Cinta Suci Santri Putri

Cinta Suci Santri Putri
Seseorang


__ADS_3

Keesokan harinya, Clara masih berpura-pura tidur, agar ayahnya tak memaksanya untuk pergi ke Pesantren, dia sengaka melakukan ini, karna ia sungguh tak mau tinggal di tempat yang asing untuknya, belum lagi harus mengikuti kegiatan dan larangan di sana, itu sangat menyebalkan baginya.


"Clara!" panggil Samuel membuka pintu lalu masuk ke dalamnya dan ia tak menyangka jika putrinya masih terlelap, karna biasanya Clara akan bangun pagi untuk berolahraga, tapi tidak dengan hari ini.


"Clara!" panggil samuel lagi dengan menepuk-nepuk punggungnya. Namun bukannya bangun Clara hanya menggeliat dan tak mau bangun.


"Clara bangun, kamu harus ke pesantren itu" ucap samuel masih membangunkan Clara.


"Clara!" teriak Samuel keras, sontak membuat Clara ketakutan, tapi dia tetap bertahan dalam tidurnya yang pura-pura.


"Clara!!!" teriak Samuel dengan menarik paksa tangan Clara agar bangun.


"Papa!" teriak Clara kesal.


"cepat mandi dan pakai ini" ucap Samuel dingin dengan meletakkan baju yang di bawanya di atas meja, dan langsung keluar meninggalkan Clara.


Clara mengambil pakaian yang diberikan Samuel, dia mengernyitkan dahinya tak percaya


"Apa! aku harus memakai ini" ucap Clara menggenggam gamis yang tertutup dengan hijab beserta brosnya.


"Oh tidak tidak, apa aku bermimpi, apa ayah sudah gila" ucap Clara menggelengkan kepalanya tak percaya.


"bagaimana bisa papa memberiku ini? tubuh seksiku ini tak akan daoat terlihat jika seperti ini" ucap Clara kesal dan melempar gamisnya sembarang.


Lalu Clara mandi setelahnya ia memakai baju yang seksi dan menghiraukan gamis pemberian samuel. Clara keluar menuju ke kamar Samuel lalu mengetuk pintunya.


"Pa.." panggil Clara dengan mengetuk pintu.


"Sudah si....


Ucapan Samuel terhenti saat melihat anaknya itu tak menurutinya untuk mengenkan gamis yang di berinya, wajah yang semulanya teduh berubah menjadi tajam menatap Clara


"Kau tak menurutiku?" tanya Samuel menekan setiap perkataannya dengan tatapan yang mematikan.


"Papa memberiku pakaian yang sangat tertutup" ucap Clara kesal.


"Ya karna kau akan tinggal di pesantren" ucap Samuel dingin masih dengan tatapannya.

__ADS_1


"Pa, yang benar saja aku akan tinggal disana" ucap Clara lirih.


"Ganti bajumu atau fasilitasmu akan ku sita seluruhnya" ucap Samuel dingin lalu masuk ke dalam kamarnya dan menutup pibtunya.


"Aarrgghhh yang benar saja" ucap Clara frustasi dan kembali ke kamarnya.


******


Clara telah siap menuju pesantren bersama samuel, clara terlihat begitu cantik dan elegan mengenkan gamis tersebut, ia terlihat seperti perempuan yang dewasa dan kalem, karna tubuhnya yang ideal ia sangat terlihat sempurna dimata laki-laki yang melihatnya.


"Pa... Berapa lama aku akan tinggal disana?" tanya Clara lirih.


"Sampai kau bisa meluluhkan Revan" jawab samuel dingin dengan tetap fokus menyetir menuju pesantren.


tak lama mobil yang dikendarai Samuel memasuki area pesantren, karna letak hotel yang tak terlalu jauh dari pesantren yang hanya membutuhkan lima belas menit berkendara.


Clara melihat kekanan dan kiri, ia berfikir memang terlihat menyenangkan memiliki banyak teman, namun tidak untuk tinggal di pesantren.


Samuel turun dari mobilnya dan berjalan menuju rumah abah, namun Samuel berhenti dan berbalik ke mobilnya karna ternyata Clara tak mengikutinya, Samuel membuka pintu mobil Clara, dan menatap tajam Clara.


"Selamat pagi!" ucap Samuel dengan mengetuk pintu rumah abah.


"Iya... " ucap Abah keluar.


"selamat Pagi pak kyai" ucap Samuel Berpura-pura sopan.


"Assalamualaikum" ucap Abah. Samue mengernyitkan dahinya, lalu ia teringat salam dalam agama islam yang di pelajarinya di google tadi malam.


"waalaikum salam" jawab Samuel.


"Silahkan masuk" ucap Abah.


Lalu samuel mengatkan tujuannya kemari pada abah, dan menginginkan Clara belajar di pesantren tersebut, ya.. Itu semua hanya pura-pura.


Abah terlihat senang atas keinginan yang di ucapkan oleh Samuel, abah memperbolehkan Clara tinggal di pesantren mulai sore hari nanti, karna clara harus menyiapkan barang-barangnya terlebih dahulu.


Setelah berbincang dengan abah, Samuel dan Clara pulang ke hotel dan akan kembali ke pesantren sore nanti.

__ADS_1


*******


Sore harinya Clara kembali ke pesantren dengan membawa 2 koper, ia begitu kesulitan mengenakan gamis dan hijab di tubuhnya, saat Clara akan melangkahkan kakinya, gamisnya tersangkut pintu mobil, alhasil dia....


Bugh..


Clara terjatuh, Namun tak merasakan sakit.


"kok gak kerasa sakit ya" pikir Clara dalam hati.


"Antun bisa berdiri?" tanya seseorang. lalu Clara melihat ke bawah dan ternyata dia menimpa seseorang.


"eh.. Sorry sorry" ucap Clara dengan berdiri.


Saat Clara berdiri tegap dan melihat ke arah wajah seseorang itu..


"ganteng banget" ucap Clara dalsm hati, terpesona.


"hay hay " ucap seseorang.


"Clara! " panggil Samuel keras.


"eh iya pa.." jawab Clara melihat ke arah Samuel, lalu dia berbalik mau berterima kasih


pada seseorang tadi, namun seseorang yang membantunya telah pergi entah kemana.


"Lho... Dimana dia" ucap Clara lirih.


lalu Clara masuk ke rumah abah dengan langkah terpaksa.


********


hai hai Readers..


Wahhhh siapa ya kira kira, seseorang itu??


like, komen, dan voteπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2