Cinta Tanpa Restu

Cinta Tanpa Restu
Bab 79


__ADS_3

Bagas terus berjalan dengan langkah cepat dan sesekali berlari menuju pusat perbelanjaan yang terletak di depan gedung Utama Group.


Saat menyebrang jalan Bagas tidak menghiraukan kendaraan yang lalu lalang.Bahkan tak sedikit pengguna jalan yang meneriaki Bagas.


Sampai di supermarket Bagas celingukan.Bodyguard yang ditugaskan Bagas untuk menjaga Cinta,mengetahui tuannya ada ditempat itu juga segera menghampiri.


"Kesini tuan." Bodyguard mengarahkan Bagas.


Bagas hanya mengikutinya.


"Itu tuan." Tunjuk sang bodyguard.


Para bodyguard yang semula mengikuti Bagas dari jauh segera berbaur dengan pengunjung lain berpura-pura menjadi pembeli juga.


Bagas mengatur nafas,dan berjalan pelan mendekati Cinta.


"Hai nona."Bagas menyapa Cinta.


Cinta yang sedang fokus membaca tanggal kedaluwarsa dikemasan bocol kecap tersebut kaget.Tanpa sadar botol kecap tersebut sampai terlepas dari tangannya.


Bagas dengan sigap menangkap botol tersebut.


"Huh huh." Cinta mengelus dada setelah sadar dari keterkejutan.


"Apa tidak bisa,anda tidak hadir dalam hidup saya,tuan." Cinta dengan marah-marah.

__ADS_1


"Entahlah nona." Jawab Bagas dengan mengangkat bahunya.


Bagas menaruh botol kecap tersebut ke dalam troli belanjaan Cinta.


Karena kesal Cinta menendang tulang kering Bagas.Bagas bisa saja menghindari namun Bagas membiarkannya.


"Aduh." Bagas pura-pura kesakitan yang teramat dan mengelus tulang keringnya yang barusan ditendang Cinta.


Para bodyguard yang melihatnya ingin mendekat kearah tuannya.Namun Bagas memberi kode jangan mendekat.Para bodyguard segera keposisi semula.


Lama Cinta mengamati Bagas yang terus mengaduh kesakitan dan terus mengelus tulang keringnya.


"Apa benar-benar sakit." Cinta dengan merasa bersalah.


Cinta khawatir terhadap Bagas.karena Cinta pernah menendang tulang kering pelatih hingga tulang keringnya retak.


"Tidak,nona."


"Masih saya berbohong.Kesakitan begitu masih bilang tidak." Cinta dengan mengomel.


"Ada apa?" Tiba-tiba datang wanita parubaya yang juga sedang mendorong troli belanja menyapa Cinta dan Bagas.


"Istri saya sedang marah nyonya.Dia cemburu, padahal sudah saya jelaskan,jika tidak ada wanita lain selain dirinya.Bahkan istri saya tak mau membuatkan makanan untuk saya." Bagas pura-pura sedih.


Cinta hendak pergi dengan mendorong troli belanjaannya.

__ADS_1


"Tunggu nona." Wanita parubaya tersebut menghentikan Cinta.


"Apa ini istri anda,tuan." Wanita parubaya tersebut memandang Bagas.


"Ya nyonya." Jawab Bagas.


"What?" Cinta kaget tak percaya apa yang barusan diucapkannya Bagas.


"Jangan begitu nona.Ingatlah masa-masa indah kalian,itu akan menumbuhkan rasa cinta kalian berdua." Wanita parubaya tersebut menasehati Cinta.


Karena ingin menyudahi permainan yang dibuat Bagas akhirnya Cinta mengikuti sandiwara Bagas.


"Baiklah nyonya terima kasih atas nasehatnya." Cinta membimbing tangan Bagas merangkul pundaknya.Supaya wanita tersebut percaya.


Namun setelah kepergian wanita tersebut.Cinta menginjak kaki Bagas dan menyikut perut Bagas,kali ini Bagas merasakan beneran sakit diperutnya.


Para bodyguard yang melihat kejadian itu beradu pandang.


"Belum juga jadi istri,tuan sudah dibantai,apalagi kalau sudah jadi istri." Salah satu bodyguard.


"Aku bayangin putra mereka seperti apa,jika kedua orang tuanya jago beladiri." Sahut rekannya.


Cinta berjalan menuju stand sayur-sayuran.Sedangkan Bagas terus mengikuti.Cinta memilih beberapa sayuran.


"Ada sayuran yang tidak anda suka tuan." Cinta tetap masih memilih beberapa sayuran.

__ADS_1


Karena tak ada jawaban,Cinta menoleh kearah Bagas.Sedang Bagas sedang dikerumuni beberapa wanita muda dan beberapa wanita parubaya yang berebut foto bersama.Sengaja Bagas membiarkannya itu terjadi karena ingin melihat reaksi Cinta.Biasanya jangankan minta foto bersama,jarak dua meter para bodyguard sudah tak memberi akses untuk mendekat.Namun reaksi Cinta tak sesuai dugaan Bagas.


__ADS_2