Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 31


__ADS_3

Cinta dan Crystal menikmati hidangan dengan diselangi candaan, kadang Cinta yang menyuapi Crystal ataupun sebaliknya.


"Apa kataku.Kalau sudah dengan anak kecil dia akan lupa segalanya." Restu disela-sela obrolannya.


Cinta dan Crystal asyik sendiri dan para laki-laki dimeja itu hanya menjadi penonton saja.


"Bagaimana kalau kita ambil makanan." Tawar Dion.


"Ok." Sahut Restu.


"Lee kau tak ikut kita." Dion berdiri.


"Tuan anda menginginkan sesuai,biar saya ambilkan." Tawar Leo.


"Minum saja Lee." Jawab Bagas.


Mereka bertiga meninggalkan meja.


Dimeja tersisa Bagas, Cinta dan Crystal.


Crystal yang tatapannya bertemu Bagas segera menunduk kepala.


"Maaf tuan,apa tuan kenal dengan Crystal.Sedari tadi kalian saling mencuri pandang.Crystal selalu menunduk jika bertatapan dengan anda." Cinta membalikkan badan menatap Bangas.


Saking asiknya bercanda dengan Crystal.Cinta tak berasa sampai membelakangi Bagas.


Keuntungan tersendiri buat Bagas karena tak begitu gugup, jika berhadapan dengan Cinta, Jantung Bagas tak bisa dikendalikan.


"Dia adik saya nona." Bagas dengan santai, padahal jantungnya berdetak kencang.


"What." Mata Cinta melotot dan mulutnya terbuka.


"Nona anda baik-baik saja." Bagas memandang Cinta.


Cinta segera sadar dari keterkejutannya.

__ADS_1


Sedang Crystal tak percaya apa yang barusan didengarnya.Kakak yang selama ini tak pernah berbicara dengannya mau mengakuinya sebagai adik.Ada rasa senang didalam hatinya.Meski rasa takut yang dominan.


Restu,Dion dan Leo sudah kembali ke meja lagi.Leo menghidangkan minuman bersoda dan beberapa potong martabak kesukaan Bagas kehadapan Bagas.


"Kau tak ambil makan Lee." Bagas yang mengetahui Leo hanya mengambil makanan satu piring dan minuman satu kaleng saja.


"Punya saya sebentar lagi diantar pelayan tuan." Jawab Leo.


Selang beberapa menit seorang pelayan membawakan makanan dan minuman Leo.


"Mau." Tawar Restu kepada Cinta.


Sesaat Cinta memandang makanan yang ada di piring Restu.


Cinta menggeleng kepala.


"Kalau punya saya bagaimana nona,maukah nona makan sepiring berdua dengan saya." Canda Dion sambil menunjukkan makanan yang ada di piringnya.


"Terima kasih tuan, saya sudah kenyang." Jawab Cinta dengan sopan.


Bagas yang akan memasukkan suapan pertama kemulutnya mengurungkannya.


"Anda mau nona." Tawar Bagas.


Cinta hanya memandang piring Bagas yang berisi martabak.


Seakan mengerti Cinta menginginkan makanannya, Bagas menaruh dua potong martabak kepiring Cinta.


Tanpa berbicara sepatah katapun, Cinta memasukkan potongan martabak tadi kemulutnya dengan menahan malu.


"Kenapa aku tak menolaknya." Cinta dalam hati.


Tak lupa Cinta membaginya dengan Crystal.Tapi Crystal menolaknya.


"Buat kakak saja, habis ini temenin Crystal ambil es cream ya kak" Pinta Crystal ke Cinta.

__ADS_1


"Martabak makanan kesukaan dia tuan." Restu memandang Bagas.


"Ya tuan, kelihatannya adik anda menginginkannya tuan,jadi saya kasih sebagian.Takutnya keponakan anda ileran tuan." Bagas sambil menahan senyum.


Leo yang mendengar candaan Bagas seakan tak percaya, karena baru kali ini Bagas melontarkan Candaan kepada orang lain selain keluarga dan Dion sahabatnya.


"Dan yang saya takutkan keponakan saya juga ileran tuan.Karena bisa jadi putra nona Cinta adalah Putra anda juga tuan." Canda Leo dengan muka datar.


"Uhukkk,uhuukk."Cinta yang mendengarnya jadi kaget dan tersedak makanannya.


Bagas segera mengambil air mineral milik Cinta,membuka tutupnya dan menyodorkan ke Cinta.


Restu yang kaget mendengar ledekan Leo dan melihat Bagas dengan cepat menyodorkan air mineral ke Cinta membuat Restu benggong.


"Wih Lee,kau sekali berucap gempar seluruh dunia." Ledek Dion.


Yang juga membuyarkan lamunan Restu.


"Lee jaga bicaramu." Bagas dengan tegas.


"Maaf tuan saya hanya bercanda." Leo tanpa ekspresi.


"Maafkan saya nona."Lanjut Leo.


Bukan tanpa alasan Leo melontarkan candaan tersebut.Melihat gerak-gerik Bagas yang terlihat tertarik dengan Cinta,membuat Leo berani menggoda Bagas.


Cinta menganggukkan kepala.


Bagas merogoh saku celananya menggambil sapu tangan dan memberikannya kepada Cinta.


Bagas merasa kasihan, Cinta tersedak sampai mengeluarkan air mata dan hidungnya menjadi merah.


Jika menggambil tisue harus ke meja menu yang agak jauh dari meja mereka.


"Terima kasih tuan." Cinta menggambil sapu tangan dari tangan Bagas.

__ADS_1


__ADS_2