
Tanpa bersuara Leo mengemudi mobil dengan kecepatan sedang.
"Mau mampir kemana,atau langsung pulang." Leo dengan tetap fokus dengan jalan yang ada dihadapannya.
"Eeemmm" Cantika mengetuk-ngetuk dagunya.
"Gimana ya, sebenarnya pingin jalan-jalan tapi badan capek." Lanjut Cantika.
"Danau." Leo dengan singkat.
"Boleh Lee,kita beli makanan dulu Lee." Cantika memandang Leo.
Leo melajukan mobilnya kedanau buatan ditepi kota.
Sementara dirumah sakit.
Sepeninggal kakak-kakaknya, Bagas masuk kedalam ruangan dimana Cinta dirawat.
"Sudah bangun,nona." Bagas menutup pintun kembali dan menaruh paper bagnya dimeja.
"Jam berapa,tuan?" Cinta menoleh kekanan dan kekiri dengan pelan.
"Jam 17.00.Ada apa,nona?"Bagas melihat jam tangannya.
"Bisa minta tolong,tuan.Saya membutuhkan mukena."
"Tunggu sebentar,nona.Akan saya carikan." Bagas keluar ruangan,meski Bagas tak tahu apa itu mukena, Bagas tetap akan mencarikan setidaknya bisa minta tolong kepada bodyguard.
Mengetahui tuannya keluar ruangan, bodyguard yang ada disitu langsung berdiri memberi hormat.
"Tuan,memerlukan sesuatu." Salah satu bodyguard.
__ADS_1
"Saya memerlukan mukena, tolong belikan."
"Baik,tuan.Tunggu sebentar saya akan carikan.Permisi tuan." Bodyguard meminta izin.
"Kalau bisa secepatnya."
"Baik tuan."
Bagas masuk kembali kedalam ruangan.
"Sebentar lagi mokenanya datang,nona."
"Memang anda mencari kemana, tuan."
"Tak tahu,saya menyuruh seseorang untuk membelinya."
"Dasar orang kaya." Cinta dalam hati.
"Anda cukup pergi ke musholla rumah sakit,ambil satu nanti atau besok biar saya yang mengembalikan.
"Apa itu mukena, musholla."
"Mukena itu alat sholat untuk perempuan.Musholla itu tempat untuk sholat tapi tempatnya kecil, tuan Bagas."
"Ngerti,tapi tak tahu namanya.Yang saya tahu tempat sholat untuk orang islam itu masjid, baru kali ini dengar musholla."
"Tok...tok...tok..." Suara ketukan pintu.
Bagas berjalan kearah pintu dan membukan pintu.Didepan pintu ada bodyguard dengan membawa paper bag berisi peralatan sholat untuk wanita,tak ketinggalan sajadah dan tasbih.Karena saat membeli mukena, penjaga toko menawarkan sajadah dan tasbih sekalian,tanpa berfikir panjang bodyguard itu langsung mengiyakan, bodyguard pikir itu pasti digunakan juga.
"Ini tuan,pesanan anda." Bodyguard menyerahkan paper bag.
__ADS_1
"Terima kasih."
"Sama-sama,tuan."
Bagas menutup pintunya kembali.
"Ini yang anda butuhkan,nona."Bagas menyerahkan paper bag ke Cinta.
"Wah tuan, ternyata pegawai anda malah lebih paham tentang yang saya butuhkan.
Tapi bagaimanapun anda tetap hebat tuan, tanpa bantuan anda,saya tak kan mendapatkan barang ini dalam waktu singkat.Terima kasih, tuan."Cinta mengintip paper bag dan meletakkan disamping dia tidur.
Cinta berusaha untuk bangun dari tidurnya.
"Anda mau apa,nona?" Bagas membantu Cinta untuk duduk.
"Saya mau kekamar mandi,tuan."
"Apa anda sudah kuat,nona."
"Masih sedikit pusing dan berkunang-kunang,tuan."
"Alat ini,apa tidak bisa dilepaskan,tuan" Cinta meraba alat yang ada dilehernya.
"Maaf,nona.Saya tak bisa.Apa perlu saya panggilkan dokter,nona."
Bukannya Bagas tak bisa,namun Bagas takut jika alat bantu leher itu dilepas, Cinta akan pusing lagi.
"Tidak usah,tuan.Sudah tak keburu waktunya."
Ya waktu sholat akan segera habis.
__ADS_1
Cinta memutuskan untuk tayamum saja.
Cinta mengeser duduknya lebih dekat dengan nakas disamping brankarnya.Cinta melakukan tayamum.Cinta memakai mukena dan memasang sajadah didepannya, segera Cinta mengerjakan sholat.Bagas hanya memperhatikan semua yang dilakukan Cinta tanpa berkata apapun.Saat Cinta mengerjakan sholat,Bagas memilih masuk kekamar mandi rumah sakit sambil membawa paper bag yang dibawakan Leo tadi untuk membersihkan diri.