Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 21


__ADS_3

"Cinta makan duluan ayah bunda." Cinta minta izin kepada orang tuanya.


"Ya sayang,makanlah.Keburu tak enak dimakan nanti makananmu." Nyonya Wiraatmadja dengan lembut.


Cinta yang baru akan memasukkan suapan pertama kemulutnya.


Restu merebutnya, membuat Cinta kesal,untung potongan daging steak itu jatuh tepat di atas piring.


"Kamu tak boleh makan ini,kamu makan yang ini saja, itu bekas tangan Bombom." Restu menyodorkan daging steak yang sudah ia potong.


"Kaakaakkk." Dengan suara pelan takut menjadi pusat perhatian pengunjung lagi dengan menahan geram.


"Hhhiiiiiiihhhh." Cinta mengepalkan tangannya seakan memukul kakaknya,namun Cinta hanya mengayunkan diudara saja.


"Sabar,sabar,sabar." Cinta mengelus dada.


Tuan dan nyonya Wiraatmadja saling beradu pandang.


"Tak usah dilihat pa." Nyonya Wiraatmadja yang juga kesal melihat tingkah usil putranya yang protektif ke adiknya.


"Cepat makan." Perintah Restu.


Setelah berdo'a Cinta segera menghabiskan makanannya.


Setelah Cinta menyelesaikan makannya.


Pesanan untuk kedua orang tuanya baru datang.


Dibelakang meja Cinta,ada dua laki-laki yang duduk berhadapan, yang dari awal juga memperhatikan interaksi mereka padahal mereka saling membelakangi.


Hanya dengan mendengar suara Cinta mampu menarik perhatian salah satu laki-laki tersebut.

__ADS_1


Sebelumnya dia tidak akan peduli dengan yang namanya perempuan kecuali mama dan kakaknya.


"Unik." Ucap laki-laki.


"Ya tuan.Anda berbicara sesuatu." Si sekretaris memandang tuannya yang ada dihadapannya yang sedang menahan senyum.


Si asisten heran,baru kali ini melihat tuannya tersenyum diluar rumah.


Tuannya akan bersikap hangat hanya berada didalam rumah saat bersama keluarganya.


Selebihnya akan bersikap dingin, cuek dan masa bodoh.


"Tidak, lanjutkan makanmu." Bagas merubah expresinya menjadi datar.


Ya mereka Bagas Dewa Putra Utama Seorang ceo muda,sukses,kaya,berprestasi dari perusahaan Utama Group bersama Leo sekretaris pribadinya.


Leo mencondongkan badannya kesamping berniat mengintip orang-orang yang berada di bangku belakang tuannya yang dari tadi membuat kehebohan.


"Tidak tuan." Leo kembali melanjutkan makannya.


Sedang Cinta yang sudah menyelesaikan makannya pamit kepada orang tuanya.


"Ayah bunda, Cinta pulang duluan boleh." Cinta setelah menyelesaikan makan malamnya.


"Boleh sayang, hati-hati dijalan, jangan mampir-mampir lagi." Nyonya Wiraatmadja dengan lembut.


Cinta menjabat tangan kedua orang tuanya.


"Kakak antar." Restu memasukkan potongan daging steak yang terakhir ke mulutnya.


"No, Cinta pulang sendiri." Cinta berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Eits... apa kamu bawa mobil?" Restu juga berdiri dari duduknya.


Cinta menepuk jidatnya.


""Cinta bisa naik taxi." Cinta beranjak pergi sambil memandang kakaknya.


Beberapa langkah.


"Bruk."


"Aaauuu....hidungku." Cinta mengelus hidungnya yang memerah.


Cinta menabrak seseorang.


"Ini badan apa beton." Batin Cinta.


"Hai nona,hati-hati.Untung saja anda menabrak saya, kalau anda menabrak truk bagaimana.Bisa tambah pesek hidung anda." Ucap Laki-laki yang ditabrak Cinta.


"Maaf tuan." Cinta membungkukkan badannya sedikit.


"Hai tuan,jaga bicaramu.Hidung dia tidak pesek, hanya saja mancung kedalam." Restu menahan senyum.


"Ha....ha....." Restu dan Dion tertawa sambil tos.


Ya laki-laki itu adalah Dion.Teman Bagas dan Leo.


Dion yang masuk kerestoran untuk menghilangkan bete,tak sengaja melihat Bagas dan Leo sedang makan malam.Dion berniat menghampiri temannya.Karene kecerobohan Cinta mereka saling bertabrakan.


"Kakak kenal." Cinta menunjuk Restu dan Dion bergantian.


Restu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Gila, kakak benar-benar gila.Menertawakan adik sendiri dengan orang tak dikenal." Cinta mendengus kesal dan bergegas pergi sambil menghentakkan kakinya.


__ADS_2