
Cantika menyodorkan resep kepada Dion.
"Tolong ambilkan obat ini,dokter Dion." Cantika menyodorkan resep obat untuk Cinta.
"CK." Dion dengan kesal.
"Sudah ribuan kali aku bilang jangan panggil aku, dokter kak.Anggap aku seperti mereka, anggap aku sebagai adikmu sendiri, apa susahnya sich,aku kan juga kepingin punya saudara." Dion memandang mereka bertiga bergantian.
Dion adalah anak tunggal, kedua orang tuanya sibuk mengurusi bisnisnya dan jarang sekali dirumah, kadang Dion merasa kesepian, untuk mengalihkan kesepian Dion sering menginap dimansion keluarga Utama.
Cantika cekikikan.
"Entah kenapa aku senang mengoda kalian."
"Panggilan tak ada masalah Di, yang terpenting kamu sudah ada dihatiku." Lanjut Cantika.
"Apa lagi itu Di.Di di ,Dian.Diiiioooonnn kak." Dion keluar ruangan dengan kesal.
"Nanti kakak akan minta tolong Dion untuk rontgen,siapa tahu ada luka dalam, sekilas pemeriksaan kakak baik-baik saja anak ini.Ada yang lain?" Cantika memandang kedua adiknya bergantian.
Bagas menggelengkan kepala.
"Ya....sudah kakak tinggal dulu, kalian sudah makan siang?" Tanya Cantika.
__ADS_1
"Sudah." Bagas dan Leo bersama.
"Kakak,apa sudah makan siang?" Bagas memandang kakaknya yang siap keluar dari ruangan.
Cantika diam.
"Jangan katakan kakak melewatkan makan siang.Kebiasaan." Bagas dengan kesal.
"Sudahlah,Kakak pergi dulu,jika perlu sesuatu bisa minta tolong suster atau langsung hubungi kakak.Jangan lupa tagihan rumah sakitnya dibayar juga, karena dirumah sakit ini tidak ada yang gratis kecuali untuk orang-orang yang benar-benar tak mampu." Cantika membuka pintu sambil menahan senyum.
"Ish perhitungan sekali,jangan lupa aku juga salah satu pemegang saham disini." Bagas dengan kesal.
"Itu lain ceritanya tuan muda Bagas Dewa Putra Utama." Cantika menekan kata-katanya.
"Selamat siang nona." Charles dengan hormat.
"Ish ini lagi." Cantika mengerutu.
Cantika berlalu meninggalkan Charles.Cantika tidak suka jika Charles memanggilnya nona.Namun baru beberapa langkah.
"Apa kabar Cantika?" Charles memandang punggung Cantika.
"Baik,kamu sendiri?" Cantika membalikkan badan.
__ADS_1
"Baik." Jawab Charles.
"Pekerjaanmu bagaimana?" Lanjut Cantika.
"Lancar,aman." Jawab Charles.
"Jika perlu sesuatu jangan sungkan." Cantika memandang Charles.
Charles menggunakan kepala.
"Terima kasih." Lanjut Charles.
Cantika menganggukkan kepala dan berlalu meninggalkan Charles.
Charles memandang punggung Cantika sampai Cantika sudah tak terlihat lagi.
Charles dan Cantika teman satu kampus namun beda fakultas.Setelah menyelesaikan kuliahnya,Charles dari keluarga broken home selalu keluyuran, nongkrong sana, nongkrong sini,suatu ketika tak disengaja bertemu dengan Cantika dan terjadi obrolan sedikit, sampai akhirnya Cantika menawarkan pekerjaan untuk Charles.Pekerjaan Yang ditawarkan Cantika sesuai dengan kepribadian Charles yang suka dengan dunia kekerasan namun masih mempunyai sopan santun dan simpati, membuat Charles langsung mau menerima tawaran Cantika,dan Cantika meminta adiknya untuk menerima Charles sebagai anggotanya,Charles yang kemampuan IT dan bela diri tidak bisa diragukan langsung diterima oleh Bagas.
Selain menjadi pengusaha Bagas juga menjadi pemimpin perkumpulan, gank atau apalah.Namun genk yang Bagas pimpin berada dijalan yang benar, karena banyak kasus besar yang ditangani polisi dapat terselesaikan dengan bantuan Bagas meski Bagas tak nampak dipermukaan.Tak heran jika banyak pejabat pemerintah yang segan dan hormat kepada Bagas.Bahkan Bagas juga ditakuti di dunia hitam.Awal mula Bagas hanya menyediakan petugas keamanan atau bodyguard namun lama kelamaan gank yang Bagas pimpin yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai kemampuan bela diri dan kecerdasan yang tak bisa di ragukan lagi menjadi gank yang besar."Black Jaguar" nama genk yang dipimpin oleh Bagas.
"Apa yang kau lihat?" Leo yang tiba-tiba ada belakang Charles.
"Bukan apa-apa,tuan." Charles membalikkan badan.
__ADS_1
"Ada apa?" Leo memandang Charles.