Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 33


__ADS_3

Cinta yang sudah berada di stand ice cream.


"Nona saya boleh minta ice creamnya." Cinta dengan sopan.


"Tentu nyonya." Jawab pelayan dengan sopan pula.


Pelayan segera mengambil mangkuk kecil dan menuangkan ice cream ke mangkuk dan memberikan ke Cinta.


"Ini nyonya." Pelayan menyerahkan ke Cinta.


"Terima kasih nona."Cinta dengan sopan.


"Sama-sama nyonya." Pelayan dengan hormat.


Sementara dibelakang Cinta ada seorang laki-laki dengan sengaja berdiri begitu dekat, hanya berjarak satu jengkal, Cinta sedikit bergerak sudah bisa dipastikan mereka akan bersentuhan.


Benar saja, ketika Cinta sudah mendapatkan ice cream ditangannya, Cinta membalikkan badan dan menyenggol orang tersebut, Cinta hampir terjatuh, laki-laki iku segera menahan pinggang Cinta.


Bagas yang mengetahui kejadian itu, mengepalkan tangannya merasa geram.


"Brengsek,Bajingan." Umpat Bagas.


Restu, Dion dan Leo yang sedang menikmati hidangannya,yang tak tahu menahu,kaget atas apa yang diucapkan oleh Bagas.


Pandangan mereka tertuju pada Bagas yang dengan amarah berjalan cepat menuju arah Cinta.


Seketika mereka paham apa yang terjadi.


Mengetahui itu Restu,Dion dan Leo juga geram, dengan menahan amarah masing-masing,Dion dan Leo berniat menyusul Bagas tetapi baru saja melangkah dicegah oleh Restu.


"Jangan tuan Leo ,saya kira tuan Bagas bisa mengatasinya sendiri." Restu dengan menahan tangan Dion.


"Kalau kita kesana malah akan mempermalukan tuan Bagas.Terkesan kita keroyokan." Lanjut Restu.


Dion dan Leo membenarkan itu.Mereka hanya bisa melihat dengan menahan amarahnya.

__ADS_1


Sementara Cinta yang menyenggol laki-laki itu hampir terjatuh.


"Aaawww" Cinta hampir jatuh.


Laki-laki tersebut segera menahan pinggang Cinta, posisi mereka seperti berpelukan.


"Hati-hati nona." Pria tersebut dengan senyum yang dibuat semanis mungkin.


Cinta yang merasa pinggannya dipegang seorang laki-laki yang tidak dikenal segera menghempaskan tangan laki-laki tersebut.Dan menjauh beberapa langkah.


"Hai nona seharusnya anda berterima kasih kepada saya.Kalau saya tak menangkap anda, sudah pas anda akan jatuh." Laki-laki itu dengan nada lembut yang dibuat-buat.


"Lebih baik saya jatuh tuan, dari pada harus dipegang oleh anda." Cinta dengan sinis, Cinta benar-benar tak terima pinggangnya disentuh oleh laki-laki tersebut.


"Momy." Crystal memanggil Cinta.


"Jadi ini momymu sayang." Laki-laki itu mencondongkan badannya.


"Momy, Crystal gendong." Crystal tak menghiraukan ucapan laki-laki tersebut.Crytal mengulurkan kedua tangannya.Seperti anak kecil yang minta gendong ibunya.


Tanpa bersuara Cinta mengendong Crystal.Dengan tetap menatap sinis laki-laki tersebut.


Bukan tanpa alasan Crystal bersandiwara memanggil Cinta dengan sebutan momy.Memanggil Cinta dengan sebutan momy berharap laki-laki itu segera pergi.Dan tak berani menganggunya lagi.


"Kalau ini momymu,nama dedymu sayang." Laki-laki itu mengintimidasi.


Tanpa bersuara Cinta menunjuk kearah Bagas yang sedang berjalan cepat menuju kearahnya.


"Waaaooo kebetulan sekali sayang, kelihatan om kenal dengan dedymu."Laki-laki itu dengan seringai dibibirnya.


"Apa kabar tuan Bagas, suatu kehormatan bisa bertemu anda dipesta ini." Steven mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


Laki-laki itu Steven.Bagas dan Steven selalu bersaing dalam segala hal, mulai dari pendidikan,bisnis bahkan percintaan.Steven tak jarang menggunakan cara kotor untuk menjatuhkan Bagas,tapi sayangnya keberuntungan selalu berpihak kepada Bagas kecuali soal wanita.Karena pernah Bagas mencoba berpacaran dengan seorang wanita dan Steven berhasil merebutnya.


Bagas menyambut uluran tangan Steven, menekan dengan keras dan melintirnya.Sampai Steven berteriak kesakitan.Sayangnya Teriak Steven tak terdengar siapapun,karena hiruk-pikuk para undangan dan suara musik dari band yang sedang menghibur para tamu.Tak sampai disitu Bagas memegangi tangan Steven sebelah kiri dan memasukkan kedalam kuah bakso yang mendidih yang berada dimeja menu sampingnya,sampai kuah itu tumpah berantakan kelantai akibat Steven menarik tangannya dan menyenggol tempat kuah bakso itu.Dan menjadi pusat perhatian para tamu.

__ADS_1


"Maaf tuan, saya tak sengaja." Bagas pura-pura membantu Steven


"Apa kau tak bisa usaha sendiri brengsek, sampai kau selalu merebut apa yang orang lain punya."Bagas dengan nada mengejek dan masih pura-pura membantu Steven mengelap tangannya yang merah.


Steven hanya diam, menahan sakit dikedua tangannya.


"Aku peringatkan untuk yang terakhir kalinya brengsek,jika kau sekali berani menyentuh milikku, kupastikan kau akan ku buat menyesal.Tadi kau menyentuh milikku dengan kedua tangamu,ku patahkan dan ku bakar tanganmu.Jika kau berani menyentuh milikku lagi,akan ku buat kau menjadi penghuni ranjang rumah sakit disisa umurmu." Bagas dengan nada tegas dan masih pura-pura simpati kepada Steven.


Bagas memandang Cinta yang masih setia mengendong Crystal.


"Crys,turunlah kau sudah besar."Bagas mengulurkan tangan supaya Crystal pindah kegendongannya.


Seketika Crystal pindah kegendongan Bagas.


"Ayo." Bagas mengandeng tangan Cinta.


Bagas berjalan didepan, sedang Cinta mengikutinya dari belakang dengan tangan mereka saling berpegangan.


Cinta mengimbangi langkah Bagas.


"Tuan pelankan langkah anda,kaki saya gemetar." Cinta dengan suara pelan dan menaruh dagunya di lengan atas Bagas dengan tangan mereka masih bergandengan.


Seketika Bagas menghentikan langkahnya.


"Perlu saya gendong nona." Bagas dengan suara pelan pula,namun masih bisa didengar oleh Cinta dan menoleh kearah Cinta.Jarak mereka begitu dekat, membuat jantung keduanya berdetak kencang.


"Tak usah tuan, cukup pelankan langkah anda." Lanjut Cinta.


Mereka berjalan menuju meja semula dengan menjadi pusat perhatian orang banyak.Mereka seperti keluarga kecil yang bahagia.


Steven menatap kepergian mereka dengan amarah yang membara.


Sedang disudut ruangan,ada seorang wanita yang sedari tadi mengamati mereka.


"Seharusnya aku yang kamu gandeng Bagas." Batin wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2