempatan" ucap revan menatap tajam mata kevin, ia merasa kevin tak bisa di ajak kompromi saja.


"gk usah.. Terima kasih" ucap aisyah dg posisi yg sama yg sedang mengambil buku dari lemari atas.


"tapi kamu terlihat kesulitan" ucap revan tetap memperhatikan aisyah yg sulit mengambil buku dg badan Yg tidak terlalu tinggi. tanpa menunggu jawaban dri aisyah, revan dg cepat mengambil bukunya, dan saat revan ingin memberikan bukunya pd aisyah, dg tak sengaja kedua mata mereka saling bertatapan.


"astaghfirullah" ucap aisyah saat tersadar dri tatapannya Dan langsung menunduk, sedang rani fadil dan kevin tersenyum melihat kejadian itu.


"ini.." ucap revan lembut dg tersenyum manis memberikan buku pd aisyah yg tersipu malu.


"te terima kasih" ucap aisyah gugup yg segera mengambil bukunya.


"kamu terlihat cantik jika tidak galak seperti waktu itu" bisik revan Tersenyum saat aisyah akan melangkah pergi dri tempatnya. sedangkan aisyah merasa senang dan kesal menjadi satu, senang karna revan mengatakannya cantik, dn kesal saat revan mengatakannya galak, Entahlah apa yg saat ini ia rasakan.


"mana daftar bukunya?" tanya rani lembut pd kevin. Dg sigap fadil mengambil daftar buku peminjaman dn langsung memberikannya pd rani.


"perasaan aku deh yg di tanya tdi" ucap kevin bingung dg menggaruk kepala yg tak gatal.


rani yg merasa tak nyaman dg tatapan fadil pd dirinya, dg ia cepat mengisi daftarnya.


"ini.. Terima kasih" ucap rani pd fadil yg tersenyum.


"sama2.. " ucap fadil tersenyum simpul walaupun rani tak melihatnya. sedang aisyah yg melihat kelakuan kakak sepupunya itu hanya menggelengkan kepalannya saja.


"ya sudah kak kita kembali ke kelas dulu, assalmualaikum" ucap aisyah pergi meninggalkan perpustakaan.


Stelah kepergian aisyah dan rani, revan kembali ke tempatnya semula untuk bersiap melanjutkan acara mengajinya yg tertunda.

__ADS_1


"hemmm kalian ini sama2 mengambil kesempatan dalam kesempitan" ucap kevin kesal melirik ke revan dan fadil secara bergantian.


"aku tidak merasa begitu" ucap fdil santai.


"aku juga" ucap revan tersenyum bersama fadil.


"mungkin aku saja yg merasa seperti itu.. beginilah nasib jomblo keren.." ucap kevin dg muka melasnya. revan dan fadil hanya tertawa mendengar perkataan kevin.


******


"umi... bagaimana dg nak revan jika aisyah melanjutkan kuliahnya di qairo?" tanya abah bingung Menatap istri tercintanya.


"bah.. Kita tidak bisa terus memaksa aisyah, dia sudah besar dan dia yg dapat menentukan masa depannya sendiri," ucap umi menenangkan abah.


"lagi pula.. Aisyah akan memikirkan dampak dri apa yg dia pilih bah.. Dia pasti lebih mengetahui apa yg terbaik baginya" ucap umi tersenyum menyentuh tangan abah.


"semoga saja revan mengizinkannya dan tidak mempermasalahkannya ya mi" ucap abah menatap lembut mata umi.


"aamiin bah.."ucap umi.


"waalaikum salam.." ucap abah dan umi bersamaan.


"paman kenapa umi? kok kelihatan resah seperti itu?" tany fadil yg duduk di hadpan umi.


"paman itu bingung bagaimana caranya mengatakan tntang beasiswa itu pd nak revan" ucap umi.


"paman tenang saja, revan telh mengetahuinya, dan insya allah revan akan menunggu aisyah" ucaP fadil.


"benarkah yg kamu katakan fadil?" tanya abah meyakinkan perkataan fadil.


"insya allah paman" ucap fadil tersenyum menatap abah.


"alhamdulillah" ucap abah dan umi Lega mendengarnya.

__ADS_1


"baiklah.. Klau begitu umi panggil aisyah, dan kamu fadil panggil nak revan kemari" ucap abah bersemangat.


tak butuh waktu lama Aisyah datang bersama dg umi dan langsung duduk di samping abah yg telah menunggu, selang beberapa menit fadil datang bersama dg revan di sampingnya.


"assalamualaikum" ucap fadil dan revan.


"waalaikum salam.. duduk nak revan" ucap abah yg di angguki oleh revan dan duduk di samping fadil.


"Begini nak revan.. Katanya fadil kamu sudah tahu perihal beasiswa yg aisyah dapatkan dri qairo, saya mau bertanya bagaimana pendapat nak revan" tanya abah Menatap revan.


"saya sudah memantapkan hati saya pak kyai, jika memang aisyah berjodoh dg saya, mau dimanapun dia berada Allah pasti akan menyatukan kami nantinya" ucap revan tersenyum mantap yg membuat seisi rumah kaget mendengar penuturannya, karna revan terlihat lebih dewasa dri pada sebelumnya, tak ada rasa egois pada sifatnya lagi. sedangkan aisyah yg mendengarnya tersenyum akan perubahan sikap revan dan bersyukur karna dia dapat melanjutkan sekolahnya dan tak harus menikah di usia mudanya.


"alhamdulillah jika sperti itu.." ucap abah lega mendengarnya.


"tapi... Saya akan ttp menunggu jawaban aisyah atas lamaran yg telah saya ajukan pak kyai" ucap revan mentap aisyah.


"baiklah.. Aisyah bagaimana menurutmu nak?" tanya abah menatap putri kedayangannya.


"aisyah akan menjawabnya jika revan sudah bisa mengaji dg baik dan benar bah" ucsp aisyah lembut menatap abah.


"insya allah.. Allah akan memudahkanku jika kamu jodoh yg telah dikirimkanNya pada ku" ucap revan lantang dan membuat semua yg mendengarnya kagum akan penuturan revan yg lantang dan percaya Akan kekuasaan Allah.


"masya allah... nak revan, Kamu terlihat lebih dewasa dri sebelumnya" ucap abah menatap revan dg bahagia.


"ini semua karna Allah telah mengirimkan saya ke pesantren ini pak kyai" ucap revsn tersenyum.


********


Author...


Wah😄.. Revan dewasa ya bisa menerima dan gk egois lagi ya readers.


Ayo doakan revan menjadi lelaki yg soleh ya..

__ADS_1


Jngan lupa like, komen dan vote... Terima kasih🙏🙏


__ADS_2